7 Penyebab Benjolan Kecil di Leher

02 Jul 2019 | dr. Sessy Arie Margareth, Sp.B, M.Biomed
Benjolan kecil di leher dapat diakibatkan oleh berbagai penyakit dan kondisi medis
Benjolan kecil di leher bisa disebabkan oleh berbagai penyakit.

Saat sedang menyentuh leher, tanpa sengaja Anda menemukan benjolan kecil di leher. Hal ini tentu saja membuat resah. Namun, sebelum Anda panik, ketahui dulu apa penyebab munculnya benjolan kecil di leher.

Jika benjolan kecil di leher terasa mengganggu atau ukurannya semakin membesar, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab benjolan kecil di leher

Benjolan kecil di leher dapat diakibatkan oleh berbagai penyakit dan kondisi medis serta berkisar dari yang ringan sampai yang parah. Berikut adalah beberapa penyebab benjolan kecil di leher:

  • Lipoma

Benjolan kecil di leher yang muncul bisa disebabkan oleh lipoma atau benjolan berisi lemak yang berada di antara kulit dan otot. Benjolan tersebut dapat bertambah besar secara perlahan.

Saat menyentuh lipoma, benjolan akan terasa kenyal dan dapat berpindah tempat ketika ditekan. Selain itu, lipoma biasanya berukuran sebesar lima sentimeter. 

Terkadang lipoma memicu rasa sakit ketika benjolan membesar dan menekan saraf di sekitarnya atau saat terdapat pembuluh darah dalam lipoma. 

Penyebab dari lipoma belum diketahui secara pasti, tetapi faktor genetik diperkirakan sebagai salah satu hal yang memicu perkembangan lipoma.

Bila Anda memiliki lipoma, Anda tidak perlu khawatir karena lipoma bukanlah pertanda kanker dan tidak berbahaya. Namun, lipoma yang menimbulkan rasa sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari perlu untuk dikonsultasikan ke dokter.

  • Kista

Kista dapat berkembang di berbagai daerah kulit, termasuk pada leher. Kista pada leher yang masih berkembang akan terasa dalam bentuk benjolan kecil di leher dengan permukaan yang halus.

Kista sebenarnya merupakan kantung jaringan membran yang berisi cairan, udara, dan zat-zat lainnya. Terdapat berbagai jenis kista, tetapi kebanyakan kista tidak menimbulkan kanker.

Penyebab dan penanganan kista tergantung dari jenis, lokasi, adanya infeksi atau tidak, serta gejala yang ditimbulkan.

Kebanyakan kista tidak menimbulkan rasa sakit dan karenanya baru disadari saat sudah membesar. Secara garis besar, penyebab dari kista adalah penyakit yang diturunkan, penyumbatan di saluran pada kulit, infeksi, dan peradangan kronis. 

Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda menemukan benjolan kecil di leher yang terus berkembang dan bertambah besar.

  • Limfoma

Limfoma adalah kanker yang menyerang sel-sel imunitas tubuh sehingga memicu pembengkakan di kelenjar limfa di seluruh tubuh, salah satunya kelenjar getah bening di leher. Kanker ini menyerang sistem limfatik dan dapat menyebar ke organ-organ tubuh lainnya.

Saat ini, limfoma belum diketahui secara pasti penyebabnya dan diperkirakan muncul karena adanya mutasi gen pada sel limfosit yang memicu produksi sel limfosit yang abnormal. 

Benjolan yang timbul tidak terasa sakit dan bisa muncul di ketiak, selangkangan, dan leher. Selain itu, penderita juga mengalami rasa gatal di kulit, penurunan nafsu makan dan berat badan, berkeringat di malam hari, serta demam dan menggigil.

  • Bisul

Tidak semua benjolan kecil di leher disebabkan oleh masalah medis yang serius. Salah satu penyebab benjolan kecil di leher yang tidak berbahaya adalah bisul atau infeksi pada folikel rambut atau di kelenjar minyak. 

Infeksi tersebut umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dan menimbulkan benjolan lunak dengan kulit di sekitar benjolan yang memerah. 

Pada awalnya, bisul akan muncul berupa benjolan kecil di leher yang berwarna merah dan terasa sakit. Setelah 4-7 hari, benjolan tersebut akan bertambah besar dan lunak, serta berubah warna menjadi putih dengan nanah yang menumpuk di bawah kulit.

Pada kasus tertentu, benjolan kecil di leher juga disertai oleh demam dan pembengkakan pada kelenjar limfa.

  • Jerawat

Selain bisul, jerawat adalah salah satu penyebab benjolan kecil di leher yang tidak berbahaya. Benjolan yang ditimbulkan oleh jerawat berukuran kecil, keras, bengkak, dan terasa sakit. Jerawat terjadi ketika folikel rambut tersumbat. 

Anda mungkin mengira bahwa jerawat hanya muncul di wajah, tetapi sebenarnya jerawat juga bisa timbul di bagian leher, terutama bagian belakang leher.

  • Limfadenopati

Limfadenopati adalah kondisi di mana terjadi pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening tersebar di banyak bagian tubuh dan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, yang membantu tubuh melawan virus atau bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.

Limfadenopati menimbulkan gejala berupa pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening. Pembengkakan tersebut dapat diketahui dengan munculnya benjolan di bawah kulit, yang bisa terasa nyeri ataupun tidak.

  • Limfadenitis

Limfadenitis umumnya terjadi karena infeksi. Kondisi ini menyebabkan kelenjar getah bening mengalami pembesaran karena sel-sel darah putih dan senyawa kimia dari sistem imun berkumpul di dalamnya.

Pada kondisi normal, kelenjar getah bening umumnya berukuran kecil. Jika terjadi limfadenitis, kelenjar getah bening akan mengalami pembesaran dan dapat teraba dengan mudah, terutama ketika dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter.

Selalu konsultasikan dengan dokter

Meskipun terdapat beberapa penyebab benjolan kecil di leher yang tidak mengancam nyawa, tetapi ada baiknya jika Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Penulis:
dr. Sessy Arie Margareth, Sp.B, M.Biomed
Spesialis Bedah
RS Columbia Asia Pulomas

Healthline. https://www.healthline.com/health/cyst#identification
Diakses pada 28 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/neck-lump#pictures-of-neck-lumps
Diakses pada 28 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lymphoma/symptoms-causes/syc-20352638
Diakses pada 28 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hodgkins-lymphoma/symptoms-causes/syc-20352646
Diakses pada 28 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lipoma/symptoms-causes/syc-20374470
Diakses pada 28 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324866.php
Diakses pada 28 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321224.php
Diakses pada 28 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322318.php
Diakses pada 28 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/boils#1
Diakses pada 28 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed