5 Penyebab Bersin Terus-Menerus Ini Mungkin Tak Anda Sadari

Gejala bersin terus-menerus mungkin saja bukan karena pilek
Bersin terus-menerus tak hanya terjadi pada orang flu

Hidung gatal, berair, dan bersin terus-menerus biasanya menandakan Anda sedang flu atau pilek. Namun apabila bersin tanpa henti masih muncul saat tubuh Anda sedang sehat, apakah berbahaya? Lantas, apakah penyebabnya? 

Kenapa bersin terjadi?

Bersin adalah cara yang dilakukan tubuh untuk membersihkan hidung dan saluran napas jika ada benda asing yang masuk. Hidung berfungsi sebagai pengatur lalu lintas pernapasan, di mana rambut-rambut kecil di dalamnya akan menyaring segala macam benda asing yang masuk bersama udara.

Ketika suatu benda asing (seperti asap, debu, serbuk sari, bulu, bakteri, maupun virus) memasuki lubang hidung, rambut-rambut halus tersebut akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menimbulkan sensasi gatal. 

Sensasi gatal tersebutlah yang kemudian memicu bersin. Bersin akan membersihkan saluran hidung sekaligus mengeluarkan benda asing yang masuk.

Terlalu sering bersin, apakah penyebabnya?

Umumnya, bersin bukanlah gejala gangguan kesehatan yang serius. Meski demikian, kondisi ini bisa saja cukup menjengkelkan bahkan mengganggu aktivitas Anda. 

Untuk itu, ada baiknya Anda mengenali beberapa penyebab bersin terus-menerus di bawah ini:

1. Reaksi alergi

Jika Anda sering bersin meski tidak sedang flu, mungkin penyebab utamanya adalah reaksi alergi. 

Alergi adalah kondisi yang disebabkan oleh respons tubuh Anda terhadap organisme asing. Dalam keadaan normal, sistem kekebalan tubuh melindungi Anda dari benda-benda asing yang berbahaya. 

Namun jika Anda memiliki alergi, sistem imun akan mengidentifikasi benda-benda asing sebagai ancaman, sekalipun jenisnya tidak berbahaya. Alhasil, bersin dapat muncul sebagai reaksi tubuh untuk mengusir benda asing tersebut. 

Orang yang memiliki alergi seringkali sensitif terhadap satu jenis benda tertentu atau lebih. Pemicu alergi yang paling sering menyebabkan bersin terus-menerus adalah debu, tungau, serbuk sari, dan bulu binatang. 

2. Refleks nasokuler

Iritan fisik (misalnya, melihat cahaya terang atau sinar matahari) juga dapat menyebabkan Anda bersin. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan istilah refleks nasokuler. 

Refleks nasokuler melibatkan reaksi antara mata dan hidung. Refleks ini menyebabkan stimulasi saraf di dalam selaput lendir hidung, yang kemudian mengakibatkan bersin. 

3. Infeksi

Bersin bisa saja menjadi gejala dari infeksi saluran pernapasan atas. Hal ini biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Contohnya, anak-anak, kalangan lanjut usia (lansia), penderita HIV/AIDS, orang yang menjalani kemoterapi untuk menangani kanker, maupun orang yang pernah menerima transplantasi organ.

Infeksi pada saluran pernapasan atas dapat terjadi akibat virus (biasanya rhinovirus dan adenovirus), bakteri, maupun jamur. Infeksi akibat infeksi jamur termasuk sangat jarang, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Infeksi jamur bisa menyebabkan rinitis dan bersin terus-menerus. Jenis infeksi ini lebih sering dialami oleh orang yang memiliki gangguan pada sistem imun.  

4. Minum obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat menyebabkan Anda sering bersin. Misalnya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dekongestan hidung, beta-blocker, obat antidepresan, obat penenang, obat untuk menangani disfungsi ereksi, maupun pil kontrasepsi. 

Efek samping bersin terus-menerus dari obat-obatan tersebut umumnya akan berhenti bila pemakaiannya dihentikan. Namun selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda menghentikan penggunaannya.

5. Penyebab lainnya

Anda mungkin juga mengalami bersin terus-menerus dan gejala alergi akibat sederet penyebab selain yang telah disebutkan di atas. Beberapa di antaranya meliputi polip hidung, kondisi neurologis, paparan klorin pada air kolam renang, tembakau hirup, maupun kokain yang dihirup.

Dapatkan bersin terus-menerus dicegah?

Gejala sering bersin biasanya tidak muncul begitu saja. Anda mungkin juga akan mengalami gejala lain, seperti kelelahan, kurang konsentrasi, iritasi hidung, pilek, mata merah, dan sebagainya. 

Oleh sebab itu, penting untuk mencegah agar bersin terus-menerus tidak selalu mendera. Anda bisa menghindarinya dengan melakukan langkah-langkah berikut:

1. Menjaga kebersihan rumah dari debu dan tungau

Rutin membersihkan rumah dapat mencegah penumpukan debu dan munculnya tungau. Gunakan penyedot debu atau lap basah untuk membersihkan perabotan maupun.

Mengurangi penggunaan karpet juga dapat meminimalisir kemungkinan tungau berkembang biak di rumah Anda. 

2. Jangan memelihara binatang peliharaan

Jika Anda memiliki alergi terhadap bulu binatang, Anda sebaiknya tidak memelihara hewan berbulu. Misalnya, anjing, kucing, hamster, dan banyak lagi.

Sebagai alternatif, Anda dapat beralih memelihara hewan air maupun hewan tidak berbulu. Contohnya, ikan atau iguana.

Apabila Anda sudah memiliki hewan piaraan berbulu, Anda disarankan untuk memandikan dan memotong bulu hewan tersebut secara rutin. Langkah ini bertujuan menjaga kebersihan hewan sekaligus mencegah bersin terus-menerus.

Jangan lupa juga untuk senantiasa mencuci tangan setelah menyentuh hewan kesayangan Anda. 

3. Menggunakan masker

Gunakan masker saat Anda bepergian. Alat ini dapat menghalangi Anda dari asap rokok, asap kendaraan, serta polusi udara lainnya. Langkah ini juga akan melindungi Anda dari virus dan bakteri yang terbang bersama percikan air liur maupun ingus penderita infeksi pernapasan yang bersin atau batuk di sekitar Anda. 

4. Mengonsumsi obat alergi jika diperlukan

Jika dirasa perlu, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi gejala bersin terus-menerus. Misalnya, obat alergi jenis antihistamin seperti fexofenadine, diphenhydramine, desloratadine, loratadine, levocetirizine, serta cetirizine

5. Menjaga kebersihan diri

Bagi Anda yang sering bersin, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan diri. Langkah ini akan melindungi Anda sekaligus orang-orang di sekitar Anda.

Sebagai contoh, tutupi hidung dan mulut dengan tisu ketika Anda bersin. Apabila tisu tidak tersedia, Anda bisa menutupi hidung dan mulut dengan punggung tangan atau lengan atas dan bukan telapak tangan.

Setelah itu, segera cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyentuh apapun guna menghentikan penyebaran kuman serta penyakit. 

Catatan dari SehatQ

Bersin bukanlah gejala dari kondisi kesehatan yang serius. Karena itu, Anda tak perlu mengkhawatirkannya bila bersin terjadi sesekali.

Namun apabila bersin terus-menerus terjadi dan tidak kunjung mereda meski Anda telah mengurangi risiko paparan alergi dan minum obat, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan medis terutama diperlukan bila kondisi sering bersin disertai gejala lain yang serius. Pasalnya, mungkin saja ada gangguan medis tertentu di balik bersin terus-menerus yang Anda alami.

Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-we-sneeze
Diakses pada 4 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-sneezing
Diakses pada 4 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/allergic-rhinitis#prevention
Diakses pada 4 November 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/allergy.html
Diakses pada 4 November 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/sneezing-causes-treatments-83144
Diakses pada 4 November 2019

New Health Guide. https://www.newhealthguide.org/Constant-Sneezing.html
Diakses pada 4 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed