Penyebab Anak Tidak Bisa Diam dan Cara Mengatasinya

0,0
09 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ada sejumlah penyebab anak tidak bisa diamAnak tidak bisa diam dapat dipicu oleh berbagai hal
Anak yang aktif bisa menjadi pertanda tumbuh kembangnya berjalan dengan baik dan sehat. Namun, jika anak terlalu aktif, apalagi jika diiringi dengan sejumlah gejala, seperti sulit fokus dalam memerhatikan dan didisiplinkan, sebagian orangtua mungkin merasa khawatir jika si kecil mengalami gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).Akan tetapi, penyebab anak tidak bisa diam tidak selalu berkaitan dengan ADHD. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan anak terlalu aktif, mulai dari hal-hal yang mendasar seperti kurang tidur hingga gizi buruk.

Penyebab anak tidak bisa diam

Anak tidak bisa diam atau terlalu aktif di bawah usia 5-6 tahun umumnya tidak melulu didiagnosis ADHD karena perilaku tersebut cenderung normal bagi anak-anak balita dan prasekolah.Maka dari itu, penyebab anak tidak bisa diam bisa jadi merupakan suatu kondisi yang lebih mendasar, seperti:Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan jika seorang anak terlalu aktif dan memiliki kontrol diri yang buruk. Sebagai orangtua, Anda bersama dokter anak juga perlu memastikan si kecil tidak memiliki masalah penglihatan atau pendengaran, cedera kepala, kadar timbal yang tinggi, atau paparan obat.Anak tidak bisa diam atau terlalu aktif dapat didiagnosis menderita ADHD jika ia mengalami masalah pada dua lingkungan, misalnya lingkungan keluarga dan sekolah. Anda juga harus mempertimbangkan tingkat perhatian dan tingkat perkembangan yang sesuai dengan usia anak. Selain itu, ADHD juga memiliki kemungkinan diturunkan di dalam keluarga.

Perlukah anak tidak bisa diam menjalani terapi?

Sebelum membawa anak yang terlalu aktif untuk menjalani terapi tanpa basis yang jelas, sebaiknya Anda perlu memerhatikan beberapa hal berikut.
  • Apakah anak memiliki dorongan impulsif parah yang bisa membuatnya dalam bahaya, misalnya berlari ke tengah lalu lintas atau melompat dari tembok tinggi.
  • Apakah anak tidak bisa diam menunjukkan gejala yang mengganggu fungsi kesehariannya, seperti kesulitan berteman dan belajar, atau tidak mengikuti aturan pada lebih dari satu lingkungan (misalnya di rumah dan sekolah).
  • Saat anak memasuki usia prasekolah (usia 3-4 tahun), apakah tingkat aktivitasnya menghalangi interaksi dan hubungannya dengan orang lain. Misalnya, anak terlalu aktif hingga kesulitan bermain bersama dan tidak mampu bergiliran dengan anak-anak lain.
  • Apakah tingkat aktivitasnya memengaruhi kemampuannya untuk belajar, misalnya anak bergerak terlalu sering dan cepat sehingga kesulitan untuk menerima informasi atau belajar memecahkan masalah.
Jika hal-hal di atas membuat Anda khawatir, barulah Anda dapat membawa si kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara menghadapi anak yang tidak bisa diam

Mengajarkan anak membaca
Membaca dapat membantu anak untuk tetap fokus dan tenang
Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi anak tidak bisa diam atau terlalu aktif. Cara ini diharapkan dapat membuatnya fokus dan lebih tenang.
  • Tetapkan rutinitas, terutama pada waktu transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Misalnya, sebelum naik mobil untuk pergi ke suatu tempat. Ingatkan anak bahwa sudah hampir waktunya untuk pergi. Bantu anak mengakhiri aktivitas yang sedang ditekuninya dan minta ia memilih buku atau mainan untuk dibawa ke dalam mobil untuk mengalihkan perhatiannya. Rutinitas akan membantunya mengetahui apa yang diharapkan dan mempersiapkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
  • Pastikan anak Anda cukup tidur karena anak-anak cenderung lebih aktif dan mudah terganggu ketika mereka lelah.
  • Jangan lewatkan waktu sarapan. Kekurangan nutrisi juga dapat menjadi penyebab anak tidak bisa diam dan sulit fokus belajar di sekolah.
  • Ajak anak melakukan permainan yang aman dan aktif, seperti pergi ke taman bermain, membuat rintangan dalam ruangan dengan bantal yang bisa ia panjat, atau berkemah di halaman rumah.
  • Jadikan aktivitas membaca lebih interaktif. Dorong anak untuk membalik halaman, menunjukkan binatang atau benda dalam gambar. Seiring pertumbuhannya, anak dapat mulai memerankan cerita yang ia baca.
  • Mintalah bantuan anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti meletakkan sendok di atas meja atau membereskan mainan.
  • Beri anak waktu untuk bersantai sebelum tidur. Mulailah membatasi bermain aktif setidaknya satu jam sebelum tidur dan 30 menit sebelum tidur siang. Ajak anak terlibat dalam aktivitas yang tenang dan menenangkan.
Anak-anak yang terlalu aktif umumnya hanya perlu bergerak. Akan tetapi, jika Ia ternyata didiagnosis mengalami ADHD, dokter mungkin akan merekomendasikan sejumlah terapi untuk mengatasi perilaku anak yang tidak bisa diam.Akomodasi lingkungan dan terapi perilaku keluarga merupakan terapi untuk anak tidak bisa diam yang efektif karena pendekatan ini memungkinkan anak mendapatkan timbal balik positif dengan segera.Jika perilaku anak terlalu aktif dan impulsif sehingga berpotensi membahayakan, maka dokter dapat menyarankan kombinasi terapi dengan pemberian obat-obatan tertentu.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
tips parentinganak nakaladhd
Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/overactive-child-or-adhd/
Diakses 25 Juni 2021
St. Louis Childrens. https://www.stlouischildrens.org/health-resources/pulse/why-your-childs-behavior-may-not-mean-adhd?
Diakses 25 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait