Tenang Moms, Inilah Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu dan Cara Mengatasinya

Masalah bayi tidak mau menyusu dapat terjadi secara tiba-tiba
Bayi yang tidak mau menyusu biasanya menangis atau memalingkan kepalanya

 “Duhhhh... Si dedek gak mau nyusu nih. Kenapa ya?”

Ketika bayi tidak mau menyusu, Anda mungkin merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Padahal ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi yang penting untuk perkembangannya.

Jika bayi mogok menyusu dalam waktu yang lama, maka mereka berpotensi mengalami kekurangan nutrisi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal yang mungkin belum Anda ketahui. Lantas, apa saja penyebab bayi tidak mau menyusu?

Penyebab bayi tidak mau menyusu

Masalah bayi yang enggan menyusu dapat terjadi secara tiba-tiba. Padahal mungkin sebelumnya ia tidak memiliki masalah apa pun seputar menyusu. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Bayi yang tidak menyusu akan memalingkan wajah atau menangis ketika Anda hendak menyusuinya.

Keadaan ini dapat terjadi bertahap atau tiba-tiba. Bayi mogok menyusu biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari, namun bisa juga berlangsung hingga 10 hari atau bahkan lebih. Beberapa penyebab bayi tidak mau menyusu, di antaranya:

  • Perubahan rasa ASI

Jika Anda baru-baru ini mengonsumsi banyak makanan pedas atau yang memiliki rasa kuat, maka rasa ASI Anda akan berubah dan mungkin tidak enak menurut bayi. Selain makanan, perubahan hormon ibu juga dapat mengubah rasa ASI. Mastitis (infeksi payudara) pun dapat membuat rasa ASI ibu menjadi lebih asin.

  • Hidung bayi tersumbat

Jika bayi menderita flu atau hal lain yang membuat hidungnya tersumbat, kondisi tersebut dapat membuat bayi tidak mau menyusu karena sulit bernapas. Bayi dapat merasa tidak nyaman dan rewel akibat kondisi ini.

  • Nyeri karena infeksi telinga atau tumbuh gigi

Gerakan mengisap yang dilakukan bayi ketika menyusu dapat memperparah rasa sakit akibat tumbuh gigi atau infeksi telinganya. Oleh sebab itu, bayi pun menjadi enggan untuk menyusu karena merasa kesakitan.

  • Sariawan

Sariawan merupakan salah satu hal umum yang dapat terjadi pada bayi. Adanya bercak putih di lidah atau mulut yang terlihat kasar dan terkadang berdarah, dapat membuat bayi kesakitan sehingga tidak mau menyusu.

  • Pascaimunisasi

Bekas suntikan atau rasa sakit pascaimunisasi terkadang bisa menyebabkan bayi tidak nyaman menyusu pada posisi tertentu. Rasa tidak nyaman ini memengaruhi bayi tidak mau menyusu.

  • Stres atau gangguan tertentu

Stres atau adanya gangguan tertentu dapat menyebabkan bayi mogok menyusu. Tertundanya pemberian ASI atau perpisahan yang lama dengan ibu dapat menyebabkan bayi rewel dan sulit menyusu.

Reaksi yang keras dari ibu ketika bayi menggigit puting juga bisa membuat bayi ketakutan dan enggan menyusu. Selain itu, gangguan berupa suara yang bising juga dapat membuat bayi mogok menyusu karena perhatiannya teralihkan.

  • ASI mengalir dengan deras dan kuat

ASI yang mengalir begitu banyak bisa membuat bayi kesulitan untuk menyusu dengan nyaman. Hal ini bisa menyebabkan bayi sulit menelan dengan baik sehingga tidak mau menyusu lagi, apalagi jika ia pernah tersedak.

  • Bayi mengalami tortikolis

Jika bayi hanya menyusu pada satu sisi, dan tidak mau menyusu di sisi lain, maka bayi mungkin mengalami tortikolis. Kondisi ini merupakan gangguan otot leher bayi di salah satu sisinya yang menyebabkan kepala miring, sehingga membuat ia merasa tidak nyaman atau sakit ketika menyusu pada posisi yang memengaruhi lehernya.

Cara mengatasi bayi tidak mau menyusu

Selama bayi tidak mau menyusu, pastikan untuk tetap memompa ASI. Hal ini dilakukan agar ASI keluar sehingga tidak tertahan di payudara sehingga memicu terjadinya mastitis, penurunan produksi ASI, ataupun masalah lain.

Bersabar dan berkonsultasilah pada dokter untuk menemukan jawaban yang tepat mengenai bayi tidak mau menyusu ini. Anda juga dapat bercerita pada ibu lain yang pernah mengalami hal sama.

Selain itu, terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bayi tidak mau menyusu:

  • Merangsang bayi untuk menyusu. Perah ASI ke mulut bayi atau oleskan pada permukaan bibirnya untuk mendorong bayi menyusu. Jika bayi menelannya, cobalah untuk menyusui bayi. Namun, bila bayi terlihat tidak menyukainya, hentikan dan coba lagi nanti.

  • Mengubah posisi menyusui. Cobalah berbagai posisi menyusui yang dapat membuat bayi nyaman dan mau menyusu. Jika hidung bayi tersumbat, pegangi bayi dengan posisi tegak selama menyusu. Ini dapat membuatnya lebih mudah untuk menyusu.

  • Atasi gangguan. Cobalah menyusui bayi di ruangan yang tenang tanpa gangguan. Ini dapat membuat bayi lebih fokus untuk menyusu karena tidak terganggu dan perhatiannya tidak teralihkan.

  • Kontak kulit ke kulit. Anda dapat menyusui bayi dengan kontak kulit ke kulit atau tidak mengenakan baju. Ini dapat meningkatkan minat bayi untuk menyusu karena merasa nyaman.

  • Atasi rasa sakit bayi. Jika bayi sakit karena tumbuh gigi, infeksi telinga, sariawan, pascaimunisasi, ataupun masalah lain yang membuatnya enggan untuk menyusu, maka periksakan bayi Anda pada dokter untuk menghilangkan rasa sakitnya.

  • Tidak bereaksi secara berlebihan ketika bayi menggigit puting. Jangan membuat reaksi yang keras, apalagi hingga membentak bayi, ketika bayi menggigit putting. Cukup selipkan jari Anda ke mulut bayi dengan cepat sehingga menghentikan isapannya.

  • Hindari makanan yang membuat rasa ASI berubah. Sebaiknya, jangan mengonsumsi makanan pedas atau memiliki rasa kuat yang dapat memengaruhi rasa ASI.

Setelah ibu melakukan cara-cara tersebut, bayi mungkin akan dapat kembali menyusu seperti semula. Namun, jika bayi masih tidak mau menyusu, sebaiknya segera bawa bayi Anda ke dokter untuk mengetahui penyebab lain yang mungkin dapat terjadi.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/breastfeeding-strike/faq-20058157
Diakses pada 14 Oktober 2019

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a8490/when-your-baby-wont-breastfeed
Diakses pada 14 Oktober 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/month-5/nursing-strikes.aspx
Diakses pada 14 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed