Inilah Penyebab Batuk Berdarah yang Tidak Boleh Anda Sepelekan

Batuk berdarah merupakan suatu gejala dari kondisi tertentu
Salah satu penyebab batuk berdarah adalah bronkiektasis.

Ketika mengalami batuk berdarah, orang-orang mungkin akan berpikir bahwa kondisi ini disebabkan oleh penyakit serius. Batuk berdarah merupakan suatu gejala dari kondisi tertentu, mulai dari yang sifatnya ringan hingga parah. Ada berbagai kondisi yang menjadi penyebab batuk berdarah. Salah satunya adalah bronkiektasis.

Bronkiektasis sebagai penyebab batuk berdarah

Bronkiektasis merupakan kondisi melebarnya saluran udara secara abnormal akibat rusaknya dinding saluran udara. Kerusakan dinding saluran udara tersebut bisa mengenai pembuluh darah di sekitarnya sehingga menyebabkan Anda mengalami batuk berdarah.

Tingkat keparahan batuk berdarah yang terjadi dapat dilihat dari jumlah darah yang keluar dalam satu hari. Batuk berdarah disebut ringan bila jumlahnya kurang dari 200 ml, atau setara dengan satu gelas air mineral kemasan. Sementara, jika darah yang dikeluarkan lebih dari itu, maka batuk berdarah yang dialami tergolong berat.

Selain itu, pada bronkiektasis, kemampuan saluran udara membersihkan lendir juga secara perlahan hilang sehingga menyebabkan lendir menumpuk dan terkadang menjadi dahak yang keluar bercampur dengan darah.

Lendir yang menumpuk di paru-paru menjadi lingkungan yang disenangi bakteri untuk tumbuh sehingga penderitanya juga berisiko mengalami infeksi paru-paru yang serius.

Bronkiektasis biasanya terjadi sebagai akibat dari infeksi yang melukai dinding saluran udara. Oleh sebab itu, batuk berdarah yang disebabkan oleh bronkiektasis bisa menjadi tanda adanya infeksi.

[[artikel-terkait]]

Berbagai penyebab batuk berdarah lainnya

Tak hanya bronkiektasis, terdapat beberapa kemungkinan penyebab lain dari batuk berdarah. Beberapa dari kondisi berikut tergolong serius sehingga membutuhkan penanganan segera. Penyebab-penyebab batuk berdarah tersebut, antara lain:

  • Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada satu atau kedua paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini menyebabkan peradangan di kantung udara pada paru-paru Anda sehingga terisi cairan atau nanah. Kondisi ini dapat menyebabkan dahak, batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, dan demam.

  • Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis adalah infeksi yang sangat menular dan menyerang paru-paru. TBC dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti otak dan tulang belakang. Penyakit ini bisa menyebabkan batuk berkepanjangan, batuk berdarah, nyeri dada, kelelahan, demam, dan hilangnya nafsu makan. TBC adalah penyebab batuk berdarah yang paling umum di dunia.

  • Bronkitis

Bronkitis merupakan kondisi peradangan di paru-paru yang menyertai penyakit-penyakit karena virus, seperti flu. Bronkitis bisa juga disebabkan oleh bakteri, paparan asap rokok, dan iritasi zat kimia. Penyakit ini dapat mengakibatkan dahak, batuk berdarah, kelelahan, mengi, sesak napas, dan nyeri dada.

  • Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan pembuluh darah di paru-paru. Penyumbatan tersebut dapat menghalangi aliran darah yang normal. Emboli paru bisa menyebabkan Anda batuk berdarah, sulit bernapas, nyeri di dada atau punggung bagian atas, hingga pembengkakan di kaki.

  • Kanker paru-paru

Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum. Pada tahap awal, kanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, dalam perkembangannya, penyakit ini juga bisa menimbulkan batuk berdarah, batuk terus menerus, nyeri saat bernapas atau batuk, kelelahan, dan sesak napas.

[[artikel-terkait]]

Mengatasi batuk berdarah

Untuk batuk berdarah yang disebabkan oleh masalah tidak serius, kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya. Sementara, bagi kondisi batuk berdarah yang diakibatkan oleh masalah serius, dibutuhkan penanganan medis untuk mengobatinya. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami kondisi berikut:

  • Terdapat dahak bercampur darah yang parah, berlangsung lama, datang dan pergi, serta semakin memburuk
  • Jumlah darah yang keluar ketika batuk banyak.
  • Nyeri dada
  • Demam tinggi
  • Napas pendek
  • Berkeringat di malam hari
  • Berat badan turun

Perhatikan kondisi batuk berdarah yang Anda alami, namun jangan menyimpulkan penyebabnya sendiri. Segera periksakan diri Anda ke rumah sakit atau klinik terdekat, agar dokter dapat mendiagnosis penyebab batuk berdarah dengan tepat.

Mengatasi batuk berdarah tergantung pada penyebabnya. Beberapa obat atau prosedur medis mungkin diperlukan jika batuk berdarah yang Anda alami terbilang serius.

Selain itu, sebaiknya Anda juga berhenti merokok atau hindari paparan asap rokok. Hindari pula beraktivitas di lingkungan yang memiliki polusi udara tinggi karena dapat membahayakan paru-paru Anda. Menjaga kesehatan paru-paru sangatlah penting agar Anda terhindar dari batuk berdarah.

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/coughing-up-blood
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pneumonia
Diakses pada Juli 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/coughing-up-blood/
Diakses pada Juli 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/bronchiectasis/symptoms/
Diakses pada Juli 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/pulmonary-embolism/
Diakses pada Juli 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/lung-cancer/
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/coughing-up-blood#1
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/ss/slideshow-bronchitis-overview
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics#1
Diakses pada Juli 2019

NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/bronchiectasis
Diakses pada Juli 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/batuk-darah-pada-anak
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed