Mengenal Berbagai Penyebab Anyang-Anyangan dan Cara Mengatasinya

Ada berbagai kondisi yang dapat menjadi penyebab anyang-anyangan
Anyang-anyangan ditandai dengan susah mengeluarkan urine

Pernahkah Anda mengalami anyang-anyangan? Bagi sebagian orang, mungkin istilah ini terdengar asing. Anyang-anyangan adalah rasa tidak nyaman ketika buang air kecil, seperti merasa tidak tuntas, bahkan bisa terasa nyeri atau terbakar.

Ketika mengalami anyang-anyangan, Anda akan sering buang air kecil dengan urine yang sedikit, atau ingin terus buang air kecil namun tidak mampu mengeluarkan urine. Kondisi ini lebih sering menimpa pria daripada wanita, terutama pada lansia.

Penyebab anyang-anyangan

Anyang-anyangan seringkali dianggap sama dengan infeksi saluran kemih (ISK), namun sebetulnya tidak demikian. Menurut Medical Editor SehatQ, dr. Reni Utari, anyang-anyangan hanyalah salah satu gejala dari ISK. Dengan kata lain, anyang-anyangan bukanlah penyakit, melainkan suatu gejala.

“Tak hanya disebabkan oleh ISK, anyang-anyangan juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain,” tambah dr. Reni. Adapun beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab anyang-anyangan, di antaranya:

  • Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyebab utama anyang-anyangan. Infeksi terjadi ketika banyak bakteri menumpuk pada bagian manapun di saluran kemih yang meliputi ginjal, ureter (tabung yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (tabung yang membawa urine dari kandung kemih keluar tubuh).

Selain anyang-anyangan, gejala lain yang dapat muncul, yaitu sering buang air kecil, mengeluarkan urine yang keruh atau bernoda darah, demam, urine berbau busuk, dan nyeri di sisi perut.

  • Infeksi menular seksual (IMS)

Anyang-anyangan juga bisa disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti klamidia, kencing nanah, dan herpes yang memengaruhi saluran kemih.

Sementara, gejala infeksi menular seksual lain yang umum terjadi, yaitu gatal, sensasi terbakar, keputihan abnormal, dan munculnya lepuhan atau luka pada penderita herpes genital.

  • Sensitivitas terhadap bahan kimia

Sensitivitas terhadap bahan kimia, seperti halnya produk wewangian untuk organ intim, douches, kertas toilet beraroma, pelumas, dan semacamnya, bisa menimbulkan iritasi.

Iritasi pada organ intim bisa memicu terjadinya anyang-anyangan. Selain itu, gejala lain yang dapat terjadi, di antaranya gatal, kemerahan, dan pembengkakan.

  • Obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu berpotensi menimbulkan iritasi dan membuat jaringan kandung kemih meradang. Hal ini sering menyebabkan terjadinya anyang-anyangan.

Jika Anda mengonsumsi obat tertentu, lalu merasakan anyang-anyangan maka sebaiknya bicarakan dengan dokter. Dokter akan memeriksa apakah ini efek samping dari obat, atau apakah Anda harus menghentikan penggunaan obat.

  • Kista ovarium

Kista ovarium merupakan kista yang tumbuh pada satu atau kedua ovarium di kedua sisi kandung kemih. Kista ini dapat menekan kandung kemih sehingga menyebabkan terjadinya anyang-anyangan.

Sementara, gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu pendarahan abnormal di vagina, nyeri panggul, dan menstruasi yang menyakitkan.

  • Infeksi prostat

Penyebaran infeksi bakteri atau peradangan kronis, seperti IMS, dapat menyebabkan prostatitis atau infeksi prostat.

Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti anyang-anyangan, nyeri pada kandung kemih, testis, dan penis, kesulitan ejakulasi, ejakulasi yang menyakitkan, serta sering buang air kecil terutama saat malam hari.

  • Batu ginjal

Batu ginjal merupakan endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Terkadang, batu ginjal berada di sekitar area di mana urine memasuki kandung kemih sehingga memicu terjadinya anyang-anyangan.

Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul, yakni nyeri di samping atau belakang perut, urine berwarna merah muda atau coklat, urine keruh, mual, muntah, dan demam.

  • Interstitial cystitis

Interstitial cystitis juga dikenal sebagai sindrom nyeri kandung kemih. Ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan iritasi kronis pada kandung kemih. Biasanya berlangsung selama 6 minggu atau lebih, serta tidak ada infeksi yang mendasari.

Interstitial cystitis bisa menyebabkan Anda mengalami anyang-anyangan dan berbagai gejala lainnya, seperti tekanan di sekitar kandung kemih, nyeri pada vulva atau vagina, nyeri saat berhubungan intim, serta nyeri di skrotum.

  • Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih terjadi ketika sel kanker mulai berkembang di kandung kemih. Penyakit ini dapat menimbulkan anyang-anyangan, meski bukan merupakan gejala awal.

Selain itu, kanker kandung kemih juga dapat menyebabkan adanya darah dalam urine, nyeri punggung bawah, kelelahan, kaki bengkak, nyeri tulang, hilang nafsu makan, serta penurunan berat badan.

Jika Anda merasa mengalami anyang-anyangan, apalagi disertai dengan gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.

Cara mengatasi anyang-anyangan

Sebelum mengobati anyang-anyangan, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. “Obat anyang-anyangan diberikan tergantung pada penyebabnya. Oleh sebab itu, harus diketahui terlebih dahulu penyebab dari anyang-anyangan yang dimiliki untuk menentukan perawatan,” ujar dr. Reni.

Biasanya jika anyang-anyangan disebabkan oleh ISK, maka akan diobati dengan antibiotik resep dokter. Namun, di samping melakukan pengobatan dengan dokter, terdapat beberapa perawatan lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi anyang-anyangan, di antaranya:

  • Minum lebih banyak cairan. Anyang-anyangan bisa menyebabkan sulit mengeluarkan urine sehingga dengan minum lebih banyak cairan, Anda dapat mengencerkan urine dan lebih mudah untuk mengeluarkannya.

  • Minum ibuprofen. Jika anyang-anyangan terasa nyeri, Anda dapat mengonsumsi ibuprofen untuk meredakan nyeri tersebut. Ikuti resep dokter atau petunjuk dalam aturan pakai sehingga tidak keliru.

  • Mengenakan celana dan pakaian dalam yang longgar. Ini dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada organ intim. Selain itu, agar tidak menyebabkan tekanan pada kandung kemih yang mendorong semakin ingin buang air kecil.

  • Mandi dengan air hangat. Anda dapat mandi menggunakan air hangat untuk menenangkan rasa ingin kencing terus-menerus akibat anyang-anyangan. Hal ini juga bisa mengurangi ketidaknyamanan pada organ intim.

  • Menghindari kafein dan alkohol. Mengonsumsi kafein dan alkohol bisa mengganggu hormon antidiuretik sehingga mendorong Anda lebih sering buang air kecil. Oleh sebab itu, kedua minuman tersebut dapat memperburuk anyang-anyangan yang Anda miliki sehingga harus dihindari.

Jika anyang-anyangan tak juga membaik, atau bahkan semakin memburuk, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter.

Catatan dari SehatQ

Anyang-anyangan bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit tertentu. Kondisi bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, sensitivitas terhadap bahan kimia, penggunaan obat-obatan tertentu, kista ovarium, infeksi prostat, batu ginjal, interstitial cystitis, dan kanker kandung kemih. Sebelum anyang-anyangan semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323105.php
Diakses pada 17 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/constant-urge-to-pee-but-little-comes-out#treatment
Diakses pada 17 September 2019

Web MD. https://www.webmd.com/women/dysuria-causes-symptoms#1
Diakses pada 17 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755
Diakses pada 17 September 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15176-dysuria-painful-urination/management-and-treatment
Diakses pada 17 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed