Penyebab Rambut Bayi Tumbuh Tidak Rata Bahkan Botak Beserta Cara Menumbuhkannya


Beberapa bayi terlahir dengan rambut yang lebat, dan beberapa lainnya tipis atau bahkan botak. Bayi yang botak selama 6 bulan pertama masih dianggap normal. Termasuk jika tumbuhnya tidak rata. Ini berhubungan dengan kebiasaan bayi yang belum bisa melakukan banyak aktivitas.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
bayi botak tidak rataBayi botak tidak rata di masa awal kelahiran adalah hal yang normal
Mungkin Anda sering bertanya-tanya dan khawatir kenapa bayi botak, bahkan sejak lahir? Normalkah kondisi tersebut? Wajar jika Anda ingin mengetahuinya dan memberikan yang terbaik untuk si kecil. Untuk mengetahui penyebab dan cara menumbuhkan rambut bayi yang botak, simak ulasan berikut ini. 

Penyebab rambut bayi botak 

Setiap bayi baru lahir memiliki kondisi rambut yang berbeda-beda. Ada yang lebat begitu lahir, tapi tak sedikit juga yang tipis tipis, botak, bahkan hanya tumbuh sebagian. Anda tidak perlu khawatir jika bayi botak saat lahir atau tumbuh sebagian hingga usia beberapa bulan. Hal ini normal terjadi. Banyak faktor yang menjadi penyebab rambut bayi botak atau tumbuh tidak rata di beberapa bagian. Berikut ini beberapa penyebab kenapa bayi botak atau bahkan tumbuhnya tidak rata.

1. Genetik

Genetik atau faktor keturunan memainkan peran penting dalam pembentukan janin, termasuk warna dan jumlah rambut bayi saat lahir. Pada umumnya, rambut bayi akan tumbuh di minggu ke-30 kehamilan. Jika rambut bayi mulai tumbuh sejak di dalam rahim, mereka kemungkinan akan lahir dengan rambut di kepala. Sebagian besar proses ini dipengaruhi oleh genetik. Orang tua dengan rambut tipis kemungkinan besar juga memiliki anak dengan rambut tipis. Jadi, jangan khawatir jika pertumbuhan rambut belum terjadi di dalam rahim dan bayi terlahir botak. Ini adalah hal yang normal. 

2. Hormon 

Hormon juga berperan dalam ketebalan rambut yang dimiliki bayi saat lahir. Di dalam rahim, tingginya kadar hormon bisa mempercepat pertumbuhan rambut. Ini yang menyebabkan beberapa bayi terlahir dengan rambut lebat.Akan tetapi, bayi yang rambutnya lebat mungkin saja menipis dan rontok saat telah dilahirkan. Ini karena ketika lahir, kadar hormon berkurang. Jadi, pertumbuhan rambut bayi pun melambat dan akan terjadi siklus pertumbuhan baru. Selama 6 bulan pertama, bayi mungkin mengalami kerontokan. Namun, Anda tak perlu khawatir rontoknya ini akan menyebabkan kebotakan pada bayi, karena akan dibarengi dengan pertumbuhan rambut baru. 

3. Gesekan atau tekanan di kulit kepala 

Mungkin Anda sering mendapati bayi botak sebagian di bagian belakang kepala. Tak perlu cemas, ini adalah hal yang normal.Salah satu penyebab bayi mengalami botak tidak rata adalah karena seringnya rambut atau kulit kepala bergesekan dengan permukaan, seperti kasur, bantal, atau gendongan. Terlebih pada usia awal karena bayi kebanyakan hanya tiduran. Akan tetapi, kebotakan ini akan berangsur hilang seiring dengan perkembangan bayi yang mulai bisa berguling, memiringkan tubuh, hingga tengkurap. 

4. Telogen effluvium 

Telogen effluvium merupakan fase istirahat yang membuat pertumbuhan rambut terhenti sejenak setelah lahir. Ini adalah penyebab bayi botak yang normal terjadi dan rambut pun bisa kembali tumbuh. Telogen effluvium masih berkaitan dengan pengaruh hormonal. Bayi memiliki folikel di kulit kepala sebagai tempat tumbuh rambut, bahkan sejak dalam kandungan. Pengaruh hormonal dalam rahim membuat rambut tumbuh.Saat lahir, hormon pun berkurang sehingga pertumbuhan rambut melambat bahkan terhenti. Inilah yang disebut dengan telogen effluvium. 

5. Cradle cap

Cradle cap termasuk dermatitis seboroik yang terjadi pada kulit kepala bayi. Kondisi ini menimbulkan bercak kemerahan, kerak, sisik, dan kondisi berminyak. Cradle cap bisa menyebabkan rambut bayi rontok dan pertumbuhannya terganggu. 

6. Kurap

Berbeda dengan cradle crap yang tidak menular, kurap yang terjadi pada kulit kepala bayi bisa menular. Ini terjadi karena infeksi jamur kulit kepala yang bisa menyebabkan kerontokan rambut. Kurap sering kali menimbulkan ruam merah dan bersisik di kulit kepala. 

7. Alopecia areata

Dikutip dari jurnal Pediatric Dermatology, meski sangat jarang terjadi, alopecia areata merupakan salah satu penyebab rambut bayi botak di beberapa bagian berbentuk lingkaran. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi kurang dari 6 bulan. Alopecia areata terjadi karena cacat pada sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel rambut yang sehat. 

Cara menumbuhkan rambut bayi yang botak

Pertumbuhan rambut bayi merupakan proses alamiah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan rambut bayi. Ada anggapan di masyarakat bahwa mencukur rambut bayi sampai botak bisa membuatnya tumbuh lebih lebat. Hal ini adalah mitos dan tidak didukung bukti ilmiah. Mencukur habis atau memotong rambut bayi tidak akan membuatnya tumbuh kembali dengan cepat dan tebal. Untuk membantu mempercepat pertumbuhan rambut bayi yang botak, beberapa cara menumbuhkan rambut yang bisa Anda lakukan, antara lain:
  • Hindari terlalu banyak berbaring. Botak di bagian belakang kepala terjadi karena bayi terlalu sering berbaring terlentang. Beri kesempatan bayi untuk mengangkat kepala atau tengkurap. Ini sekaligus membantunya melatih otot perut (tummy time). Anda juga dapat menggendongnya dengan tegak.
  • Menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Cucilah kulit kepala atau rambut bayi beberapa kali dalam seminggu, tidak perlu setiap hari. Gunakan sampo dan kondisioner berbahan ringan untuk mencegah iritasi. 
  • Gosok kulit kepala dengan lembut. Menggosok kulit kepala bayi terlalu keras bisa menyebabkan kerusakan atau kerontokan, bahkan iritasi. Usap lembut kepala bayi saat mengeramasinya. Anda juga bisa menggunakan handuk atau waslap berbahan lembut.
  • Menggunakan minyak rambut bayi. Memijat kulit kepala bayi dengan minyak kelapa setelah mandi bisa menjadi cara menumbuhkan rambut bayi yang botak. Minyak kelapa atau minyak nabati seperti minyak zaitun mengandung vitamin E yang membantu merangsang pertumbuhan dan mengurangi kerusakan kulit kepala dan rambut bayi. Namun, pastikan bayi Anda tidak alergi. Opsi lainnya, Anda bisa menggunakan beberapa produk perawatan bayi khusus untuk menumbuhkan rambut.
  • Menggunakan gelatin. Gelatin termasuk asam amino yang mampu merangsang pertumbuhan rambut. Mengoleskan dan memijat kulit kepala bayi dengan gelatin bisa menjadi cara menumbuhkan rambut bayi yang botak.
  • Mengobati cradle cap. Jika kerontokan rambut bayi atau botaknya disebabkan oleh dermatitis seboroik atau cradle cap, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui perawatan yang tepat. Membersihkan kerak di kulit kepala bayi yang mengalami cradle cap juga dapat mempercepat pertumbuhan rambut. 
  • Makan makanan bergizi. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Pastikan bayi Anda mendapatkan ASI eksklusif. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, pilihlah susu formula yang mengandung gizi lengkap, bahkan ketika bayi sudah mulai MPASI atau makanan padat. Mengingat gizi ASI juga dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu, pastikan untuk selalu makan makanan untuk ibu menyusui yang kaya gizi.

Catatan dari SehatQ

Setiap bayi baru lahir memiliki kondisi rambut yang berbeda-beda. Bayi botak merupakan hal yang normal terjadi, termasuk ketika kebotakannya tidak rata. Beberapa cara menumbuhkan rambut si kecil bisa Anda coba untuk merangsang pertumbuhannya. Jika setelah 6 bulan bayi belum menunjukkan pertumbuhan rambut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran perawatan yang sesuai dengan kondisi dan penyebab yang mendasarinya. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter seputar penyebab dan cara menumbuhkan rambut bayi botak melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
bayi & menyusuitumbuh kembang bayikepala bayibayi baru lahir
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-make-baby-hair-grow#at-birth
Diakses pada 29 Oktober 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/newborn-hair.aspx
Diakses pada 29 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-hair-loss#treatment
Diakses pada 29 Oktober 2021
Pediatric Dermatology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1046/j.1525-1470.2002.00034.x?sid=nlm%3Apubmed
Diakses pada 29 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait