10 Penyebab Berat Badan Naik Tiba-tiba, Haruskah Dikhawatirkan?

(0)
19 Jan 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tidak hanya makanan, ternyata ada juga penyakit yang bisa menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba.Berbagai penyakit yang menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba tidak boleh diremehkan.
Naiknya berat badan secara drastis dalam waktu yang singkat tidak selalu disebabkan oleh makan berlebihan. Ada sejumlah penyebab berat badan naik tiba-tiba dalam bentuk penyakit atau kondisi medis yang perlu segera ditangani. Apa saja penyebabnya?

10 penyebab berat badan naik tiba-tiba

Sebenarnya, kenaikan berat badan adalah hal yang biasa terjadi. Namun, ada beberapa kasus di mana berat badan dapat naik secara drastis tanpa penyebab yang jelas. Berikut beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba.

1. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat dapat menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba. Menurut Obesity Action Coalition, ada sejumlah jenis obat-obatan yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan secara signifikan hanya dalam waktu satu bulan saja.Obat-obatan yang dimaksud meliputi obat kejang, obat diabetes melitus, obat tekanan darah tinggi, hingga obat depresi dan gangguan psikiatri.

2. Insomnia

Insomnia dapat menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba
Insomnia dapat menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba
Tahukah Anda kalau insomnia dapat menyebabkan kenaikan berat badan? Sebuah penelitian dari 2013 telah membuktikan bahwa pasien insomnia yang kekurangan tidur mengonsumsi karbohidrat lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan energinya. Alhasil, berat badan akan naik secara signifikan dalam waktu singkat.Partisipan di dalam studi tersebut juga terbukti mengonsumsi kalori lebih banyak, terutama setelah makan malam.

3. Berhenti merokok

Beberapa orang yang baru berhenti merokok ternyata bisa mengalami kenaikan berat badan yang signifikan dalam waktu cepat.Para ahli percaya, hal ini terjadi akibat nikotin yang terkandung rokok dapat menekan nafsu makan. Itulah sebabnya, saat mereka berhenti merokok, nafsu makan mereka akan meningkat.Selain itu, perasaan stres yang muncul akibat ingin merokok juga bisa memicu makan berlebihan. Menurut studi, orang yang baru saja berhenti merokok akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 1 kilogram di bulan pertama.Kenaikan berat badan ini akan sangat terlihat di 3 bulan pertama setelah berhenti merokok. Selanjutnya, kenaikan berat badan mulai melambat di bulan keenam.

4. Sindrom ovarium polikistik

Para penderita sindrom ovarium polikistik dapat merasakan kenaikan berat badan secara signifikan, terutama di bagian perutnya. Sebab, penyakit ini akan menyebabkan ovarium memproduksi hormon seks pria dalam jumlah yang tinggi.Gejala lain dari sindrom ovarium polikistik meliputi:
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Pertumbuhan rambut di bagian punggung, dada, dan perut
  • Kerontokan rambut
  • Jerawat
  • Kulit menghitam di bagian ketiak, payudara, dan leher.
Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sindrom ovarium polikistik. Namun, dokter biasanya menyarankan perubahan gaya hidup, seperti berolahraga teratur hingga mengonsumsi makanan sehat. Obat-obatan hormon juga bisa diberikan untuk meredakan gejalanya.

5. Gagal jantung

Kenaikan berat badan atau pembengkakan di beberapa bagian tubuh tertentu dapat disebabkan oleh retensi cairan dan bisa menjadi tanda gagal jantung.Menurut Asosiasi Jantung Amerika Serikat (AHA), kenaikan berat badan sebanyak 0,9-1,3 kilogram dalam waktu 24 jam bisa menjadi tanda gagal jantung.Penderita gagal jantung biasanya juga mengalami pembengkakan di bagian perut, pergelangan kaki, hingga kakinya.

6. Retensi cairan

Retensi cairan atau penumpukan cairan di dalam tubuh juga bisa menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba. Kondisi ini menyebabkan beberapa bagian tubuh membengkak (edema), seperti tangan, wajah, hingga perut.Penderita gagal jantung, penyakit ginjal, hingga penyakit organ hati paling sering mengalami kenaikan berat badan tiba-tiba akibat retensi cairan.

7. Perubahan hormon

Saat menopause, kadar hormon estrogen di dalam tubuh wanita akan menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan akibat bagian perut dan pinggul yang membesar.Perubahan hormon ini juga bisa menyebabkan metabolisme tubuh menjadi lambat sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.Terdapat kondisi medis yang bisa menyebabkan perubahan hormon baik pada pria ataupun wanita, seperti hipotiroidisme, sindrom Cushing (meningkatnya hormon kortisol), hingga meningkatkanya produksi hormon aldosteron.

8. Masalah ginjal

Penyebab berat badan naik tiba-tiba
Hati-hati, masalah ginjal bisa menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba
Naiknya berat badan secara ‘misterius’ disertai dengan pembengkakan di bagian tubuh, bisa menjadi gejala dari penyakit ginjal atau sindrom nefrotik (kerusakan pada ginjal).Saat ginjal tak berfungsi dengan baik, tubuh akan menahan cairan sehingga berat badan akan bertambah. Selain itu, ginjal yang rusak juga tidak mampu membuang limbah dan cairan berlebih dari dalam tubuh.Gejala lain yang menandakan penyakit ginjal meliputi:
  • Rasa lelah
  • Volume urine sedikit
  • Urine berbusa
  • Gatal
  • Tidak nafsu makan
  • Kram otot
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi.

9. Hipotiroidisme

Gangguan pada tiroid, hipotiroidisme, dapat memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini dipercaya bisa menjadi penyebab berat badan naik tiba-tiba. Masalah pada tiroid juga bisa menyebabkan tubuh menahan cairan.Gejala lain hipotiroidisme yang harus diwaspadai meliputi:
  • Merasa lelah
  • Tubuh terasa dingin
  • Kulit dan rambut kering
  • Kuku rapuh
  • Sendi kaku
  • Otot terasa nyeri
  • Sembelit.

10. Kanker ovarium

Kanker ovarium juga bisa menyebabkan berat badan naik secara tiba-tiba. Biasanya, kenaikan berat badan itu akan disertai gejala:
  • Rasa nyeri di bagian perut dan panggul
  • Sulit tidur
  • Sering kebelet kencing
  • Tidak nafsu makan
  • Merasa kenyang terlalu cepat
  • Siklus haid yang tidak lazim
  • Gangguan pencernaan.

Catatan dari SehatQ

Berbagai penyebab berat badan naik tiba-tiba tidak boleh diremehkan. Jika Anda mengalami kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
penyakitberat badan idealmenurunkan berat badankelebihan berat badan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324872
Diakses pada 5 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/weight-gain-unintentional#causes
Diakses pada 5 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait