Penyebab Bintik-bintik di Sekitar Areola dan Cara Mengatasinya

(0)
Bintik-bintik di sekitar areola sebenarnya bukan kondisi yang mengkhawatirkanBIntik-bintik di sekitar areola bisa disebakan oleh kehamilan dan perubahan hormon
Muncul bintik-bintik di sekitar areola atau area gelap di sekitar puting mungkin membuat para wanita merasa takut dan khawatir. Sebenarnya apa penyebab bintik-bintik di areola di area puting payudara? Apakah kondisi ini membahayakan? Simak jawabannya dalam artikel di bawah ini.

Penyebab bintik-bintik di sekitar areola

Bintik-bintik di sekitar areola atau area gelap di sekitar puting sebenarnya bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan. Ada berbagai penyebab bintik-bintik di areola, mulai dari yang sepele hingga yang memerlukan penanganan medis khusus.Berikut adalah penyebab bintik-bintik di sekitar areola selengkapnya.

1. Kehamilan dan perubahan hormon

Puting susu bisa mengalami perubahan sebagai tanda-tanda kehamilan, termasuk muncul bintik-bintik di sekitar areola Anda.Bintik-bintik yang menyerupai jerawat ini dikenal dengan kelenjar Montgomery. Kelenjar Montgomery adalah kelenjar yang melepaskan zat berminyak untuk menjaga puting tetap lembut dan lentur.Bahkan, sebuah penelitian melaporkan bahwa kelenjar Montgomery berfungsi melumasi puting dan memberi tahu bayi Anda untuk menyusui dengan aroma khusus yang dikeluarkan.Aroma zat berminyak tersebut yang mendorong dan membantu bayi dalam menemukan puting susu ketika pertama kali menyusu.Perubahan hormon selama kehamilan bisa menyebabkan kelenjar Montgomery membesar. Meski umum dialami oleh wanita hamil dan menyusui, beberapa wanita dengan kondisi perubahan hormon dapat menimbulkan hal yang sama pada area puting susu.Penyebab perubahan hormon wanita yang paling umum adalah siklus menstruasi, minum pil KB, memasuki masa menopause, atau gangguan medis lainnya.Kelenjar Montgomery membesar sebenarnya tidak membahayakan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Kondisi ini umumnya akan kembali normal begitu kadar hormon Anda mulai stabil.Penting untuk diketahui agar Anda tidak memencet bintik-bintik di sekitar areola ini karena bisa menyebabkan infeksi.Anda perlu menemui dokter apabila Anda cukup khawatir akan keberadaan bintik-bintik di areola serta tidak yakin dengan kemunculan penyebabnya.

2. Pori-pori puting dan saluran air susu tersumbat

Saat Anda menyusui buah hati, air susu akan mengalir keluar dari puting melalui lubang yang disebut pori-pori. Kadang-kadang, pori-pori puting dapat tersumbat oleh gumpalan susu. Inilah yang dinamakan pori-pori puting susu tersumbat.  Namun, jika kulit Anda menutupi pori-pori puting, maka akan terbentuk lepuhan susu.Lepuhan susu dapat menimbulkan bintik-bintik di sekitar areola Anda. Lepuhan ini bisa berwarna kuning muda atau merah jambu, dan kulit di sekitarnya sudah berubah menjadi merah. Selain itu, lepuhan susu bisa menimbulkan rasa nyeri hebat seperti rasa tertusuk.Ketika menyusui buah hati, tekanan yang diberikan bayi untuk mengisap puting biasanya akan menghilangkan sumbatan. Akan tetapi, bila sumbatan tidak hilang, Anda akan mengalami risiko infeksi payudara yang disebut dengan mastitis.Jika pori-pori puting tersumbat tidak dapat hilang dengan sendirinya, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu mengatasinya.
  • Gunakan kompres hangat pada payudara dan puting susu sebelum menyusui
  • Gunakan kompres dingin setelah menyusui untuk meredakan rasa tidak nyaman
  • Mandi air hangat dan usap perlahan puting yang tersumbat dengan handuk
  • Pijat payudara dan puting susu dengan lembut
  • Arahkan bayi untuk menyusui dari payudara yang pori-pori putingnya tersumbat lebih dahulu
  • Posisikan rahang bawah bayi dekat dengan benjolan yang disebabkan oleh saluran air susu tersumbat
  • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman
Ketika tumbuh kulit di atas pori-pori puting dan lepuhan susu, cara mengatasi di atas mungkin tidak selalu berhasil untuk membuka pori-pori tersumbat.Sebaiknya, Anda menemui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter mungkin akan menggunakan jarum steril untuk membuka pori-pori puting susu yang tersumbat.Baca juga: 4 Langkah Meredakan Payudara Bengkak saat Menyusui

3. Tekanan pada payudara

Penyebab bintik-bintik di areola berikutnya adalah tekanan pada payudara yang disebabkan oleh penggunaan bra yang ketat atau gendongan bayi yang terlalu kencang. Hal ini dapat mengakibatkan penyumbatan aliran air susu ibu (ASI).Untuk mengatasinya, hindari penggunaan bra dengan kawat serta pakaian yang terlalu ketat. Selain itu, gunakan gendongan bayi yang tidak terlalu kencang sehingga tidak menekan area payudara.

4. Abses subareolar

Abses subareolar juga menjadi penyebab bintik-bintik di sekitar areola. Abses subareolar adalah penumpukan nanah di jaringan payudara yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini sering disebabkan oleh mastitis yang tidak ditangani dengan baik dan tuntas.Abses subareolar tidak selalu dialami oleh ibu menyusui, melainkan juga dapat disebabkan oleh bakteri yang masuk ke jaringan payudara melalui luka, seperti adanya jerawat atau tindik di puting.Gejala abses subareolar, di antaranya bintik-bintik di areola terasa nyeri yang disertai dengan perubahan warna dan pembengkakan kulit.Jika Anda mencurigai diri mengalami abses subareolar, segera konsultasikan ke dokter. Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan antibiotik.Jika antibiotik tidak dapat menyembuhkannya, maka tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengeluarkan nanah dari jaringan payudara atau mengangkat seluruh saluran air susu, apabila diperlukan.

5. Infeksi jamur

Penyebab bintik-bintik di sekitar areola lainnya adalah infeksi jamur. Infeksi jamur disebabkan oleh Candida albicans.Anda bisa mengalami kondisi ini apabila Anda atau bayi Anda baru saja mengonsumsi antibiotik. Selain itu, Anda yang mengalami infeksi jamur vagina juga dapat terjangkit infeksi jamur.Tak hanya menimbulkan bintik-bintik di sekitar areola, puting payudara Anda juga bisa memerah, dan terasa menyakitkan, bahkan saat mandi atau dengan sentuhan kain halus. Tanda infeksi jamur pada puting lainnya adalah menurunnya produksi ASI.Infeksi jamur merupakan penyakit menular. Maka, Anda bisa menularkannya ke bayi Anda ataupun sebaliknya.Jika Anda mengalami infeksi jamur, segera temui dokter. Dokter akan meresepkan obat antijamur baik untuk Anda dan bayi Anda, berupa krim atau obat minum.Anda juga sesering mungkin sebaiknya mencuci bra dan menjaga agar payudara tetap kering selama masa perawatan. 

6. Herpes

Walaupun virus herpes simpleks bisa menginfeksi mulut dan alat kelamin. Nyatanya virus ini juga dapat menyerang area payudara. Umumnya, herpes di payudara dapat berpindah dari ibu ke bayinya yang baru terinfeksi selama menyusui.Herpes tampak seperti benjolan kecil-kecil yang dipenuhi cairan dan kemerahan pada puting. Ketika benjolan sembuh, mereka akan membentuk koreng atau keropeng.Bayi Anda mungkin memiliki benjolan yang sama pada kulit mereka.Jika Anda mencurigai diri terkena herpes, sebaiknya segera temui dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat antivirus selama seminggu untuk membersihkan infeksi.Selain itu, pompa ASI juga perlu dilakukan sampai bintik-bintik di sekitar areola akibat infeksi hilang.

Mungkinkah bintik-bintik di areola pertanda kanker?

Bintik-bintik di sekitar areola sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membahayakan.Namun, pada kasus yang jarang terjadi, bintik-bintik di area payudara bisa saja merupakan tanda-tanda kanker. Misalnya, pori-pori puting yang tersumbat dapat disebabkan oleh tumor yang menekan saluran air susu.Selain itu, benjolan dan perubahan pada area payudara juga bisa menjadi tanda penyakit Paget, yang memengaruhi 1-4% wanita dengan kanker payudara.Pada penyakit Paget, sel-sel kanker terbentuk di saluran susu dan areola. Beberapa gejala yang mungkin muncul, yakni:
  • Kemerahan, kerak, dan gatal di area puting susu dan areola
  • Kulit puting payudara mengelupas atau mengeras
  • Puting payudara berbentuk pipih
  • Puting susu mengeluarkan cairan berwarna kuning atau darah

Kapan harus menemui dokter?

Anda perlu menemui dokter apabila kondisi bintik-bintik di sekitar areola tidak kunjung hilang setelah seminggu, atau bintik-bintik tersebut menimbulkan nyeri hebat.Anda juga harus segera pergi ke dokter jika:
  • Puting payudara mengeluarkan cairan bukan air susu
  • Puting payudara masuk ke dalam atau berbentuk pipih
  • Puting susu tampak bersisik atau berkerak
  • Anda mencurigai ada benjolan di area payudara
  • Anda mengalami demam
  • Produksi ASI menurun
Dengan menemui dokter, Anda mendapatkan diagnosis dan perawatan bintik-bintik di sekitar areola yang tepat sesuai penyebabnya.
payudarakanker payudaraabses payudara
Healthline. https://www.healthline.com/health/white-spots-on-nipple#outlook
Diakses pada 29 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321232#rare-causes
Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait