Penyebab ASI sedikit bisa jadi karena beberapa faktor tertentu, baik dari ibu ataupun dari bayinya
Banyaknya ASI yang keluar membutuhkan usaha dari ibu dan bayinya

Setelah melahirkan, sebagian besar ibu umumnya memilih untuk menyusui langsung bayinya. Pemberian ASI eksklusif ini sangat dianjurkan hingga bayi berusia 6 bulan untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Namun, tak semua ibu mampu mengeluarkan ASI yang banyak. Sebab, selalu ada kasus di mana ibu hanya mengeluarkan sedikit ASI sehingga dikhawatirkan tidak mampu memenuhi nutrisi bayi. Lantas, apa penyebab ASI sedikit?

Penyebab ASI sedikit

Walaupun banyak ibu yang khawatir akan sedikitnya produksi ASI mereka, namun kasus tersebut cukup jarang terjadi. Faktanya, sebagian besar ibu menghasilkan ASI lebih banyak dari yang biasa diminum oleh bayinya.

Meski demikian, tetap ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ASI sedikit. Berikut penyebab ASI sedikit yang harus ibu menyusui ketahui:

  • Faktor emosional

Kecemasan, stres, atau depresi dapat mengganggu let-down reflex, yaitu refleks yang membantu ASI keluar lebih lancar saat menyusui sehingga memenuhi kebutuhan bayi.

Terganggunya refleks tersebut bisa menyebabkan Anda menghasilkan sedikit ASI. Oleh sebab itu, diperlukan suasana yang nyaman dan santai untuk menyusui, agar terbebas dari stres dan mendorong produksi ASI.

  • Bayi tidak menyusu dengan benar

Ini adalah penyebab ASI sedikit yang paling umum. Jika saat menyusu bayi Anda tak menempel pada payudara dengan benar, maka ia tak akan bisa mengeluarkan ASI dari payudara Anda dengan baik.

Padahal pengosongan ASI dari payudara menjadi tanda bagi tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI. Jadi, jika bayi tak menyusu dengan benar, persediaan ASI pun akan sedikit.

  • Jarang menyusui

Sebagian ibu mungkin jarang menyusui bayinya karena ingin beristirahat atau memiliki kegiatan lain. Namun, jarang menyusui bisa membuat ASI yang Anda hasilkan menjadi sedikit karena payudara Anda jarang distimulasi untuk menghasilkan jumlah ASI yang memadai.

  • Hanya menyusui sebentar

Jika Anda hanya sebentar menyusui si Kecil, ini bukan hanya membuat bayi tak mendapat hind milk (ASI berlemak) yang penuh gizi, namun juga membuat ASI di payudara Anda tidak dikosongkan. Tanpa pengosongan yang baik, payudara tak akan terangsang untuk menghasilkan lebih banyak ASI

  • Memberi bayi susu formula

Jika Anda tidak selalu memberi ASI pada bayi, sebenarnya tidak ada salahnya memberikan susu formula. Akan tetapi, ini dapat menyebabkan intensitas bayi menyusui langsung dari payudara Anda menjadi lebih sedikit sehingga mengakibatkan payudara hanya menghasilkan sedikit ASI

  • Memberi bayi empeng

Sebagian bayi yang banyak menghabiskan waktu untuk mengisap empeng bisa membuatnya lebih sedikit menyusu pada payudara ibu. Kurangnya intensitas menyusu tentu akan berpengaruh pada produksi ASI yang menjadi lebih sedikit.

  • Sakit saat menyusui

Sebagian ibu mungkin merasa payudaranya sakit saat menyusui. Hal ini bisa membuatnya jarang atau bahkan enggan untuk menyusui sehingga pengosongan ASI pun tak berjalan dengan baik. Kondisi ini tentu bisa memicu ASI yang dihasilkan hanya sedikit.

  • Menghabiskan waktu terpisah dengan bayi

Jika Anda menghabiskan waktu secara terpisah dengan bayi karena Anda atau bayi sakit, maka hal ini bisa membuat produksi ASI Anda menjadi sedikit. Sebab, bayi tidak dapat menstimulasi payudara Anda untuk memproduksi lebih banyak ASI.

  • Kondisi medis tertentu

Kondisi medis tertentu dapat mengganggu produksi ASI Anda sehingga hanya menghasilkan sedikit ASI. Beberapa kondisi medis tersebut, yakni hipertensi yang diinduksi kehamilan, diabetes, sindrom polikistik ovarium (PCOS), masalah tiroid, dan kista ovarium. Periksakan diri Anda pada dokter, jika Anda khawatir memiliki salah satu kondisi tersebut.

  • Obat-obatan tertentu

Obat-obatan yang mengandung pseudoefedrin, seperti halnya obat sinus dan alergi, serta beberapa jenis kontrol kelahiran hormonal, bisa menurunkan produksi ASI.

Oleh sebab itu, sebelum mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter mengenai efek penggunaan obat tersebut.

  • Merokok dan minum alkohol

Kebiasaan merokok dan minum alkohol dalam jumlah sedang hingga besar dapat membuat produksi ASI Anda sedikit. Kandungan dalam rokok dan minuman beralkohol juga dikhawatirkan akan memengaruhi bayi.

  • Operasi payudara

Tak memiliki jaringan kelenjar yang cukup karena operasi payudara, misalnya pengangkatan kista atau mastektomi, dapat mengganggu laktasi. Selain itu, operasi payudara dan tindik puting juga dapat merusak saraf yang berkaitan dengan produksi ASI sehingga membuat ASI menjadi sedikit.

Memiliki ASI sedikit memang bisa membuat Anda sedih dan khawatir karena nutrisi bayi mungkin tak terpenuhi dengan baik.

Namun, jika Anda ingin produksi ASI Anda lebih banyak maka Anda harus sering menyusui, jangan menunda menyusui, hindari alkohol dan nikotin, mengonsumsi makanan tertentu yang dapat meningkatkan ASI, serta waspada bila bayi Anda mengalami masalah makan.

Jika kondisi ini terus berlanjut untuk waktu yang lama, konsultasikan pada konselor laktasi di rumah sakit pilihan Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-increase-breast-milk#causes-for-low-milk-supply
Diakses pada 31 Januari 2020

Baby Center. https://www.babycenter.in/a8487/low-breastmilk-supply
Diakses pada 31 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/low-milk-supply/faq-20058148
Diakses pada 31 Januari 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/common-causes-of-low-breast-milk-supply-431846
Diakses pada 31 Januari 2020

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/poor-milk-supply-breastfeeding.aspx
Diakses pada 31 Januari 2020

Artikel Terkait