logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Memahami Penyebab BAB Berdarah dan Cara Mengatasinya

open-summary

Penyebab BAB berdarah dapat berupa wasir, angiodisplasia, fisura ani, polip, hingga kolitis iskemik. Secara umum, kondisi ini dapat disertai dengan nyeri perut, muntah, rasa lemah, sampai sesak napas.


close-summary

18 Agt 2022

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Penyebab BAB berdarah tidak boleh diremehkan.

Penyebab BAB berdarah cukup beragam, di antaranya wasir, fisura ani, hingga polip.

Table of Content

  • Jenis BAB berdarah
  • Apa penyebab BAB berdarah?
  • Apakah BAB berdarah bisa sembuh sendiri?
  • Kapan harus ke dokter?
  • Cara mendiagnosis BAB berdarah
  • Cara mencegah BAB berdarah

Munculnya darah pada feses dapat menandakan adanya perdarahan di saluran pencernaan. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena bisa mengindikasikan penyakit serius. Untuk membantu Anda memahaminya, simak berbagai penyebab BAB berdarah dan cara mengatasinya.

Advertisement

Jenis BAB berdarah

Ada dua jenis perdarahan di saluran pencernaan yang umumnya menjadi penyebab berak darah, yaitu hematochezia dan melena.

Keduanya dibedakan dari warna darah dan lokasi perdarahannya.

  • Hematochezia

Hematochezia ditandai dengan warna darah yang merah terang. Kondisi ini terjadi ketika usus besar mengalami perdarahan.

Usus besar letaknya tidak jauh dari anus sehingga darah yang keluar masih segar. Sementara itu, darah dapat tercampur dengan feses ataupun terpisah.

Dibandingkan dengan melena, hematochezia cenderung menyebabkan perdarahan kecil.

  • Melena

Melena mengakibatkan feses berwarna hitam legam seperti tinta pulpen dan bertekstur lembek. Di samping itu, feses yang keluar bisa terlihat dan terasa lengket.

Darah menjadi gelap karena harus berjalan lebih jauh melalui saluran pencernaan. Ketika sampai pada anus, darah telah terdeoksigenasi dan warnanya berubah menjadi gelap.

Apa penyebab BAB berdarah?

penyebab BAB berdarah dapat disebabkan oleh kerusakan pada saluran pencernaan atas
Penyebab BAB berdarah cukup beragam, mulai dari yang ringan hingga berat. 

Wasir adalah penyebab feses berdarah yang paling sering terjadi. Selain itu, ada berbagai kondisi lain yang bisa memicu masalah ini.

1. Kerusakan pada saluran pencernaan atas

Penyebab pup berdarah yang pertama adalah kerusakan atau masalah lain yang menyerang lambung atau kerongkongan.

Bila ini kasusnya, darah yang keluar dapat terlihat lebih hitam karena perjalanannya menuju anus cukup jauh.

Sebelum memberikan obat-obatan atau melakukan penanganan, dokter perlu mencari tahu dulu hal apa yang menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan atas.

2. Fisura ani

Fisura ani adalah robekan pada dinding anus. Kondisi ini biasanya disebabkan konstipasi atau karena mengeluarkan feses berukuran besar dan keras.

Cara untuk meredakan gejala dan sakit fisura ani dapat dilakukan dengan menggunakan krim pereda sakit.

Selain itu, Anda bisa minum obat pelunak feses agar BAB tidak berdarah. 

Secara umum, robekan fisura ani bisa sembuh dengan sendirinya.

3. Polip

Salah satu alasan kenapa BAB berdarah adalah tumbuhnya polip atau daging tumbuh di bagian dubur dan usus besar. Polip adalah jaringan abnormal yang bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh.

Walau tidak bersifat kanker, sebagian polip dapat berkembang menjadi ganas.

Pada kebanyakan kasus, dokter dapat menggunakan alat khusus melalui prosedur kolonoskopi atau sigmoidoskopi fleksibel untuk menghilangkan polip pada usus besar.

Setelah itu, dokter akan memeriksa polip tersebut untuk melihat apakah ada kanker atau tidak.

4. Wasir

Seperti yang sebelumnya disinggung, wasir atau ambeien adalah salah satu penyebab BAB bercampur darah yang paling sering terjadi.

Ambeien adalah pembengkakan pembuluh darah vena di anus yang dapat menimbulkan rasa gatal dan perih.

Apabila darah pada feses diakibatkan ambeien, maka darah yang keluar dapat berwarna merah segar.

Cara mengobati BAB berdarah secara alami akibat wasir adalah memperbanyak asupan serat dan air putih. Anda juga bisa minum obat-obatan wasir yang dijual bebas di apotek.

Akan tetapi, dokter dapat menyarankan operasi jika berbagai pengobatan alami tidak membuahkan hasil, kasusnya tergolong darurat (perdarahan hebat), atau benjolannya sudah terasa nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga

  • 9 Penyebab Sakit Leher Sebelah Kanan
  • Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi, Rutin Olahraga hingga Rajin Minum Air Putih
  • Benjolan di Daun Telinga, Apakah Berbahaya?

5. Angiodisplasia

Jika tidak ada gangguan organ pencernaan yang secara jelas menjadi penyebab BAB berdarah, kemungkinan pemicunya adalah angiodisplasia.

Angiodisplasia adalah kelainan pembuluh darah di saluran cerna. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyakit ginjal dan penyakit von Willebrand

Cara mengatasi BAB berdarah yang disebabkan angiodisplasia bisa dilakukan dengan terapi hormon, transfusi darah rutin, dan pemberian suplemen zat besi.

Untungnya, pada kebanyakan kasus, perdarahan karena angiodisplasia bisa berhenti dengan sendirinya. 

6. Inflammatory bowel disease

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.

Jenis IBD yang paling sering terjadi adalah penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

Untuk meringankan gejalanya, dokter dapat menyarankan penggunaan steroid atau obat yang meningkatkan kekebalan tubuh.

Pada kondisi yang lebih parah, penderita IBD mungkin harus menjalani operasi. 

7. Penyakit divertikular

Penyakit divertikular terbagi dalam dua jenis, yaitu divertikulosis dan divertikulitis. Keduanya bisa menjadi penyebab BAB keluar darah.

Divertikulosis adalah kondisi terbentuknya kantung-kantung di usus besar karena dinding usus besar yang lemah. Jika kantung-kantung ini terinfeksi, kondisinya disebut divertikulitis.

Obat buang air besar berdarah yang bisa dikonsumsi untuk menangani divertikulitis adalah antibiotik.

Namun, penderita divertikulitis juga bisa dirawat di rumah sakit.

8. Kolitis iskemik

Tahukah Anda kalau kolitis iskemik merupakan salah satu penyebab BAB keluar tetesan darah?

Kondisi ini terjadi saat aliran darah ke usus besar berkurang atau tersumbat. Hampir 90 persen penderitanya adalah orang lanjut usia (lansia).

Di samping itu, kolitis iskemik juga bisa menimbulkan diare, sulit menahan BAB, sakit perut, dan muntah

Kabar baiknya, kondisi ini tergolong cepat sembuh dan bisa membaik dengan sendirinya.

Meski demikian, ada juga kasus parah di mana penderitanya harus dirawat di rumah sakit. Sekitar 20 persen dari mereka bahkan membutuhkan tindakan operasi. 

9. Kanker kolorektal

Sekitar 3,4 persen kasus BAB berdarah dapat terjadi karena kanker kolorektal. Kanker kolorektal adalah istilah untuk kanker di usus besar dan dubur.

Saat tumor muncul akibat kanker ini, mereka membutuhkan pembuluh darah untuk berkembang.

Masalahnya, pembuluh darah di usus besar dianggap rapuh dan bisa robek sehingga menyebabkan perdarahan. 

Kanker kolorektal umumnya ditangani dengan operasi. Di samping itu, terapi radiasi dan kemoterapi juga bisa direkomendasikan dokter.

Perlu diketahui, terdapat beberapa hal yang berpotensi memicu BAB berdarah tapi tidak sakit, misalnya pigmen atau pewarna pada makanan yang berwarna merah.

Ada pula makanan penyebab BAB berdarah. Biasanya, masalah ini terjadi pada orang-orang yang memiliki alergi terhadap makanan dan minuman tertentu.

Makanan dan minuman tersebut dapat mengakibatkan dinding usus iritasi sehingga menimbulkan peradangan dan perdarahan.

Apakah BAB berdarah bisa sembuh sendiri?

Penyebab BAB berdarah tidak boleh diremehkan
BAB berdarah sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Kebanyakan kasus BAB berdarah pada orang berusia paruh baya dan lansia terjadi akibat wasir.

Di sisi lain, 95 persen kasus darah yang keluar bersama feses dapat berhenti tanpa pengobatan. Namun, bukan berarti kondisi yang jadi penyebanya sembuh.

Oleh karena itu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mencari tahu kondisi yang menyebabkan munculnya darah pada feses.

Dengan demikian, penanganan terbaiknya dapat diberikan sehingga Anda bisa segera pulih.

Kapan harus ke dokter?

Darah pada feses dapat menjadi pertanda dari kondisi darurat. Segera kunjungi rumah sakit jika salah satu dari dari gejala ini muncul.

  • Kulit dingin dan lembap
  • Merasa bingung
  • Perdarahan dari dubur yang terus-menerus
  • Pingsan dan pusing
  • Kram perut yang terasa menyakitkan
  • Napas cepat
  • Nyeri dubur yang parah
  • Rasa mual yang parah
  • Muntah darah.

Cara mendiagnosis BAB berdarah

Untuk mendiagnosis BAB berdarah, dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti kapan Anda menyadari adanya darah pada tinja, apa saja gejala yang menyertai, dan warna dari darahnya.

Setelah itu, dokter dapat melakukan salah satu dari tes berikut ini.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan peeriksaan fisik pada bagian tubuh yang terdampak dari kondisi BAB berdarah.

Dengan menggunakan sarung tangan yang sudah dilumasi, dokter akan memasukkan jarinya ke dalam dubur untuk melihat apakah ada sesuatu yang tidak normal, contohnya wasir.

  • Endoskopi

Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan teropong tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera ke dalam anus untuk melihat area tersebut secara seksama.

  • Tes darah

Pemeriksaan darah lengkap dapat membantu menilai tingkat perdarahan dan menunjukkan apakah pasien menderita anemia.

  • Pemeriksaan feses

Pemeriksaan feses dapat membantu dokter mendeteksi perdarahan yang tidak terlihat.

  • Bilas lambung (gastric lavage)

Apabila gangguan pada lambung dicurigai sebagai penyebab feses berdarah, dokter dapat melakukan bilas lambung dengan cara memasukkan selang melalui hidung hingga masuk ke dalam lambung.

Setelah itu, isi lambung akan dibilas sehingga dokter dapat melihat apakah ada perdarahan.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan berupa pemindaian atau X-ray dapat dilakukan. Kemungkinan dokter juga akan melibatkan zat kontras, seperti barium.

Cara mencegah BAB berdarah

Supaya risiko BAB berdarah dapat dihindari, lakukan berbagai tips berikut ini.

  • Rutin mengonsumsi makanan berserat tinggi (kecuali tidak diizinkan dokter).
  • Berkonsultasi mengenai obat pelunak feses kepada dokter atau apoteker (untuk diminum).
  • Berolahraga secara teratur untuk mencegah sembelit.
  • Menjaga kebersihan area dubur.
  • Meminum air putih secara rutin agar tubuh tetap terhidrasi.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar penyebab BAB berdarah, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

penyakitgangguan pencernaanperdarahanfeses

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved