Penyebab Areola Melebar yang Perlu Diwaspadai Wanita

(0)
22 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu penyebab areola melebar adalah menyusuiAda sejumlah kondisi yang menyebabkan areola melebar
Areola adalah area kulit di sekitar puting payudara yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, areola dapat mengalami berbagai perubahan. Bentuk-bentuk perubahan yang bisa terjadi, di antaranya areola menjadi lebih gelap, lebih tebal, muncul benjolan, hingga melebar. Khusus untuk poin terakhir, penyebab areola melebar bisa berbeda pada setiap wanita.

Penyebab areola melebar

Penyebab areola melebar umumnya hal-hal biasa yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada juga sejumlah penyebab yang berkaitan dengan gangguan kesehatan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai kondisi yang dapat menjadi penyebab areola melebar.

1. Pubertas

Saat wanita mengalami pubertas, payudara akan mulai tumbuh dan terbentuk. Perubahan ukuran pada payudara ini bisa menjadi penyebab areola melebar.Tidak hanya perubahan ukuran areola, pubertas juga menyebabkan bagian tubuh ini mengalami perubahan warna dan bentuk yang masih tergolong normal, akibat perubahan kadar hormon dalam tubuh.

2. Kehamilan

Kehamilan merupakan salah satu penyebab areola melebar pada wanita dewasa yang paling umum. Hal ini dikarenakan perubahan hormon yang terjadi saat hamil dapat memengaruhi tampilan areola. Tubuh akan memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin yang dapat meningkatkan produksi susu pada payudara.Pada masa kehamilan, kelenjar susu mulai mempersiapkan diri untuk memberikan ASI untuk bayi dan mengalami pembesaran. Hal inilah yang menjadi penyebab areola melebar dan payudara membesar. Tanda-tanda ini kemungkinan mulai terlihat sejak awal kehamilan.

3. Menyusui

Areola melebar tidak hanya pada kehamilan saja, tetapi juga bisa terjadi pada ibu menyusui. Areola yang melebar tidak memengaruhi kemampuan bayi untuk menyusu. Ketika anak sudah tidak lagi menyusu, ukuran payudara dan puting akan kembali seperti awal. Meski tergolong umum, tidak semua ibu menyusui dapat mengalami perubahan ini. 

4. Menstruasi dan rangsangan seksual

Perubahan hormon saat menstruasi dapat menjadi penyebab areola melebar. Kondisi ini terjadi karena perubahan hormon membuat payudara menjadi lebih kencang dan besar. Sehingga, areola secara otomatis jadi melebar.Selain saat menstruasi, rangsangan seksual juga termasuk penyebab areola melebar. Hal ini disebabkan aliran darah yang meningkat di area payudara sehingga menyebabkan payudara membesar dan areola melebar.

5. Bertambahnya usia

Seiring bertambahnya usia, jaringan payudara juga ikut mengendur. Kondisi ini dapat menjadi penyebab areola melebar. Hanya saja, perubahan ukuran areola karena usia biasanya membutuhkan waktu lama dan biasanya tidak terlalu kelihatan.

6. Bertambahnya berat badan

Saat berat badan bertambah dan tubuh semakin gemuk, ukuran payudara bisa ikut bertambah besar. Perubahan ukuran payudara karena bertambahnya berat badan ini juga bisa menjadi penyebab areola melebar.

7. Gangguan kesehatan

Jika Anda tidak mengalami berbagai penyebab areola melebar di atas, kemungkinan masalah ini disebabkan oleh gangguan kesehatan yang memengaruhi ukuran areola. Khususnya, jika areola yang melebar hanya terjadi pada salah satu payudara saja.Perubahan kondisi payudara menjadi asimetris bisa mengindikasikan gejala tumor atau kanker payudara. Selain itu, perubahan lain pada areola yang melebar juga harus diperhatikan karena dapat menunjukkan masalah kesehatan tertentu pada tubuh Anda.Beberapa gejala penyerta areola melebar yang harus Anda perhatikan adalah:
  • Terjadi perubahan warna areola pada salah satu puting payudara atau disertai dengan gejala lain, seperti kulit puting dan areola mengelupas, menebal, gatal, kemerahan, atau terdapat benjolan. Berbagai gejala ini bisa menandakan adanya penyakit paget.
  • Mulai tumbuh banyak rambut pada bagian dada. Bukan hanya beberapa helai pada bagian areola saja, tapi pada area dada dengan jumlah yang signifikan. Kondisi ini bisa menjadi gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS), yaitu ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, kista ovarium, dan sindrom Cushing.

Cara mengatasi areola melebar

Jika penyebab areola melebar adalah penambahan berat badan, kehamilan, menstruasi, rangsangan seksual, atau menyusui, areola Anda umumnya dapat kembali ke ukuran semula setelah kondisi tubuh kembali normal. Namun, pada sebagian wanita, areola mungkin saja tidak benar-benar kembali pada ukuran semula setelah kehamilan atau menyusui.Walaupun areola lebar merupakan hal yang normal, sebagian wanita mungkin tidak merasa puas dengan kondisinya. Tidak jarang, ada yang ingin mengurangi ukuran areola karena alasan estetika. Cara paling efektif untuk mengurangi ukuran areola adalah dengan melakukan operasi. Namun, pilihan ini mungkin memerlukan biaya yang cukup tinggi.Jika Anda mencurigai penyebab areola melebar dikarenakan gangguan kesehatan tertentu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan payudara, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kehamilanmenyusuipayudara
Bustle. https://www.bustle.com/life/9-common-areola-changes-that-dont-necessarily-mean-youre-pregnant-45448
Diakses 8 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324885
Diakses 8 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait