logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Penyebab Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan yang Perlu Diwaspadai

open-summary

Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Beberapa faktor tersebut di antaranya genetik, kondisi medis tertentu, efek samping dari konsumsi obat-obatan, stres, hingga trauma.


close-summary

3.44

(41)

11 Apr 2019

| Anita Djie

Penyebab kecemasan atau anxiety disorder

Anxiety disorder dapat menimbulkan rasa cemas atau takut berlebihan terhadap sesuatu.

Table of Content

  • Penyebab anxiety disorder atau gangguan kecemasan
  • Gejala gangguan kecemasan atau anxiety disorder
  • Bagaimana cara mengatasi anxiety disorder?

Rasa cemas merupakan respon tubuh yang normal alamiah. Semua orang pasti pernah merasakan rasa cemas atau takut. Rasa cemas penting untuk kelangsungan hidup dan mempersiapkan Anda terhadap ancaman atau stres yang dirasakan.

Advertisement

Namun, apa yang terjadi jika respon tubuh yang alamiah malah mengganggu kehidupan sehari-hari Anda? Kondisi ini disebut dengan istilah anxiety disorder. Arti anxiety adalah kecemasan dan disorder merupakan gangguan, sehingga Anda juga bisa menyebutnya dengan gangguan kecemasan.

Saat mengalaminya Anda dapat merasakan rasa cemas atau takut yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Gangguan kecemasan dapat menimbulkan rasa cemas atau takut terhadap suatu hal atau objek yang seharusnya tidak ditakuti, seperti balon, badut, dan sebagainya.

Anxiety disorder memiliki beragam jenis, tergantung dari objek atau kondisi yang menimbulkan rasa cemas tersebut. Beberapa contoh jenisnya adalah gangguan kecemasan sosial, gangguan panik, agorafobia, dan sebagainya.

Penyebab anxiety disorder atau gangguan kecemasan

Rasa cemas dan takut yang dirasakan saat mengalami anxiety disorder dapat membuat penderitanya mengalami reaksi fisik (seperti berkeringat secara berlebihan, sesak napas, dan sebagainya) dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, penyebab dari ganguan kecemasan belum diketahui secara pasti.

Namun, terdapat beberapa faktor yang mungkin dapat menjadi penyebab anxiety disorder, antara lain:

1. Genetik dan biologis

Anxiety disorder bisa jadi diturunkan dalam keluarga. Jika memiliki anggota keluarga yang mengalami kondisi serupa, Anda lebih mungkin untuk mengalaminya juga. Selain genetik, kemungkinan penyebab lainnya adalah karena ketidakseimbangan hormon atau sinyal otak yang tidak teratur.

2. Kondisi medis tertentu

Terkadang anxiety disorder merupakan gejala dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang dapat menjadi pemicunya adalah diabetes, gangguan tiroid, gangguan jantung, gangguan pernapasan, dan sebagainya.

3. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat-obatan tertentu dapat mengakibatkan anxiety disorder. Selain itu, penggunaan narkotika dan alkohol juga dapat menyebabkan dan memperparah gangguan kecemasan.

4. Trauma dan stres

Individu yang pernah mengalami trauma, dilecehkan, atau menyaksikan kejadian traumatis di masa kecilnya rentan mengalami gangguan kecemasan. Stres yang berat dan berkepanjangan juga dapat membuat seseorang rentan mengalami kondisi ini.

5. Faktor jenis kelamin

Dilansir dari Healthline, faktor jenis kelamin juga bisa menjadi penyebab anxiety. Wanita dipercaya lebih berisiko mengalami gangguan kecemasan dibandingkan pria.

6. Jenis kepribadian

Penyebab anxiety selanjutnya ialah jenis kepribadian seseorang. Orang-orang yang lebih sibuk, suka tegang, dan memiliki kepribadian tipe A lebih berisiko mengalami gangguan kecemasan.

Baca Juga

  • Membantu Orang Sampai Kewalahan, Hati-Hati Terjebak Messiah Complex
  • Penyakit Psikologis dan Langkah Diagnosa yang Dilakukan Ahli
  • Mengenal Ansiolitik, Kategori Obat untuk Atasi Gangguan Kecemasan

Gejala gangguan kecemasan atau anxiety disorder

Gejala anxiety disorder cukup beragam. Hal ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan pengidapnya, baik secara fisik maupun psikis. Berikut adalah gejala yang bisa muncul saat mengalami gangguan kecemasan:

  • Merasa selalu tegang
  • Merasa cemas secara terus menerus, bahkan untuk hal yang sepele
  • Merasa mual dan ingin muntah
  • Merasa sakit perut
  • Merasa uring-uringan
  • Merasa resah dan tidak bisa tenang
  • Merasa takut tanpa alasan yang jelas
  • Merasa sulit konsentrasi
  • Merasa sakit kepala
  • Detak jantung berdetak lebih cepat
  • Keluar keringat yang berlebihan
  • Badan gemetar
  • Otot di sekujur tubuh terasa tegang
  • Menjadi mudah terkejut
  • Napas menjadi pendek
  • Nyeri dada
  • Kesulitan berinteraksi dengan orang lain
  • Mengalami serangan panik

Pada beberapa kasus, gangguan kecemasan dapat memengaruhi jam tidur karena insomnia yang dialami. Rasa cemas adalah hal yang wajar terjadi pada semua orang. Namun, apabila hal ini terjadi secara berlebihan, efeknya bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari, bahkan pada pergaulan dan lingkungan sekitar Anda.

Bagaimana cara mengatasi anxiety disorder?

Ada beragam tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasii gangguan kecemasan. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi, konsumsi obat-obatan, atau kombinasi antara kedua pengobatan tersebut.

Berikut ini beberapa cara mengatasi anxiety disorder:

1. Psikoterapi

Bertemu dengan profesional mungkin bisa jadi salah satu pertimbangan Anda. Kegiatan ini umumnya akan melibatkan diskusi tentang pikiran, perasaan, dan perilaku Anda untuk membantu menentukan diagnosis dan memeriksa komplikasi terkait.

Gangguan kecemasan sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya - seperti depresi atau penyalahgunaan zat - dapat membuat diagnosis menjadi lebih sulit.

Terapi perilaku kognitif adalah bentuk psikoterapi yang paling efektif untuk mengatasi gangguan kecemasan. Umumnya pengobatan jangka pendek ini berfokus pada pengajaran keterampilan khusus untuk memperbaiki gejala Anda dan secara bertahap kembali ke aktivitas yang telah Anda hindari karena kecemasan.

Menurut National Institute of Mental Health, terapi perilaku kognitif termasuk terapi eksposur, di mana Anda secara bertahap menghadapi objek atau situasi yang memicu kecemasan Anda sehingga Anda membangun kepercayaan diri bahwa Anda dapat mengelola situasi dan gejala kecemasan.

2. Obat

Beberapa jenis obat juga digunakan oleh dokter untuk membantu meredakan gejala kecemasan. Hal ini tergantung pada jenis gangguan kecemasan yang Anda alami dan apakah Anda juga memiliki masalah kesehatan mental atau fisik lainnya. Beberapa diantaranya adalah:

Antidepresan dan obat anti kecemasan yang disebut buspirone mungkin diresepkan oleh dokter. Dalam keadaan tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat lain, seperti obat penenang (benzodiazepin) atau beta blocker.

Obat-obatan ini kerap diresepkan oleh dokter untuk menghilangkan gejala kecemasan jangka pendek dan tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam jangka panjang.

3. Manajemen stres

Gunakan manajemen stres dan teknik relaksasi. Teknik visualisasi, meditasi dan yoga adalah contoh teknik relaksasi yang dapat meredakan kecemasan Anda.

Jika gangguan kecemasan muncul, Anda dapat mengatur pernapasan dan berhitung satu sampai 10 (atau bahkan 20) hingga Anda menjadi lebih rileks.

Berkonsultasilah dengan dokter dan ahli kesehatan mental, jika Anda merasa anxiety disorder telah mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.

Advertisement

gangguan kecemasangangguan panikkesehatan mentaltrauma

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved