7 Penyebab Anyang-anyangan Saat Puasa dan Cara Mengatasinya


Anyang-anyangan terjadi ketika bolak-balik kencing yang tidak tuntas, disertai rasa nyeri atau panas tiap kali berkemih. Penyebab anyang-anyangan saat puasa bisa jadi karena ISK atau kondisi medis lain, hingga sering menahan buang air kecil.

0,0
Salah satu penyebab anyang-anyangan saat puasa yang sering terjadi adalah infeksi saluran kemih (ISK)Anyangan-anyangan saat puasa terjadi ketika bolak-balik kencing yang tidak tuntas disertai rasa nyeri atau panas tiap kali berkemih
Anyang-anyangan saat puasa menjadi kondisi yang cukup meresahkan. Disuria atau anyangan-anyangan adalah keluhan medis yang sering terjadi ketika seseorang bolak-balik kencing, tetapi tidak tuntas, yang disertai rasa nyeri atau panas tiap kali berkemih.Jika tidak ditangani dengan baik, gejala anyang-anyangan saat puasa bisa mengganggu aktivitas ibadah puasa dan memperburuk keluhan penyakit yang sudah ada.Namun, Anda perlu mengenali penyebab anyang-anyangan saat puasa terlebih dahulu, baru mencari jenis pengobatan yang tepat.

Penyebab anyang-anyangan saat puasa

Pada dasarnya, anyang-anyangan bukan suatu penyakit, melainkan gejala yang muncul akibat kondisi medis tertentu atau gangguan pada sistem perkemihan.Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab anyang-anyangan saat puasa terjadi pada pria ataupun wanita adalah sebagai berikut.

1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Anyang-anyangan saat puasa bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih
Anyang-anyangan saat puasa bisa disebabkan oleh ISK
Salah satu penyebab anyang-anyangan saat puasa yang sering terjadi adalah infeksi saluran kemih (ISK).Infeksi saluran kencing lebih sering dialami oleh wanita karena saluran kemih wanita yang lebih pendek sehingga risiko infeksi akibat bakteri atau virus yang berasal dari anus dan memasuki saluran kemih, lebih mudah terjadi. Selain itu, bakteri atau virus pada saluran kemih juga bisa berkembang akibat terlalu lama menahan kencing. Infeksi inilah yang memicu peradangan sehingga muncul gejala, seperti:
  • Rasa ingin pipis terus menerus, terapi urine yang keluar hanya sedikit.
  • Kencing terasa panas.
  • Air kencing keruh berawan, hingga ada darah di urine.
  • Air kencing berbau menyengat.
  • Demam
  • Nyeri pada pinggul dan punggung.
Untuk mengatasinya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik.

2. Infeksi menular seksual (IMS)

Infeksi menular seksual juga menjadi penyebab anyang-anyangan, termasuk saat puasa.Umumnya, penyakit infeksi menular seksual yang menimbulkan gejala rasa panas dan nyeri saat buang air kecil adalah gonore, trikomoniasis, herpes genital, dan klamidia.Anyangan-anyangan yang disebabkan oleh infeksi menular seksual akan menimbulkan gejala, seperti:
  • Keluarnya cairan dan penis atau vagina.
  • Rasa gatal pada alat kelamin.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Ada benjolan atau luka terbuka pada alat kelamin.

3. Infeksi kelenjar prostat

Infeksi kelenjar prostat pada pria bisa sebabkan anyang-anyangan saat puasa
Infeksi prostat bisa menyebabkan gejala anyang-anyangan
Infeksi bakteri atau peradangan prostat kronis, seperti IMS, dapat menyebabkan prostatitis atau infeksi prostat pada pria.Keluhan medis ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti
  • Anyang-anyangan
  • Nyeri pada kandung kemih, testis, dan penis
  • Kesulitan ejakulasi dan ejakulasi menyakitkan
  • Sering pipis saat malam hari
  • Sulit berkemih

4. Batu ginjal

Penyebab sering kencing saat puasa yang patut diwaspadai adalah batu ginjal. Batu ginjal adalah endapan keras yang terbentuk di dalam ginjal.Terkadang, batu ginjal berada di area ketika urine memasuki kandung kemih sehingga memicu terjadinya anyang-anyangan.Gejala anyang-anyangan yang disebabkan oleh batu ginjal, yakni:
  • Kencing terus-menerus, tetapi terasa tidak tuntas.
  • Nyeri di sisi atau belakang perut.
  • Urine keruh berawan.
  • Urine berwarna merah muda atau cokelat.

5. Interstitial cystitis (sistitis)

Sistitis adalah kondisi kronis akibat nyeri pada kandung kemih yang berlangsung lama, yakni selama 6 minggu terakhir.Namun, kondisi ini juga dapat dipicu oleh penyakit lainnya yang mengganggu fungsi kandung kemih.Selain ingin kencing, tetapi urine yang keluar terasa tidak tuntas, sistitis biasanya ditandai pula dengan:
  • Tekanan pada area kandung kemih.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Nyeri pada vulva atau vagina.
  • Nyeri pada skrotum.
  • Nyeri pada perut bawah, punggung bawah, dan panggul.
  • Ada urine dalam darah.
  • Sensasi rasa terbakar saat kencing.
  • Urine keruh dan baunya menyengat.

6. Konsumsi obat-obatan tertentu

Anyang-anyangan saat puasa bisa disebabkan oleh konsumsi obat
Konsumsi obat-obatan tertentu bisa menyebabkan sering kencing
Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menjadi penyebab sering kencing, tetapi tidak tuntas, saat puasa.Hal ini dapat terjadi karena obat-obatan yang dikonsumsi menimbulkan iritasi dan membuat jaringan kandung kemih meradang.Maka dari itu, bila Anda sedang mengonsumsi obat tertentu selama puasa, lalu mengalami anyang-anyangan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.Dokter akan memeriksa apakah penyebab anyang-anyangan saat puasa yang Anda alami akibat efek samping obat atau bukan.Jika benar penyebab anyang-anyangan saat puasa yang dialami akibat konsumsi obat, maka dokter mungkin akan menghentikan penggunaan obat yang diresepkan dan menggantinya dengan yang lain.Ingat, jangan berhenti mengonsumsi obat tanpa bertanya dengan dokter terlebih dahulu.

7. Penggunaan produk pembersih organ intim mengandung bahan kimia

Penyebab anyang-anyangan saat puasa bisa pula berasal dari produk pembersih organ intim yang rutin digunakan.Zat pewangi, pengawet, atau bahan baku produk tersebut mungkin saja dapat menyebabkan iritasi pada saluran kemih. Lama kelamaan, iritasi bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil.Bagi beberapa orang yang cukup sensitif terhadap bahan kimia dalam produk-produk tersebut, anyang-anyangan saat puasa mungkin terjadi.Adapun beberapa produk yang dapat menyebabkan iritasi, yaitu:
  • douche vagina,
  • sabun kewanitaan,
  • pelumas vagina,
  • alat KB mengandung spermisida (pembunuh sperma), dan
  • tisu toilet mengandung pewangi.

8. Membersihkan organ intim dengan cara yang salah

Aktivitas membersihkan organ intim dengan cara yang salah juga dapat menjadi penyebab sering kencing tetapi tidak tuntas dan terasa nyeri.Kondisi ini umum terjadi pada wanita yang berisiko lebih besar mengalami anyang-anyangan karena saluran kencingnya lebih pendek sehingga memudahkan perpindahan bakteri.

Cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa secara mandiri di rumah

Cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa sebaiknya harus disesuaikan dengan penyebabnya.Jika penyebab anyangan-anyangan saat puasa adalah ISK, maka akan diobati dengan antibiotik resep dokter.Di samping melakukan pengobatan dengan dokter, ada beberapa cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa secara mandiri di rumah yang bisa dilakukan, seperti:

1. Jangan menahan buang air kecil

Cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa adalah dengan tidak menahan buang air kecil. Jadi, segera kencing apabila Anda terasa ingin pipis.Menahan buang air kecil bisa memperburuk kondisi anyang-anyangan. Akibatnya, Anda bisa semakin risih dan tidak nyaman dalam menjalani ibadah puasa.

2. Minum banyak air putih

Cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa bisa dengan banyak minum air putih
Minum banyak air putih bisa mengatasi anyang-anyangan
Minum banyak air putih bisa jadi cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa.Minum lebih banyak cairan bisa membantu membilas kandung kemih sehingga penumpukan bakteri penyebab ISK tidak terjadi .Anda tetap perlu memenuhi asupan air putih selama berpuasa, paling tidak 8 gelas per hari, terutama saat sahur, agar tidak mengalami risiko dehidrasi saat puasa.Anda bisa menggunakan rumus 2-4-2, yakni 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka puasa, dan 2 gelas sebelum tidur di malam hari.

3. Jaga kebersihan organ intim

Saat membersihkan organ intim, pastikan Anda mengusap vagina dari arah depan ke belakang.Jika Anda membersihkan organ intim dari belakang ke depan, bakteri dari anus bisa berpindah ke vagina dan menyebabkan infeksi.

4. Hindari penggunaan produk perawatan organ intim yang keras

Hindari penggunaan produk perawatan organ intim yang kandungannya keras atau mengandung bahan kimia pada area kewanitaan. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari potensi iritasi.

5. Kenakan celana dan pakaian dalam longgar

Penggunaan celana dan pakaian dalam longgar bisa dilakukan sebagai cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada organ intim.Selain itu, celana dan pakaian dalam longgar tidak menyebabkan tekanan pada kemih yang mendorong Anda semakin ingin buang air kecil.

6. Mandi air hangat

Mandi air hangat bisa mengatasi anyang-anyangan saat puasa
Mandi air hangat bisa menenangkan keinginan untuk kencing
Manfaat mandi air hangat saat mengalami anyang-anyangan ternyata bisa menenangkan keinginan untuk kencing. Langkah ini juga berguna untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada organ intim.

7. Hindari konsumsi kafein dan alkohol

Konsumsi kafein, alkohol, dan obat diuretik bisa mendorong Anda untuk sering kencing saat puasa.Oleh karena itu, hindari ketiganya agar tidak memperburuk anyang-anyangan yang dialami.Jika cara mengatasi anyang-anyangan saat puasa di atas tidak kunjung meringankan gejala, segera konsultasikan dengan dokter.Anda juga perlu konsultasi dengan dokter apabila mengalami:
  • Kencing terasa menyakitkan terus-menerus.
  • Keluar cairan dari vagina atau penis.
  • Urine keruh, bau menyengat, bahkan ada darah di urine.
  • Sakit punggung atau nyeri panggul.
Dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi yang Anda alami.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut seputar anyang-anyangan saat puasa. Caranya, unduh aplikasi melalui App Store dan Google Play.
batu ginjalinfeksi saluran kencinginfeksi saluran kemihinfeksi menular seksual
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323105
Diakses pada 4 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/constant-urge-to-pee-but-little-comes-out#takeaway
Diakses pada 4 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/painful-urination/
Diakses pada 4 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystitis/symptoms-causes/syc-20371306
Diakses pada 4 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
Diakses pada 4 Mei 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15176-dysuria-painful-urination#management-and-treatment
Diakses pada 4 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait