4 Penyebab Bayi Muntah dari Hidung, Orang Tua Wajib Tahu


Penyebab bayi muntah dari hidung bisa jadi karena gumoh bersamaan dengan batuk dan bersin, atau karena menelan udara terlalu banyak. Agar tidak terjadi lagi, sendawakan bayi setelah menyusui.

(0)
Penyebab bayi muntah dari hidung adalah bayi terburu-buru saat menelan asupanPenyebab bayi muntah dari hidung biasanya disebabkan menelan terlalu cepat
Penyebab bayi muntah dari hidung perlu diketahui apakah normal atau tidak. Sebab, para orang tua kerap kaget bila bayi gumoh lewat hidung. Mengingat, lumrahnya, muntah keluar lewat mulut.Lantas, normalkah bayi muntah lewat hidung?

Bayi muntah lewat hidung, apakah normal?

Bayi gumoh lewat hidung sebenarnya normal. Bayi bisa muntah dari hidung bila mulutnya tertutup atau kepalanya sedang miring.Hidung dan tenggorokan adalah dua saluran yang tersambung menjadi satu di dalam mulut. Jadi, bukan tidak mungkin cairan dari perut yang mengalir balik ke atas bisa keluar melalui mulut atau hidung.Biasanya, gumoh dari hidung terjadi akibat refleks bayi yang belum tajam. Ia belum bisa mengendalikan dari mana muntahan tersebut keluar dan seberapa cepat semburannya keluar.Namun bila kondisi ini sering terjadi, Anda harus membawa Si Kecil ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan. Terlalu sering muntah lewat hidung dapat menandakan bayi memiliki kelainan tertentu pada katup perutnya.

Penyebab bayi muntah dari hidung

Makan sambil batuk menjadi penyebab bayi muntah dari hidung
Makan sambil batuk menjadi penyebab bayi muntah dari hidung
Meski pada umumnya kondisi ini normal, Anda tetap perlu mengetahui penyebab bayi muntah dari hidung, yaitu:

1. Bayi tidak fokus saat makan

Cara pemberian makan yang tidak tepat adalah penyebab bayi muntah dari hidung paling umum.Bayi bisa jadi tidak fokus makan karena ada hal lebih menarik di sekitarnya yang mengalihkan perhatian atau justru mengganggu bayi saat ia minum susu.Ketika Si Kecil tidak fokus misalnya ia sambil tertawa, ia bisa menelan dengan tidak tepat, misalnya menelan susu terlalu cepat atau terlalu banyak. Mungkin juga malah terlalu lambat dan membuatnya tersedak Jadi, ini membuat susu keluar dari hidung tanpa ia sadari.

2. Bayi menelan udara terlalu banyak

Penyebab bayi muntah dari hidung adalah adanya udara yang tertelan. Terkadang, bayi terburu-buru mengisap susu, terutama saat benar-benar lapar. Jadi, udara ikut masuk ke saluran napasnya ketika ia mengisap ASI. Saat ia bersendawa, udara bisa keluar dari tubuhnya melalui hidung.

3. Bayi gumoh saat batuk atau bersin

Bayi masih memiliki kontrol tubuh yang belum sepenuhnya sempurna, termasuk soal pengendalian refleksnya.Tak jarang, ketika mereka muntah atau gumoh dari mulut, bisa saja mereka langsung cegukan, batuk, atau bersin. Refleks inilah yang menjadi penyebab bayi muntah dari hidung.

4. Katup perut bayi belum sempurna

Perut dan kerongkongan bayi terhubung dengan katup bernama sfingter. Katup ini tentu belum bekerja secara maksimal seperti orang dewasa.Jadi, sfingter belum mampu menahan makanan dari perut dengan baik. Bila minum ASI berlebihan, ASI pun akan naik ke kerongkongan dan bisa keluar melalui hidung.Beberapa penyebab bayi muntah dari hidung lainnya adalah:
  • Pyloric stenosis, yaitu otot perut bawah membesar sehingga asupan tidak dapat berlanjut ke usus kecil. Menurut penelitian terbitan National Center for Biotechnology Information, bayi akan muntah menyembur (muntah proyektil) pada usia 3-6 minggu.
  • Intususepsi, yaitu usus saling tumpang tindih sehingga menghalangi asupan
  • Flu perut atau gastroenteritis, penyakit akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit
  • Alergi makanan.
  

Cara mengatasi bayi muntah lewat hidung

Hindari terlentang saat makan atau menyusui agar tidak muntah dari hidung
Hindari terlentang saat makan atau menyusui agar tidak muntah dari hidung
Penyebab bayi muntah dari hidung bisa dicegah bila Anda melakukan beberapa hal ini:

1. Amati posisi tidur Si Kecil

Bayi gumoh mampu menyebabkan tersedak. Salah satu alasannya karena ia tidur terlentang saat minum ASI.Jadi, untuk bayi yang belum bisa duduk, setelah menyusu, gendong ia menghadap belakang dan tepuk lembut punggungnya hingga ia sendawa.Jika anak sudah bisa duduk, posisikan ia duduk ketika menyusui dan beberapa saat setelahnya.

2. Hindari pakaian bayi terlalu ketat

Pakaian yang ketat mampu menekan perut bayi. Jadi, ada kemungkinan ASI yang sudah dikonsumsi akan keluar sehingga bayi gumoh. Sebaiknya, berikan pakaian longgar atau selimut dan popok setelah ia minum susu.

3. Sendawakan bayi setelah minum ASI

Bayi masih belum punya kontrol untuk sendawa secara mandiri. Sebab, kendali ototnya masih belum kuat seperti orang dewasa. Bila bayi sendawa, udara yang masuk pun segera keluar sehingga kemungkinan bayi gumoh lewat hidung pun berkurang.

4. Tegakkan bayi saat menyusui

Pastikan Anda memosisikan si kecil agar tegak atau duduk tegap saat dan setelah menyusui. Hal ini mempercepat susu segera masuk ke saluran pencernaan sehingga mengurangi risiko susu naik lagi ke kerongkongan.

5. Pastikan lingkungan menyusui nyaman

Ciptakan suasana yang tenang sehingga mengurangi risiko bayi teralihkan. Anda bisa memilih berada di yang hanya ada Anda dan si kecil tanpa suara tambahan, seperti musik keras.

6. Beri susu secukupnya

Berikan ASI secukupnya agar tubuhnya mampu menampung ASI sehingga tidak muntah dari hidung
Berikan ASI secukupnya agar tubuhnya mampu menampung ASI sehingga tidak muntah dari hidung
Bayi akan tetap menunjukkan tanda bayi kenyang ASI, seperti menghindari puting Anda atau tidak mau membuka mulut. Bila demikian, sebaiknya hentikan menyusui. Terlalu banyak susu membuatnya tidak kuat menahannya sehingga ia bisa muntah melalui hidung.

7. Beri susu tepat waktu

Bila Anda terlambat memberikan ASI, ia akan kelaparan sehingga mengisap ASI terburu-buru. Hal ini akan membuat si kecil menelan terlalu banyak dalam waktu yang singkat sehingga ia bisa muntah.

Kapan harus ke dokter

Bawa ke dokter jika bayi muntah dari hidung disertai dengan demam
Bawa ke dokter jika bayi muntah dari hidung disertai dengan demam
Bila Anda menemukan penyebab bayi muntah dari hidung, sebaiknya bawa segera bayi ke dokter anak bila ada gejala penyakit pada bayi lainnya, seperti:
  • Bayi dehidrasi
  • Berat badan menurun
  • Muntah menyembur
  • Warna muntah kuning kehijauan
  • Darah pada muntahan dan kotoran bayi
  • Tidak mau menyusui
  • Muntah tidak berhenti selama 2 hari
  • Bayi demam.
Muntah bisa jadi menandakan adanya penyakit tertentu pada bayi.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait penyebab bayi muntah dari hidung, Anda bisa konsultasikan gratis dengan dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuibayimuntahanak muntahmerawat bayi
Firstcry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/baby-spit-up-through-nose-is-it-normal/#Why_Do_Babies_Spit_up_Through_Their_Nose Diakses pada 28 April 2021Babycenter. https://www.babycenter.com/baby/newborn-baby/why-babies-spit-up_1765 Diakses pada 28 April 2021Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/picture-of-the-esophagus Diakses pada 28 April 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/baby-throwing-up Diakses pada 28 April 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intussusception/symptoms-causes/syc-20351452 Diakses pada 28 April 2021Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis Diakses pada 28 April 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555931/ Diakses pada 28 April 2021Babycentre. https://www.babycentre.co.uk/a536689/vomiting-in-babies-whats-normal-and-whats-not Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait