Punya Masalah Benjolan di Punggung? Mungkin Ini Penyebabnya

Ada beberapa penyebab benjolan di punggung belakang
Benjolan di punggung dapat disebabkan oleh beberapa hal

Menemukan benjolan di punggung belakang bisa jadi momen yang menegangkan bagi Anda. Jangan panik terlebih dahulu karena benjolan tersebut biasanya tidak berbahaya. Meski demikian, Anda dapat menghubungi dokter jika benjolan di punggung disertai dengan keluhan lain.

Benjolan di punggung belakang yang tidak bersifat serius biasanya memiliki karakteristik tertentu, seperti teraba lunak, dapat bergerak atau berubah bentuk ketika Anda menyentuhnya, dan terletak di lapisan lemak pada kulit. Benjolan ini dapat bertambah besar ketika Anda beraktivitas, tapi akan kembali ke ukurannya semula saat Anda beristirahat.

Apa yang menyebabkan munculnya benjolan di punggung?

Benjolan di punggung biasanya merupakan lipoma atau kista. Kedua kondisi ini tidak ganas karena bukan merupakan kanker.

Lipoma adalah benjolan berisi lemak yang tumbuh tepat di bawah lapisan kulit dan merupakan masalah kesehatan yang awam. Lipoma dapat berukuran sekecil kacang polong hingga sebesar helm.

Ketika lipoma ditekan, Anda akan merasakan benjolan lunak dan seperti adonan. Secara fisik, lipoma mungkin mirip dengan kista, namun lipoma biasanya terletak di lapisan kulit yang lebih dalam dibanding kista.

Kista sendiri adalah kantung di bawah permukaan kulit yang berisi cairan, biasanya berbentuk nanah. Salah satu cara menghilangkan kista adalah dengan membedahnya kemudian mengeluarkan cairan dari dalam kantung tersebut.

Sementara itu, lipoma biasanya tidak perlu mendapat perawatan apa pun, kecuali benjolan tersebut berukuran sangat besar, mengganggu penampilan, menekan jaringan lain di sekitarnya, atau dikhawatirkan menimbulkan penyakit lain.

Untuk menghilangkan benjolan di punggung yang berbentuk lipoma, Anda harus menjalani pembedahan demi mengeluarkan lemak di dalamnya.

Selain itu, Anda juga dapat memilih prosedur lipektomi (sedot lemak) untuk mengeluarkan lemak pada lipoma dengan luka minimal. Ada pula lipoterapi, yaitu metode pengobatan dengan menggunakan obat bernama asam deoxycholic yang disuntikkan langsung ke benjolan di punggung tersebut agar lemak mencair dan benjolan mengempis.

Penyebab lain benjolan di punggung belakang dan cara menyembuhkannya

Selain lipoma dan kista, benjolan di punggung belakang juga dapat muncul akibat kondisi kesehatan berikut ini:

  • Cherry angioma: benjolan di punggung ini teraba lunak dan berwarna kemerahan. Untuk menghilangkannya, Anda dapat menjalani perawatan laser, biopsi, atau elektrokauteri (menggunakan aliran listrik untuk menghancurkan jaringan kuliti). Tetapi, perawatan ini dapat meninggalkan bekas luka.

  • Keratosis pilaris: bentuk benjolan di punggung belakang ini kecil, kasar, berwarna putih atau merah, tapi tidak gatal maupun sakit. Keratosis pilaris dapat sembuh sendiri sebelum Anda berusia 30 tahun, tapi jika ingin mempercepat proses penyembuhannya, Anda dapat menggunakan pelembap yang mengandung alfa hidroksi atau urea.
  • Neurofibroma: benjolan di punggung yang tumbuh secara lambat ini biasanya tidak berbahaya, tapi terkadang bisa juga berubah menjadi kanker. Neurofibroma tidak sakit, tapi dapat membuat Anda merasa seperti disetrum ketika benjolan disentuh. Untuk menangani ini, dokter akan melakukan operasi pembedahan yang jika dilakukan dengan benar tidak akan membuat neurofibroma kembali muncul di punggung Anda.

Waspada jika benjolan di punggung disertai gejala lain

Dalam kasus yang lebih langka, benjolan di punggung belakang memang bisa mengindikasikan penyakit serius, misalnya kanker. Benjolan yang bersifat kanker biasanya berukuran besar, keras, tidak sakit ketika disentuh, muncul secara tiba-tiba, serta membesar hanya dalam hitungan minggu atau bulan.

Salah satu jenis benjolan di punggung yang bersifat kanker adalah tumor vertebral, yakni tumor ganas atau kanker yang menyerang tulang belakang, pembuluh darah, maupun sumsum tulang belakang. Tumor vertebral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Nyeri pada benjolan di punggung yang memburuk di malam hari.
  • Nyeri pada benjolan di punggung yang menjalar ke bagian tubuh lainnya.
  • Hilangnya kemampuan otot tangan atau kaki.
  • Tidak peka terhadap rasa dingin, panas, bahkan rasa sakit.
  • Kehilangan fungsi usus dan kandung kemih sebagai saluran pembuangan.
  • Kelumpuhan di berbagai area tubuh yang dapat berlangsung dalam skala ringan hingga berat.

Anda sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter jika menemukan benjolan di punggung yang muncul tiba-tiba beserta gejala yang tak bisa Anda jelaskan. Hal yang sama juga berlaku bila benjolan tersebut tidak sembuh sendiri selama berminggu-minggu.

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/lumps-bumps-body-worry/
Diakses pada 16 Oktober 2019

Nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/conditions/lumps-and-swellings
Diakses pada 16 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/cysts-lumps-bumps
Diakses pada 16 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vertebral-tumor/symptoms-causes/syc-20350123
Diakses pada 16 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed