Apa Itu Anxiety Disorder? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rasa cemas dan takut yang dirasakan saat mengalami anxiety disorder
Anxiety disorder dapat menimbulkan rasa cemas atau takut berlebihan terhadap sesuatu.

Rasa cemas merupakan respon tubuh yang normal alamiah. Semua orang pasti pernah merasakan rasa cemas atau takut. Rasa cemas penting untuk kelangsungan hidup dan mempersiapkan Anda terhadap ancaman atau stres yang dirasakan.

Namun, apa yang terjadi jika respon tubuh yang alamiah malah mengganggu kehidupan sehari-hari Anda? Gangguan tersebut disebut dengan istilah anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Saat Anda mengalami anxiety disorder, Anda dapat merasakan rasa cemas atau takut yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya.

Anxiety disorder dapat menimbulkan rasa cemas atau takut terhadap suatu hal atau objek yang seharusnya tidak ditakuti, seperti balon, badut, dan sebagainya.

Anxiety disorder memiliki beragam jenis, tergantung dari objek atau kondisi yang menimbulkan rasa cemas tersebut. Beberapa contoh jenisnya adalah gangguan panik, agorafobia, dan sebagainya.

Penyebab Anxiety Disorder

Rasa cemas dan takut yang dirasakan saat mengalami anxiety disorder dapat menimbulkan reaksi fisik (seperti berkeringat secara berlebihan, sesak napas, dan sebagainya) dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, penyebab dari anxiety disorder belum diketahui secara pasti.

Namun, terdapat beberapa hal yang mungkin dapat menyebabkan anxiety disorder, yaitu:

1. Genetik dan Biologis

Anxiety disorder bisa jadi diturunkan dalam keluarga, karenanya jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami anxiety disorder, Anda lebih mungkin untuk mengalaminya juga. Selain genetik, kemungkinan penyebab lainnya adalah karena ketidakseimbangan hormon atau sinyal otak yang tidak teratur.

2. Kondisi Medis Tertentu

Terkadang anxiety disorder merupakan gejala dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang dapat mengakibatkan anxiety disorder adalah diabetes, gangguan tiroid, gangguan jantung, gangguan pernapasan, dan sebagainya.

3. Obat-Obatan Tertentu

Beberapa obat-obatan tertentu dapat mengakibatkan anxiety disorder. Selain itu, penggunaan narkotika dan alkohol juga dapat menyebabkan dan memperparah anxiety disorder.

4. Trauma dan Stres

Individu yang pernah mengalami trauma, dilecehkan, atau menyaksikan kejadian traumatis di masa kecilnya rentan mengalami anxiety disorder. Stres yang berat dan berkepanjangan juga dapat membuat seseorang rentan mengalami anxiety disorder.

Mengatasi Anxiety Disorder

Anxiety and Depression Association of America memberikan beberapa tips yang dapat Anda gunakan jika Anda mengalami anxiety disorder, yaitu:

1. Pemikiran

Saat Anda mengalami anxiety disorder, Anda harus mengetahui hal-hal yang memicu rasa cemas dan takut yang dialami.

Kesadaran bahwa Anda tidak dapat mengontrol semua hal dan terus memiliki pemikiran yang positif dapat membantu mengatasi anxiety disorder. Paling penting adalah Anda telah melakukan yang terbaik untuk mengatasi anxiety disorder yang dirasakan.

2. Fisik

Pola hidup yang sehat, seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang bergizi imbang, mengurangi konsumsi alkohol dan kafein, serta istirahat yang cukup dapat berkontribusi untuk mengurangi gejala anxiety disorder yang dialami.

3. Aksi

Bersosialisasi dengan selalu bercerita dengan orang-orang terdekat mengenai masalah yang dialami, mengikuti komunitas dengan masalah yang serupa, atau bahkan menjadi sukarelawan. Anda juga dapat menerapkan teknik-teknik relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan sebagainya.

Jika anxiety disorder muncul, Anda dapat mengatur pernapasan dan berhitung satu sampai 10 (atau bahkan 20) hingga Anda menjadi lebih rileks.

Berkonsultasilah dengan dokter dan ahli kesehatan mental, jika Anda merasa anxiety disorder telah mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.

Anxiety and Depression Association of America. https://adaa.org/tips-manage-anxiety-and-stress
Diakses dari 08 Maret 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anxiety/symptoms-causes/syc-20350961
Diakses dari 08 Maret 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323454.php
Diakses dari 08 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed