9 Penyebab Badan Lemas dan Gejala Lain yang Harus Diwaspadai

Tubuh lemas yang berlangsung jangka panjang perlu pemeriksaan medis agar penyebab badan lemas bisa diketahui
Rasa lemas bisa terjadi di seluruh tubuh seperti sedang terkena flu

Badan lemas tak hanya perasaan lelah secara fisik, tapi juga kesulitan untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh tertentu karena tidak adanya energi. Penyebab badan lemas bisa merupakan penyakit atau kelainan pada saraf.

Rasa lemas mungkin hanya memengaruhi anggota gerak (seperti tangan dan kaki), tapi bisa pula berdampak pada seluruh tubuh. Badan lemas juga dapat terjadi untuk sementara maupun ada lemas yang kronis dan menetap.

Untuk mengetahui penyebabnya, perlu mengenali gejalanya terlebih dulu. Dengan ini, dokter pun dapat melakukan proses diagnosis yang diperlukan.

Gejala badan lemas dan proses diagnosis yang diajurkan

Seperti yang disebutkan di atas, rasa lemas bisa terjadi pada bagian tubuh tertentu saja maupun seluruh anggota tubuh. Berikut penjelasannya:

  • Badan lemas yang terisolasi

Kondisi ini meliputi rasa lemas hanya terjadi di bagian tubuh tertentu. Gejalanya adalah sulit menggerakkan anggota tubuh tersebut dengan sempurna, gerakan yang melambat, lingkup gerak tidak maksimal, anggota badan mengalami tremor atau gemetar saat digerakkan, serta terjadi kram atau kedutan di otot

  • Badan lemas seluruh tubuh

Sesuai namanya, rasa lemas ini menyerang seluruh tubuh. Anda akan merasakan tidak ada energi untuk bergerak, mirip dengan kondisi tubuh saat kita terkena flu atau penyakit infeksi lain. Gejala ini biasanya juga diiringi demam, gejala-gejala mirip flu, dan sakit otot. 

Ketika memeriksakan diri, dokter biasanya akan menanyakan gejala-gejala lain yang mengiringi badan lemas dan kapan gejala mulai dirasakan. Sampel darah atau urine mungkin saja diperlukan untuk pemeriksaan di laboratorium.

Jika ada rasa sakit, dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan dengan X-ray, MRI, CT scan, atau USG. Langkah-langkah ini akan memberikan gambaran lebih jelas dari area yang terasa sakit.  

Dengan diagnosis yang cermat, penyebab badan lemas bisa diketahui dan pengobatan dapat dilakukan dengan tepat guna.

9 kondisi medis penyebab badan lemas

Beberapa penyakit berikut ini bisa menimbulkan gejala berupa badan lemas dan pelemahan otot:

  • Penyakit Addison

Penyakit ini terjadi ketika kelenjar adrenal tidak memproduksi hormon kortisol dan aldosteron dalam jumlah yang cukup.

Gejala utama penyakit Addison adalah badan lemas dan hilangnya nafsu makan. Sementara indikasi lainnya bisa berupa kelelahan kronis, penurunan berat badan, dan sering sakit perut. 

  • Anemia

Kurangnya sel darah merah seringkali menjadi penyebab badan lemas. Pemicu paling sering dari anemia adalah kekurangan zat besi.

Selain badan lemas, gejala-gejala anemia meliputi kepala terasa ringan, sakit kepala, kaki dan tangan terasa dingin, denyut jantung tak teratur, dan sesak napas

  • Ketidakseimbangan elektrolit tubuh

Fungsi elektrolit tubuh adalah mendukung fungsi normal dari otot, saraf, jantung, dan otak. Kadar elektrolit (seperti kalsium, kalium, sodium, dan magnesium) yang tidak seimbang bisa menjadi penyebab badan lemas. 

Ketidakseimbangan kadar elektrolit umumnya disebabkan oleh kehilangan terlalu banyak cairan tubuh akibat diare dan muntah-muntah atau berkeringat sangat banyak. Menjalani pengobatan dengan kemoterapi, antibiotic atau imunosupresan juga bisa berdampak pada keseimbangan kadar elektrolit tubuh. 

 

  • Diabetes

Penyakit diabetes disebabkan oleh tubuh yang kekurangan insulin atau saat tubuh mengalami resistensi insulin. Sebagai akibatnya, tubuh tidak bisa memproses insulin dengan sempurna.

Kondisi tersebut kemudian bisa menimbulkan kerusakan pada saraf dan gejala badan lemas, otot lemah, gangguan gerak, serta cepat lelah. 

  • Hipotiroid

Hipotiroid terjadi karena kelenjar tiroid yang kurang aktif, sehingga tidak cukup memproduksi hormon tiroid.

Hormon tiroid berfungsi mengatur metabolisme dalam tubuh. Akibat kadar hormon tiroid yang kurang, metabolisme tubuh akan melambat, menjadi kurang energi, dan badan lemas. 

Gejala-gejala lain dari kondisi hipotiroid meliputi kenaikan berat badan, rambut dan kulit yang kering, siklus menstruasi tidak teratur, gangguan kesuburan, denyut jantung melambat, serta sakit pada otot dan persendian. 

  • Gangguan tidur

Masalah gangguan tidur, seperti insomnia, juga bisa jadi salah satu penyebab badan lemas, kelelahan, dan mengantuk pada siang hari. 

  • Gangguan pada saraf

Beberapa kondisi medis yang memengaruhi kinerja saraf bisa jadi penyebab badan lemas jangka panjang. Pasalnya, gangguan ini akan berpengaruh pada penyampaian pesan dari saraf ke otot, sehingga otot tidak bisa digerakkan dengan optimal. 

  • Penyakit ginjal

Gangguan pada ginjal juga bisa jadi penyebab badan lemas akibat menumpuknya sisa metabolisme (misalnya, keratin) di otot.

  • Sindrom kelelahan kronis

Ketika pemeriksaan medis tidak menemukan penyakit yang menjadi penyebab badan lemas, pasien biasanya akan didiagnosis dengan sindrom kelelahan kronis. Penderita sindrom ini memang mengalami badan lemas dan lelah luar biasa, gangguan tidur, pelemahan otot, rasa sakit, pusing, dan sulit konsentrasi.  

Penyebab badan lemas karena berbagai kondisi medis di atas akan lebih cepat diatasi jika kita cepat menyadari gejala-gejala yang terjadi dan segera berobat ke dokter. Jangan sampai kondisi Anda terus berlanjut hingga semakin parah.

Healthline:https://www.healthline.com/health/weakness
Diakses pada 30 Agustus 2019

Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325876.php
Diakses pada 30 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed