Makanan Penyebab Asam Urat yang Jarang Disadari Anak Muda

(0)
09 Apr 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jeroan dan organ dalam hewan merupakan makanan penyebab asam urat yang jarang diketahuiJeroan dan organ dalam hewan termasuk penyebab asam urat pada usia muda
Beberapa waktu lalu, berita mencengangkan datang dari Inggris yang melaporkan terjadinya peningkatan tajam penderita asam urat pada usia muda. Rata-rata penderita penyakit tersebut berusia di antara 20-30 tahunan.Para dokter di Inggris percaya bahwa alasan utama terjadinya asam urat di usia muda adalah obesitas dan diabetes tipe-2. Kedua penyakit tersebut kerap dikaitkan dengan penerapan pola makan yang buruk, seperti mengonsumsi makanan tidak sehat yang bisa menyebabkan asam urat. Apa saja makanan penyebab asam urat yang perlu dihindari?

Makanan penyebab asam urat

Asam urat adalah radang sendi yang terjadi ketika kadar asam urat dalam darah tinggi hingga menyebabkan terbentuknya kristal dan menumpuk di dalam atau sekitar sendi. Gejala asam urat yang mungkin dirasakan, yaitu nyeri, kemerahan, pembengkakan, dan kekakuan.Perlu Anda ketahui bahwa makanan tertentu ternyata dapat menyebabkan asam urat. Makanan yang mengandung purin tinggi bisa memicu terjadinya penyakit ini karena tubuh memecah purin menjadi asam urat. Selain itu, makanan tinggi fruktosa dan purin sedang pun dapat memicu serangan asam urat. Berikut daftar makanan penyebab asam urat yang sebaiknya Anda hindari:
  • Organ dan jeroan hewan, misalnya hati, ginjal, otak, paru, dan jantung.
  • Daging bebek, daging babi, daging sapi muda, dan daging domba.
  • Ikan trout, salmon, makarel (ikan kembung), tuna, sarden, dan teri.
  • Makanan laut, seperti kepiting, udang, dan kerang.
  • Minuman manis, terutama jus buah, minuman berenergi, teh manis, dan soda.
  • Pemanis tambahan, yaitu madu dan sirup jagung.
  • Olahan ragi, seperti bir ragi.
  • Sayuran tertentu, seperti asparagus, kembang kol, kacang-kacangan, bayam, dan buncis.
  • Semua jenis minuman beralkohol, termasuk bir dan wine.
Sebagai tambahan, karbohidrat olahan, seperti roti tawar dan kue-kuean, sebaiknya juga dihindari. Meskipun tidak mengandung purin atau fruktosa yang tinggi, jenis makanan ini rendah nutrisi dan berpotensi meningkatkan kadar asam urat Anda.Jika tak ingin asam urat kambuh, maka berbagai makanan penyebab asam urat tersebut harus Anda hindari. Meski rasanya lezat dan termasuk makanan favorit Anda, sebaiknya tahan dulu keinginan tersebut.Menerapkan pola makan yang sehat memiliki peran penting dalam mengatasi masalah asam urat, serta untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

Makanan penurun asam urat

Mengatasi asam urat dapat dimulai dari mengonsumsi makanan rendah purin, yang terbukti baik untuk penderita asam urat. Beberapa makanan penurun asam urat yang dapat dikonsumsi, yaitu:
  • Buah-buahan, terutama yang memiliki serat tinggi dan rendah gula, seperti keluarga beri dan jeruk. Namun, ceri juga dapat menurunkan kadar asam urat dan mengurangi peradangan.
  • Sayur-sayuran, termasuk kentang, terong, dan sayuran berwarna hijau gelap.
  • Produk susu rendah lemak, seperti yogurt dan keju cottage.
  • Minyak nabati, misalnya minyak zaitun, minyak kelapa, atau alpukat.
  • Biji-bijian utuh, seperti gandum, beras merah, dan biji barley.
  • Daging tanpa lemak, seperti daging ayam.
  • Telur.
  • Kopi dan teh.

Cara mengatasi asam urat lainnya

Kadar asam urat normal dalam darah adalah 2,5-7,5 mg/dL untuk wanita, serta 4-8,5 mg/dL untuk pria. Jika kadar asam urat Anda lebih dari angka ini, maka Anda perlu waspada dan mencari cara terbaik untuk menurunkannya.Sebagai cara mengatasi asam urat, Anda juga perlu menerapkan gaya hidup sehat dalam setiap aspek kehidupan. Berikut macam-macam pola hidup sehat yang harus Anda terapkan:
  • Menurunkan berat badan

Kelebihan berat badan dapat memicu serangan asam urat karena berat badan yang berlebih akan membuat Anda lebih resisten terhadap insulin yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.Oleh karena itu, lakukan diet dengan tepat dan minta rekomendasi dari dokter atau ahli gizi sebagai cara mengatasi asam urat. Hindari melakukan diet yang terlalu ketat karena malah berpotensi meningkatkan risiko asam urat kambuh.
  • Rutin berolahraga

Olahraga secara teratur juga termasuk salah satu cara mengatasi asam urat. Tak hanya menjaga berat badan tetap sehat, olahraga juga dapat menjaga kadar asam urat tetap rendah. Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap harinya. Anda dapat berjalan kaki, jogging, berenang, aerobik, bersepeda, dan lainnya.
  • Banyak minum air putih

Tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih juga dapat membantu mengatasi asam urat. Asupan air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan asam urat berlebih dari darah, kemudian membuangnya ke dalam urine. Apalagi saat berolahraga, Anda harus cukup minum air karena tubuh lebih banyak kehilangan cairan.
  • Mengonsumsi suplemen vitamin C

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suplemen vitamin C dapat menurunkan kadar asam urat. Ini karena vitamin C dapat membantu ginjal mengeluarkan lebih banyak asam urat dalam urine. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian mengenai penggunaan suplemen vitamin C sebagai cara mengatasi asam urat.Konsultasikan pada dokter jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai asam urat yang Anda miliki. Dokter akan memberi arahan yang tepat bagi Anda untuk mengatasi permasalahan tersebut.
asam uratobesitaspola hidup sehat
Friday Magazine. https://fridaymagazine.ae/health/body/why-gout-is-affecting-millennials-1.2299264
Diakses pada 18 Desember 2019
Gout and You. https://goutandyou.com/gout-and-young-people/
Diakses pada 18 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524
Diakses pada 18 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-diet-for-gout#section6
Diakses pada 18 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/gout-triggers
Diakses pada 18 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315732.php
Diakses pada 18 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait