7 Penyebab Anak Pendiam yang Mungkin Orangtua Tidak Sadari


Anak pendiam umumnya sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini ternyata dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari masalah mental hingga hubungan keluarga. Untuk mengatasinya, cobalah membuka dialog dengan anak dan dengarkan keluh kesahnya.

0,0
07 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anak pendiam cenderung lebih sulit berinteraksi dengan orang lainPerceraian atau pertengkaran orangtua dapat menjadi penyebab anak pendiam
Apakah Anda merasa memiliki anak pendiam? Ia mungkin terlihat kurang bergerak aktif, jarang mengobrol atau bermain dengan teman-teman seumurannya. Penyebab anak pendiam dapat dipicu oleh beberapa kondisi, mulai dari masalah mental hingga hubungan keluarga.Kondisi ini dapat memengaruhi kepribadian anak maupun kemampuannya untuk bersosialisasi dengan orang lain. Namun jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah anak pendiam dan tertutup.

Penyebab anak pendiam

Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan anak memiliki sifat pendiam. Beberapa di antaranya mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya.

1. Trauma psikis

Trauma psikis bisa menyebabkan anak menjadi pendiam. Masalah ini terjadi ketika anak mengalami peristiwa yang menyakitkan, mengancam jiwa, atau mengganggu kehidupan. Pelecehan fisik atau seksual, kecelakaan, dan bencana alam dapat menimbulkan trauma psikis pada anak. Selain pendiam, Si Kecil juga mungkin menjadi cepat marah, perubahan nafsu makan, hingga kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari.

2. Pemalu

Anak bisa memiliki sifat pemalu secara alami sejak ia kecil. Di sisi lain, pengalaman buruk juga memiliki pengaruh terhadap sifat ini. Anak pemalu dan pendiam umumnya lebih sulit untuk berinteraksi dan akrab dengan orang lain, serta menyesuaikan diri dengan situasi baru.Namun, bersikap malu-malu bisa menjadi masalah jika menyebabkan anak tidak bahagia atau mengganggu kehidupannya. Misalnya, karena pemalu anak enggan pergi ke sekolah, tidak memiliki teman, tidak mau ke luar rumah, atau mengalami kecemasan. 

3. Perundungan atau bullying

Anak yang mengalami bullying bisa menjadi pendiam
Kasus bullying marak terjadi di antara anak-anak. Perilaku ini dapat terjadi dalam bentuk fisik maupun psikologis. Tindakan perundungan umumnya terjadi pada anak pendiam di sekolah. Di sisi lain, anak yang menjadi korban bullying juga bisa menjadi pendiam, menyendiri, stres, mogok makan, sulit tidur, dan masalah lainnya. Si Kecil pun mungkin enggan menceritakannya pada Anda.

4. Introvert

Si Kecil juga bisa menjadi anak pendiam karena memiliki kepribadian introvert. Anak introvert lebih suka menghabiskan waktu sendirian dan merasa lelah setelah berinteraksi dengan banyak orang.Meski begitu, kondisi tersebut tidak selalu menjadi indikasi masalah dalam bersosialisasi. Anak introvert bukan berarti tidak memiliki teman karena mungkin ia lebih senang memiliki sedikit teman baik. Selain itu, anak introvert juga cenderung menjadi pengamat yang baik.

5. Terlambat bicara (speech delay)

Keterlambatan bicara atau speech delay bisa menjadi penyebab anak pendiam. Anak yang gagap atau sulit menyampaikan apa yang ingin dikatakan sering kali membuatnya lebih memilih untuk diam.Kondisi ini dapat terjadi akibat masalah pada lidah atau langit-langit mulut, gangguan pendengaran, ketidakmampuan belajar, dan gangguan perkembangan. Anak yang mengalami speech delay memerlukan perhatian dan penanganan khusus.

6. Masalah dalam hubungan keluarga

Perceraian atau pertengkaran orangtua juga bisa menjadi penyebab anak pendiam. Hal ini bisa terjadi karena anak merasa sedih atau tertekan sehingga untuk mengendalikan situasi ia lebih memilih diam. Mereka juga bisa mengalami kurang nafsu makan, sering menangis, atau bahkan depresi. Anak pendiam akibat kondisi ini harus mendapat perhatian yang lebih.

7. Pola asuh orangtua

Orangtua yang otoriter atau overprotektif seringkali melarang anak melakukan berbagai hal, mungkin termasuk bergaul. Hal tersebut bisa membuat anak mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan sosialnya. Alhasil, anak pun menjadi pendiam dan susah mendapatkan teman. Sebaliknya, orangtua yang hangat dan penuh perhatian dalam membesarkan anak, bisa membuatnya tumbuh menjadi anak yang mampu bersosialisasi dengan baik.

Apa yang harus dilakukan jika anak pendiam?

Memiliki anak pendiam dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua, terutama jika sifat tersebut sampai memengaruhi kehidupan Si Kecil. Namun, terdapat beberapa cara mengatasi anak pendiam yang bisa Anda lakukan:
  • Terima anak apa adanya

Jangan sampai memaksakan Si Kecil untuk memiliki karakter yang sesuai dengan keinginan orangtua karena malah bisa menjauhkan dirinya dari Anda. Di sisi lain, Anda dapat memberinya pengertian bahwa berinteraksi dan bergerak aktif juga diperlukan.
  • Buka dialog dengan anak

Ajaklah anak berbicara mengenai apakah ia tidak nyaman saat harus berkenalan dengan teman baru atau menyapa orang yang ia kenal. Hal ini dapat membantu Anda memahaminya. Jika ia memang merasa malu, Anda dapat memberinya solusi misal, dengan menyarankannya tersenyum atau melambaikan tangan apabila merasa grogi untuk berbicara. Setelah rasa malunya mulai terkendali, anjurkan ia untuk memulai percakapan dengan lebih santai.
  • Melatih anak bersosialisasi

Anda dapat melatih anak untuk bersosialisasi dengan baik. Hal ini akan mendorong anak pendiam merasa lebih nyaman saat berada dalam situasi sosial. Dorong ia bermain dengan satu anak lain. Jika berhasil, Anda dapat mendorongnya bermain dengan lebih banyak anak secara bertahap. Anda juga bisa mengajak anak ke acara ulang tahun anak lain yang mengundangnya, serta anjurkan ia memberi ucapan selamat dan menikmati permainan dalam pesta bersama anak lain. Jika Si Kecil berhasil bergaul dengan baik, berilah ia pujian.
  • Tunjukkan rasa cinta pada anak

Beri anak perhatian yang penuh, dukung apa yang ingin ia capai, dan jangan ragu untuk memeluknya. Ajak pula anak mengobrol atau bermain bersama teman dan keluarga. 
  • Dengarkan keluh kesah anak

Luangkan waktu untuk mendengarkan apa yang anak rasakan. Pahami apa yang membuatnya menjadi pendiam. Jangan memojokkan anak karena bisa membuatnya tertekan.
  • Jangan sering memarahinya

Terkadang, anak pendiam membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbuka. Tunggulah dan jangan memarahinya karena hanya akan membuat nyali anak semakin menciut.Dengan demikian, anak pun setidaknya bisa mengerti dan lebih terbuka dengan Anda atau orang-orang di sekitarnya.  Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar anak pendiam, Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingbullyingtraumaorangtua
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/features/parent-shy-child#1
Diakses pada 23 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/qa/what-causes-language-and-speech-delays-in-children
Diakses pada 23 September 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-raise-an-introverted-child-1449064
Diakses pada 23 September 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-are-the-effects-of-childhood-trauma-4147640
Diakses pada 23 September 2020
Pop Sugar. https://www.popsugar.com/family/Reasons-Your-Child-Staying-Silent-37587310
Diakses pada 23 September 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/shyness-is-nice/201205/worried-about-your-quiet-child-one-mother-another
Diakses pada 23 September 2020
Parents. https://www.parents.com/parenting/better-parenting/advice/5-ways-to-encourage-your-quiet-child/
Diakses pada 9 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/shyness#causes
Diakses pada 06 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait