Salah satu manfaat puasa adalah menurunkan berat badan, tetapi mengapa justru berat badan naik saat puasa?
Salah satu manfaat puasa adalah menurunkan berat badan, tetapi mengapa justru berat badan naik saat puasa?

Dengan harapan yang tinggi, Anda mulai berangan-angan mengenai penyusutan berat badan yang akan terjadi saat puasa. Target tidak realistis mulai ditetapkan dalam pikiran. Dua kilogram, jumlah target lemak yang pasti akan hilang dari tubuh Anda karena puasa.

Menjelang berbuka puasa, Anda mulai menapakkan kaki di atas timbangan dengan senyum penuh percaya diri. Mata Anda mulai membelalak saat melihat timbangan. Alih-alih turun, yang ada berat badan naik saat puasa.

Mengapa berat badan naik saat puasa?

Apa yang salah? Anda tidak mengonsumsi apapun dari sahur sampai berbuka puasa, seharusnya berat badannya turun, bukan? Terdapat berbagai alasan mengapa berat badan naik saat puasa.

1. Makan secara terus-menerus

Makan secara terus-menerus setelah berbuka puasa dan sebelum sahur tidak hanya membuat berat badan naik saat puasa, tetapi juga menimbulkan rasa lelah karena merasa kenyang.

2. Metabolisme yang melambat

Makanan yang berlebih dan jenis makananan yang salah tidak hanya menjadi salah satu penyebab berat badan naik saat puasa. Metabolisme yang melambat juga dapat menjadi pelaku lainnya.

Metabolisme yang melambat dapat disebabkan oleh pengurangan kalori yang drastis dan kurangnya aktivitas saat puasa. Pengurangan kalori yang drastis dapat membuat tubuh menurunkan tingkat pembakaran kalori.

Kurangnya aktivitas dapat menurunkan jumlah kalori yang dapat dibakar oleh tubuh dan menyebabkan metabolisme melambat.

makan berlebihan

3. Porsi makan berlebih

Selain itu, porsi makan yang lebih dari biasanya saat sahur ataupun berbuka puasa dapat membuat berat badan naik saat puasa.

Makan secara berlebih tidak hanya dapat membuat berat badan naik saat puasa, tetapi juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan sebagainya.

4. Jenis makanan yang dikonsumsi

Jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka dapat menjadi pelaku yang membuat berat badan naik saat puasa. Mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, kalori, dan gula dapat membuat berat badan naik saat puasa.

Tidak hanya itu, santapan yang kaya akan krim dan gorengan juga memiliki andil dalam memicu berat badan naik saat puasa. Anda bisa saja menikmati makanan-makanan ini dalam jumlah yang banyak dan tidak terkontrol!

kurang aktivitas fisik

2. Kurangnya aktivitas

Jika Anda tidak makan secara terus-menerus, penyebab lainnya bisa saja karena kurangnya aktivitas yang dilakukan setelah berbuka puasa. Anda bisa saja tidak melakukan banyak kegiatan setelah makan karena perasaan lemas sehabis berbuka.

Cegah berat badan naik saat puasa!

Anda harus kembali ke jalan yang benar! Untungnya pencegahan berat badan naik saat puasa tidak sesulit yang dibayangkan. Porsi makan yang diatur dapat menjadi salah satu kuncinya. Cobalah untuk mulai makan dengan porsi kecil lebih dahulu saat berbuka puasa.

Saat mengonsumsi makanan, kunyah secara perlahan untuk menghindari terganggunya pencernaan. Susah kenyang? Coba konsumsi kuah dan sayur-sayuran terlebih dahulu karena makanan tersebut rendah kalori dan membuat Anda cepat kenyang.

Selain porsi makan, jenis makanan juga perlu untuk diatur. Anda dapat mengonsumsi buah-buahan untuk menggantikan makanan dan minuman yang tinggi gula. Pilihlah daging dan produk susu yang rendah lemak. 

Hindari gorengan dan cobalah untuk menggunakan sedikit minyak saat memasak. Anda dapat memasak menggunakan metode memanggang, mengukus, dan sebagainya untuk mengurangi lemak dalam makanan yang dikonsumsi.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu menghindari karbohidrat yang telah diproses, seperti roti putih, dan sebagainya. Karbohidrat yang telah diproses dapat meningkatkan gula darah dan menimbulkan berat badan naik saat puasa.

Saat puasa, Anda tetap harus beraktivitas dan berolahraga untuk dapat membakar lemak dalam tubuh. Anda tidak perlu melakukan olahraga berat yang intens, cukup dengan berjalan setiap hari selama 30-60 menit.

rempah-rempah alami

Akali aroma dan rasa dengan rempah-rempah alami

Makanan yang enak dan beraroma sedap umumnya dikaitkan dengan makanan yang tidak sehat. Akan tetapi, tidak selamanya makanan saat sahur atau berbuka harus dimasak dengan minyak atau santan yang berlebih yang dapat memicu berat badan naik saat puasa untuk menambah cita rasa dari menu berbuka dan sahur.

Hindari berat badan naik saat puasa dengan penggunaan cabai atau paprika yang masih segar dan sudah dikeluarkan biji-bijinya serta dicincang. Anda juga bisa menggunakan rempah-rempah segar ataupun yang dikeringkan, tetapi selalu cek kadar garam di rempah-rempah kering yang sudah dikemas dalam kemasan.

Tambahkan cuka atau buah citrus seusai memasak sayuran untuk menambah cita rasa. Anda bisa mengakali cita rasa makanan dengan menggunakan buah-buahan atau sayuran yang sudah dikeringkan, seperti tomat kering, jamur kering, kismis, dan sebagainya.

Buah-buahan dan sayuran kering memiliki rasa yang lebih intens daripada yang masih segar dan bisa ditambahkan dalam masakan untuk meningkatkan cita rasa.

British Nutrition Foundation. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
Diakses pada 09 Mei 2019

Hamad Medical Corporation. https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Overeating.aspx
Diakses pada 09 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/6-mistakes-that-slow-metabolism
Diakses pada 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/healthy-cooking/art-20049346
Diakses pada 29 Juli 2019

Nestle. http://www.nestle-family.com/my-ramadan/ramadan-articles/english/avoid-gaining-weight.aspx
Diakses pada 09 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diet/features/diet-myth-truth-fasting-effective-weight-loss#1
Diakses pada 13 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed