Berbagai Penyebab Bayi Sakit Perut, Bisa Jadi Tanda Keracunan


Bayi sakit perut umumnya disebabkan oleh kolik yang membuatnya menangis tanpa henti dengan suara melengking. Namun, sakit perut pada bayi juga bisa disebabkan oleh infeksi pada usus.

(0)
bayi sakit perut menangis dan rewelSakit perut pada bayi mungkin bisa menyebabkan masalah erius jika tidak segera ditangani
Bayi sakit perut seringkali disebabkan oleh penumpukan gas dalam perut (kembung) atau gangguan pencernaan seperti diare. Namun, sakit perut pada bayi juga bisa menjadi tanda kondisi penyakit tertentu yang butuh penanganan khusus. Perut yang sakit bisa menjadi tanda infeksi seperti keracunan makanan, sementara sakit perut terus menerus mungkin pertanda adanya peradangan usus. Maka itu, gejala sakit perut pada bayi haruslah menjadi perhatian orang tua.

Bayi sakit perut, apa saja penyebabnya?

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sakit perut biasanya lebih sering dialami pada anak usia 5 tahun lebih. Namun, sakit perut pada bayi mungkin saja terjadi meskipun orangtua lebih sulit menduganya karena bayi belum bisa mengutarakan keluhannya. Sakit perut pada bayi di bawah umur 4 tahun biasanya disebabkan oleh kolik. Gejala sakit perut ini bisa begitu hebat hingga membuat bayi menangis terus menerus dengan suara melengking yang kadang disertai dengan kembung dan muntah.Selain kolik, sakit perut pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya mulai dari infeksi bakteri, GERD, kembung, sembelit, hingga alergi makanan. Cara mengatasi sakit perut pada bayi juga bergantung pada penyebabnya.Berikut sejumlah faktor yang bisa menyebabkan bayi sakit perut.

1. Sembelit

Penyebab bayi sakit perut yang satu ini biasanya dikarenakan pola makan bayi yang berubah, misalnya saat bayi mulai makan makanan padat. Kekurangan serat hingga dehidrasi juga menjadi penyebab umum sembelit pada bayi.Saat bayi sembelit, si Kecil akan buang air besar lebih jarang dari biasanya dan mengalami rasa tidak nyaman saat BAB. Feses bayi juga akan keras, kering dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini akan menimbulkan rasa nyeri terutama pada perut bagian bawah.Untuk mengatasi sembelit pada bayi, cukupi asupan cairan harian si Kecil dengan ASI atau air putih jika ia sudah lebih dari 6 bulan. Jika bayi sudah mengenal MPASI, berikan makanan yang tinggi serat seperti oatmeal, pepaya, pir, hingga kacang polong.

2. Kembung

Kembung pada bayi biasanya ditandai rewel tanpa alasan yang jelas atau menarik-narik kakinya dan meregangkan tubuhnya.Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti terbentuknya gas dalam perut karena susu, menelan udara saat menangis hingga saat bayi mulai makan makanan padat dan mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya.Gas dalam perut pertanda usus bayi belum sepenuhnya berkembang dengan sempurna dan bakteri di saluran pencernaan bayi masih berkembang terutama dalam tiga bulan pertama.Untuk mengatasi kondisi ini, Anda dapat membantu bayi bersendawa dengan menjaganya tetap tegak saat menyusu dan menggosok perutnya dengan lembut.

3. Kolik

Bayi dikatakan mengalami kolik jika ia berusia kurang dari 5 bulan dan menangis secara berlebihan selama lebih dari tiga jam berturut-turut. Bayi kolik bisa menangis terus menerus dalam tiga hari atau lebih tanpa ada sebab yang jelas.Penyebab dari kolik belum dipastikan. Namun, para ahli menyebutkan kolik pada bayi disebabkan karena kontraksi usus yang menyakitkan. Sakit perut akibat kolik biasanya akan lebih hebat pada sore dan malam hari.Saat mengalaminya, bayi mungkin akan menangis terus menerus sembari mengeluarkan banyak gas dan menarik-narik kakinya.Ketika bayi mengalami gejala kolik seperti yang telah disebutkan, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

4. Flu perut

Flu perut atau gastroenteritis dapat disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang terkontaminasi pada makanan yang dikonsumsi anak. Ciri-ciri bayi sakit perut karena kondisi ini juga ditandai dengan muntah-muntah dan diare.Gastroenteritis adalah penyebab bayi sakit perut yang paling umum dan menular. Anak bisa terkena penyakit ini dengan hanya menyentuh sesuatu yang terkontaminasi kuman dan kemudian memasukkan tangannya ke mulut.Jika bayi Anda mengalami gejala flu perut maka segera bawa anak ke dokter. Selama proses penyembuhan, pastikan bayi mendapatkan bayi cairan untuk mencegah dehidrasi.

5. Infeksi saluran pernapasan bagian atas

Saat hidung bayi tersumbat atau sedang pilek, bayi mungkin juga mengalami sakit perut. Kondisi ini bisa disebabkan adanya infeksi pada saluran pernapasan bagian atas.Sebagian lendir yang dihasilkan dari infeksi tersebut menetes ke tenggorokan bayi dan dapat mengiritasi perutnya.Ketika mengalami kondisi ini, beberapa bayi dan anak akan muntah untuk mengeluarkan lendir dari perut mereka. Cara mengatasi sakit perut pada bayi karena infeksi saluran pernapasan bisa dengan membantu mengeluarkan lendir saat bayi pilek.

6. Alergi makanan

Selain sakit perut, alergi makanan juga dapat menyebabkan berbagai gejala ringan hingga berat lainnya termasuk muntah, diare, mengi, batuk, hidung tersumbat hingga gatal dan ruam.Saat anak alergi terhadap makanan, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi berlebihan terhadap makanan atau zat makanan tersebut dan memperlakukannya seperti kuman sehingga menyebabkan gejala alergi.Untuk mengatasi kondisi ini, perhatikan gejala alergi termasuk sakit perut pada bayi setiap si Kecil habis mengonsumsi makanan tertentu. Jika anak mengalami gejala alergi terus menerus dan semakin parah, segera bawa bayi ke dokter.

7. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa dapat terjadi pada bayi yang menyusu ASI, tapi ini jarang terjadi. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi laktase, enzim yang diperlukan untuk mencerna gula dalam susu sapi atau produk olahan susu lainnya.Selain menyebabkan bayi sakit perut, kondisi ini juga diiringi dengan diare, mual, kram perut hingga kembung. Saat bayi mengalami intoleransi laktosa, bayi bisa mengonsumsi susu maupun produk olahan susu yang bebas laktosa. 

8. Penyumbatan usus

Bayi sakit perut juga bisa menjadi tanda kondisi serius seperti penyumbatan usus atau obstruksi. Kondisi ini ditandai dengan gejala bayi tampak menggeliat kesakitan, menangis keras, muntah dan menarik-narik kakinya.Penyumbatan usus atau stenosis pilorus yang ditandai dengan muntah proyektil juga disebabkan oleh penebalan otot yang mengarah dari perut ke usus dua belas jari sehingga makanan tidak bisa melewatinya. Jika bayi mengalami kondisi ini, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

9. Radang usus buntu (appendicitis)

Radang usus buntu atau apendisitis akan menyebabkan nyeri perut dari pusar yang menjalar ke perut kanan bawah. Selain disertai dengan demam dan muntah, saat mengalami kondisi ini, perut bayi juga bisa tampak membengkak dan sensitif terhadap sentuhan.Radang usus buntu dapat disebabkan karena organ yang berada di ujung usus besar mengalami peradangan dan terinfeksi bakteri yang terperangkap di dalamnya.Biasanya kondisi ini disebabkan oleh tinja yang keras atau kelenjar getah bening besar yang menekannya. Namun demikian, radang usus buntu jarang terjadi pada bayi atau anak-anak.

10. Keracunan

Ciri-ciri bayi sakit perut akibat keracunan adalah nyeri perut yang disertai dengan muntah-muntah hingga diare. Anak dapat keracunan apapun mulai dari makanan hingga paparan zat kimia dari benda-benda yang masuk ke dalam mulutnya. Jika bayi keracunan, Anda perlu segera membawanya ke dokter untuk mencegah kondisi yang lebih berbahaya. Selain itu, cukupi cairan anak selama mengalami diare atau muntah-muntah agar tidak dehidrasi.

Ciri-ciri bayi sakit perut yang harus dibawa ke dokter

Sakit perut pada bayi mungkin bisa menyebabkan kondisi kesehatan serius jika tidak ditangani dengan segera. Oleh karenanya, Anda perlu memperhatikan ciri-ciri sakit perut yang dialami bayi untuk bisa menerka penyebabnya.Dikutip dari Harvard Medical School, segera bawa bayi ke dokter jika sakit perut yang dialaminya disertai dengan ciri-ciri seperti berikut:
  • Bayi menangis terus menerus tanpa henti dan tidak dapat dialihkan perhatiannya.
  • Ada darah pada feses bayi.
  • Muntah disertai darah atau muntah berwarna hijau.
  • Bayi mengalami gatal-gatal, tampak pucat, atau wajah bengkak.
  • Mengeluh sakit perut di bagian kanan bawah.
  • Demam atau tampak lebih mengantuk dari biasanya dan batuk parah.
  • Sakit perut terus menerus hingga menurunkan berat badan.
Guna mencegah bayi sakit perut, Anda perlu memastikan kebersihan setiap makanan dan minuman maupun kebersihan lingkungannya. Berikan bayi asupan ASI dan makanan pendamping yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut terkait masalah sakit perut bayi, Anda bisa konsultasikan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tumbuh kembang bayikolik pada bayidiare pada bayibayi menangisbayi sembelitsakit perutperkembangan bayi
WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/help-child-tummyache#2 Diakses pada 4 Januari 2021Baby Center. https://www.babycenter.com/health/conditions/stomach-ache-in-babies-and-toddlers_11529 Diakses pada 4 Januari 2021Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/blog/10-signs-childs-stomachache-serious-2017112112781 Diakses pada 4 Januari 2021Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/stomach-ache Diakses pada 4 Januari 2021Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Abdominal-Pains-in-Infants.aspx Diakses pada 4 Januari 2021IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-i Diakses pada 4 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait