Benjolan di Belakang Telinga Tidak Selalu Berbahaya, Kenali Berbagai Penyebabnya!

Benjolan di belakang telinga kadang membuat penderitanya takut dan khawatir.
Ada banyak penyebab benjolan di belakang telinga

Adanya benjolan di belakang telinga seringkali membuat penderitanya merasa khawatir. Padahal kenyataannya, sebagian besar kasus benjolan di belakang telinga bukan hal yang berbahaya. Hanya segelintir penyebab lainnya yang mengindikasikan hal berbahaya.

Benjolan ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi tertentu, mulai dari yang sifatnya ringan hingga berat. Benjolan ini biasanya dapat disembuhkan dengan obat yang diresepkan oleh dokter, namun terkadang memerlukan prosedur medis pula.

Penyebab benjolan di belakang telinga

Berikut beberapa penyebab munculnya benjolan di belakang telinga yang mungkin terjadi pada Anda:

  • Jerawat

Jerawat merupakan masalah kulit yang dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga. Tersumbatnya pori-pori kulit di belakang telinga oleh minyak dan sel-sel kulit mati bisa menimbulkan jerawat.

Jerawat bahkan dapat terinfeksi dan meradang jika bakteri masuk. Benjolan di belakang telinga akibat jerawat biasanya akan terasa sakit ketika ditekan.

  • Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik sering terjadi di belakang telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga berupa jerawat bersisik berwarna kuning atau merah. Penyebab pasti dari dermatitis seboroik belum diketahui.

  • Otitis media

Otitis media adalah infeksi telinga bagian tengah yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi dapat menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan. Salah satu gejala otitis media, yaitu adanya pembengkakan atau benjolan yang terlihat di belakang telinga.

  • Mastoiditis

Ketika infeksi telinga tengah yang Anda miliki tidak ditangani, maka dapat berkembang menjadi infeksi lebih serius yang disebut mastoiditis. Infeksi ini berkembang pada tonjolan tulang di belakang telinga yang menyebabkan munculnya benjolan berisi nanah di belakang telinga.

  • Abses

Abses merupakan benjolan nanah yang dapat berkembang ketika jaringan atau sel-sel di belakang telinga terinfeksi akibat bakteri. Untuk melawan bakteri tersebut, tubuh mengirimkan sel darah putih ke belakang telinga.

Penumpukan sel darah putih mati, jaringan, bakteri, dan lainnya menimbulkan abses, yang terasa menyakitkan dan hangat ketika disentuh.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati mampu menyebabkan benjolan di belakang telinga. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh peradangan, infeksi, atau kanker. Namun, dalam kebanyakan kasus penyakit ini diakibatkan oleh infeksi.

  • Kista sebacea

Kista sebacea merupakan benjolan nonkanker yang muncul di bawah kulit. Kondisi ini paling sering muncul di kepala, leher, dan dada, namun juga mungkin muncul pula di belakang telinga.

Kista ini berkembang di sekitar kelenjar sebasea yang memproduksi minyak untuk melumasi kulit dan rambut. Benjolan di belakang telinga akibat kista sebacea hanya terasa sedikit sakit, atau bahkan tidak sakit sama sekali.

  • Lipoma

Lipoma adalah benjolan yang berkembang di antara lapisan kulit. Lipoma dapat berkembang di mana saja, termasuk di belakang telinga Anda. Sebagian besar merupakan benjolan kecil di belakang telinga.

Lipoma biasanya terasa lembut saat disentuh. Benjolan ini tidak selalu nampak pada permukaan kulit. Namun, ketika ukurannya lebih besar maka Anda dapat merasakannya.

  • Kanker

Meski jarang, benjolan di belakang telinga juga dapat menjadi tanda kanker, seperti halnya sarkoma jaringan lunak. Benjolan mungkin tidak terasa menyakitkan, namun bisa terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Bahaya atau tidaknya benjolan di belakang telinga bergantung pada penyebabnya. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan penyebab benjolan yang Anda miliki dengan melakukan pemeriksaan ke dokter.

Dokter akan melakukan diagnosis mengenai penyebabnya. Selain itu, dokter juga akan menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.

Mengatasi benjolan di belakang telinga

Jerawat merupakan salah satu bentuk benjolan di belakang telinga

Cara mengatasi benjolan di belakang telinga dilakukan berdasarkan penyebabnya. Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi benjolan ini, di antaranya:

  • Jerawat: Sebagian besar kasus jerawat dapat sembuh sendiri atau menggunakan obat topikal jerawat, namun sebagian lain bisa parah hingga membutuhkan perawatan dokter kulit.

  • Dermatitis seboroik: Dalam mengobati dermatitis kortikosteroid, dokter mungkin meresepkan kortikosteroid topikal untuk mengecilkan dan menghilangkan benjolan.

  • Otitis media: Anda dapat menggunakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter untuk meringankan gejala dan menghilangkan infeksi. Biasanya otitis media hilang dalam waktu 48 jam.

  • Mastoiditis: Dokter akan mengobati mastoiditis menggunakan antibiotik untuk melawan infeksi. Selain itu, pembedahan juga mungkin diperlukan untuk mengeringkan telinga tengah atau menghilangkan mastoid.

  • Abses: Abses dapat dikompres dengan air hangat untuk membantu nanah untuk keluar. Namun, beberapa kasus abses memerlukan pengeringan nanah oleh tenaga medis dengan menggunakan sayatan. Selain itu, antibiotik juga mungkin diperlukan untuk menghilangkan infeksi.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening: Dalam mengobati pembengkakan kelenjar getah bening maka didasarkan pada kondisi yang mendasarinya. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik, atau bahkan memerlukan biopsi.

  • Kista sebasea: Anda dapat mengompres benjolan akibat kista sebasea dengan air hangat untuk membantu mengecilkannya. Namun, jika benjolan terasa bengkak dan nyeri, segera periksakan diri Anda ke dokter.

  • Lipoma: Prosedur bedah akan dilakukan jika lipoma perlu diangkat. Lalu, Anda juga akan diberi obat penghilang rasa sakit atau infeksi setelah operasi.

  • Kanker: Pengobatan kanker dapat dilakukan dengan kemoterapi, terapi radiasi, atau mungkin keduanya. Selalu konsultasikan pada dokter mengenai pengobatan untuk kanker yang diderita.

Jika Anda memiliki benjolan di belakang telinga, berkonsultasi pada dokter merupakan hal yang paling tepat untuk dilakukan. Apalagi bila benjolan tersebut tak kunjung menghilang, semakin besar, atau terasa menyakitkan, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/causes-lumps-behind-ears#when-to-see-your-doctor
Diakses pada 16 september 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313968.php
Diakses pada 16 September 2019

Bel Marra Health. https://www.belmarrahealth.com/lump-behind-ear-painful-and-painless-swelling-causes-symptoms-and-treatment/
Diakses pada 16 September 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/316043-small-bumps-behind-the-ears/
Diakses pada 16 september 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed