8 Penyebab Batuk Setelah Makan, Kapan Dianggap Bahaya?


Terbatuk adalah cara tubuh mengeluarkan benda asing atau iritan dari sistem pernapasan. Namun jika sering batuk setelah makan, apa sebabnya?

(0)
16 Nov 2020|Azelia Trifiana
Sering batuk setelah makan bisa menjadi indikasi penyakit tertentuSering batuk setelah makan bisa menjadi indikasi penyakit tertentu
Seakan misteri, ada orang yang selalu atau sering batuk setelah makan. Jika sering bersin saat kenyang bisa berarti gustatory rhinitis dan snatiasi, pemicu batuk lebih beragam. Mulai dari naiknya asam lambung, asma, disfagia, hingga reaksi alergi.Terbatuk adalah cara tubuh mengeluarkan benda asing atau iritan dari sistem pernapasan. Sebagian besar pemicunya dapat teratasi dengan mengubah pola makan atau konsumsi obat tertentu.

Penyebab batuk setelah makan

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang terbatuk terutama di waktu makan adalah:

1. Naiknya asam lambung

Asam lambung naik terjadi ketika cairan di lambung kembali naik ke esofagus. Penyebabnya adalah karena otot di bawah esofagus yang disebut esophageal sphincter tidak menutup rapat. Konsekuensinya, makanan atau minuman kembali naik ke esofagus dan menyebabkan iritasi.Selain batuk, kondisi ini bisa menyebabkan munculnya gejala lain seperti panas dalam, rasa pahit di belakang tenggorokan, rasa asam di mulut, dan sensasi seperti terbakar di dada.

2. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Ini adalah kondisi naiknya asam lambung yang lebih parah. Gejala yang umum menyertainya adalah batuk kronis, utamanya setelah makan.Seseorang dikatakan memiliki GERD apabila terjadi cukup sering, setidaknya dua kali dalam sepekan. Gejala lain yang menyertai adalah mual, muntah, kesulitan menelan, bernapas dengan frekuensi tinggi, serta sendawa terus menerus.

3. Laryngopharyngeal reflux (LPR)

LPR disebut juga silent reflux karena gejalanya tidak sama seperti naiknya asam lambung biasa. Pada orang yang mengalami LPR, asam lambung akan naik ke esofagus, naik ke laring, hingga hidung. Itu sebabnya, LPR kerap disertai batuk baik saat makan maupun sesudahnya.Tak hanya itu, batuk juga bisa terjadi saat bangun tidur, berbicara, atau tertawa. Gejala lain dari LPR adalah suara serak, terus menerus berdeham, dan sensasi cairan mengalir dari hidung ke belakang tenggorokan.

4. Infeksi pernapasan

wanita memegang dada
Batuk setelah makan yang terjadi terus menerus bisa juga merupakan indikasi infeksi yang tidak benar-benar sembuh. Ciri-cirinya adalah batuk kering yang menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Akibatnya, batuk akan terus menjadi-jadi.Lebih jauh lagi, siklus terjadinya batuk dan peradangan membuat penyembuhan lebih sulit. Biasanya, dokter akan meresepkan obat anti-peradangan untuk meredakan gejalanya.

5. Asma

Penyakit kronis yang menyerang paru-paru ini bisa menyebabkan dada terasa sesak, bernapas dengan frekuensi tinggi, dan batuk. Asma tak selalu muncul sejak masih kecil, bisa juga diderita saat sudah dewasa. Batuk akibat asma umumnya menjadi semakin buruk saat larut malam atau pagi hari.

6. Alergi makanan

Seseorang bisa memiliki reaksi alergi terhadap makanan tertentu pada usia berapapun. Bahkan, bisa saja merasa alergi pada makanan yang sebelumnya aman-aman saja saat dikonsumsi. Ciri-ciri alergi akibat makanan adalah reaksinya muncul dalam waktu dua jam kemudian.Gejala alergi berbeda-beda pada tiap orang. Terkadang, gejalanya juga berkaitan dengan sistem pernapasan dan menyebabkan batuk. Alergi yang lebih parah bisa menyebabkan anaphylaxis, kondisi mengancam nyawa yang membuat seseorang sulit bernapas.

7. Disfagia

Salah satu penyebab makanan terasa nyangkut di dada adalah disfagia. Penderitanya perlu waktu lebih lama untuk memindahkan makanan dan minuman ke perut, bahkan menelan terasa sangat sakit. Konsekuensinya, orang dengan disfagia kerap terbatuk atau tersedak saat menelan.Ada banyak hal yang menyebabkan disfagia, termasuk naiknya asam lambung dan GERD. Jika masih ringan, gerakan olahraga ringan dapat membantu meredakannya.

8. Pneumonia aspirasi

Terkadang, bagian kecil dari makanan dan minuman terhirup ke paru-paru dan berpotensi mendatangkan bakteri. Normalnya, paru-paru akan membersihkan hal ini dengan sendirinya. Namun jika tidak, bakteri dapat menyebabkan masalah serius disebut pneumonia aspirasi.Orang yang memiliki disfagia atau kerap mengalami asam lambung naik lebih berisiko mengalaminya. Gejala dari pneumonia aspirasi yang cukup khas adalah batuk berdahak setelah makan. Selain itu, ada produksi lendir yang berwarna kehijauan atau berdarah.

Makan dengan perlahan dan banyak minum dapat mencegah batuk yang mengganggu. Apabila diduga berkaitan dengan alergi, catat apa saja makanan yang bisa menjadi pemicu. Ingat pula untuk tidak makan atau minum ketika sedang batuk karena dapat mengakibatkan tersedak.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar batuk setelah makan dan hal yang menjadi pemicunya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi saluran pernapasanradang saluran pernapasangerd
Healthline. https://www.healthline.com/health/cough-after-eating
Diakses pada 30 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321189
Diakses pada 30 Oktober 2020
Asthma. https://asthma.net/living/after-eating-cough/
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait