8 Penyebab Anak GTM dan Tips untuk Mengatasinya


Ada banyak cara untuk mengatasi anak GTM (gerakan tutup mulut), mulai dari menyajikan porsi yang tepat, memerhatikan jam makannya, hingga menciptakan suasana yang menyenangkan.

0,0
09 Sep 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab anak GTM salah satunya karena anak sedang tidak laparAda banyak penyebab anak GTM (gerakan tutup mulut), salah satunya karena terdistraksi dengan gadget.
Pernahkah Anda mendengar istilah gerakan tutup mulut (GTM) pada anak? Anak GTM adalah anak yang menolak untuk membuka mulutnya saat disuguhkan makanan.Situasi ini menjadi masalah yang perlu dipecahkan oleh orangtua. Sebab, anak membutuhkan nutrisi dari makanan yang ia konsumsi. Kalau ia terus menolak makan, dikhawatirkan kebutuhan nutrisi sehari-harinya tidak bisa dipenuhi dengan baik.Untuk mengatasi masalah ini, kenalilah berbagai penyebab anak GTM dan cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

8 penyebab anak GTM yang perlu dipahami

Ada beberapa penyebab anak GTM yang perlu dipahami, di antaranya:

1. Sembelit

Anak yang menutup mulutnya rapat-rapat ketika disuapi makanan bukan berarti tidak mau makan. Bisa jadi ia sedang mengalami sembelit sehingga tidak nafsu makan.Dilansir dari Very Well Health, sembelit dapat membuat anak berhenti makan. Anda juga bisa kesulitan untuk menyadari masalah ini karena si kecil belum mampu menjelaskan apa yang ia alami.

2. Terdistraksi oleh gawai (gadget)

Keberadaan gawai, seperti ponsel, tablet, hingga televisi, di dekat si kecil dapat membuatnya ogah makan. Sebab, anak bisa jadi lebih fokus atau teralihkan kepada barang-barang elektronik tersebut dibandingkan dengan makanan yang ia konsumsi.

3. Porsi makan tidak sesuai

Coba lihat lagi porsi makan yang Anda berikan pada anak. Apakah porsinya terlalu banyak? Jika iya, bisa jadi kondisi ini menjadi penyebab anak GTM yang membuat si kecil tidak mamu makan.Anda juga perlu tahu bahwa anak-anak tidak membutuhkan porsi yang besar layaknya orang dewasa. Maka dari itu, berikan anak Anda porsi makan yang wajar bagi anak-anak seusianya.

4. Sensitivitas makanan

Salah satu penyebab anak GTM yang perlu diwaspadai adalah sensitivitas makanan seperti penyakit celiac.Penyakit celiac terjadi saat sistem imun bereaksi terhadap makanan yang mengandung gluten (protein di dalam gandum). Kondisi medis ini dapat membuat anak merasa nyeri dan tidak nyaman saat makan.

5. Anoreksia nervosa

Jangan salah, anoreksia nervosa juga bisa dialami oleh anak-anak. Faktanya, menurut sebuah studi yang dimuat dalam The British Journal of Psychiatry, gangguan makan ini juga bisa dirasakan oleh anak berusia 6-7 tahun.Anoreksia nervosa merupakan salah satu penyebab anak GTM yang perlu ditangani. Kondisi medis ini membuat anak merasa takut mengalami kenaikan berat badan dan memiliki persepsi yang salah terhadap berat badan. Sehingga, ia menutup mulutnya rapat-rapat saat disuguhi makanan.

6. Esofagitis eosinofilik

Esofagitis eosinofilik adalah kondisi medis yang bisa menjadi penyebab anak GTM. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan jenis sel sistem imun tertentu di kerongkongan anak.Esofagitis eosinofilik dapat menyebabkan tenggorokan menjadi bengkak sehingga bisa menyebabkan nyeri saat anak menelan makanan.

7. Sudah merasa kenyang

Jika anak menolak untuk membuka mulutnya untuk makan, bisa jadi ia sudah kenyang karena camilan-camilan yang sebelumnya ia konsumsi. Maka dari itu, ada baiknya Anda tanyakan dulu padanya apakah ia sudah merasa kenyang atau ada hal lain yang membuatnya tidak mau makan.

8. Memilih-milih makanan

Picky eater atau pilih-pilih makanan juga bisa menjadi penyebab anak GTM. Di saat Anda menyuguhkan makanan-makanan sehat, seperti buah dan sayur, anak malah menginginkan junk food.Kondisi ini dapat membuat anak menutup mulutnya sampai ia mendapatkan makanan yang diinginkannya.

Cara mengatasi anak GTM

Setelah mengetahui berbagai penyebab anak tidak mau makan di atas, berikut adalah sejumlah cara mengatasi GTM yang bisa Anda lakukan.
  • Jauhkan gawai dari pandangan

Cara mengatasi anak GTM yang patut dicoba adalah menjauhkan gawai dan barang elektronik dari jangkauannya.Barang-barang elektronik dapat menganggu jam makan anak sehingga membuatnya lebih asyik main gawai dan tidak mau makan.Jangan hanya menyuruh saja, Anda juga perlu mencontohkan pada mereka. Cobalah untuk tidak main ponsel atau barang elektronik apa pun di saat makan bersama anak.
  • Berikan porsi yang sesuai

Jika anak GTM tidak mau makan karena porsi yang disuguhkan terlalu banyak, tanyakan dulu kepada si kecil mengenai porsi yang ia inginkan.Apabila anak telah mengutarakan porsi yang pas untuknya, maka barulah Anda menyuguhkan makanan sesuai dengan yang ia minta.Kalau porsinya terlalu kecil, si kecil pun dapat meminta porsi tambahan jika ia masih lapar.
  • Jangan memberi makan terlalu dekat dengan jam tidur

Saat anak sudah merasa ngantuk atau letih, membuatnya untuk duduk dan membuka mulutnya untuk makan dapat terasa semakin sulit.Maka dari itu, cobalah untuk tidak menyuguhkan makanan terlalu dekat dengan jam istirahat anak agar tubuhnya masih bugar untuk menerima makanan yang disajikan.
  • Buat suasana jadi menyenangkan

Memaksa dan berteriak pada anak untuk makan hanya dapat membuat si kecil semakin tidak mau makan. Saat mereka marah dan menangis akibat dimarahi, mulutnya dapat tertutup rapat dan menolak makanan yang disajikan.Tentu orangtua ingin anaknya makan dengan baik. Namun ingat, jangan pernah memaksa, apalagi memarahinya sambil berteriak untuk makan. Buatlah suasana menjadi menyenangkan, seperti makan bersama keluarga di meja makan.
  • Sajikan makanan yang bervariasi

Cara mengatasi anak GTM yang tak boleh dilupakan adalah menyajikan makanan yang bervariasi. Bisa saja si kecil merasa bosan dengan makanan yang itu-itu saja sehingga ia menutup mulutnya.Ajaklah ia ke pasar atau swalayan untuk memilih makanan yang ia ingin konsumsi. Kalau bisa, bantu anak untuk memilih makanan sehat.Selain itu, ajaklah anak dalam proses memasaknya. Kegiatan ini dapat membuat anak merasa semangat untuk mengonsumsi makanan yang ia telah buat.
  • Hindari camilan berlebihan

Menghindari camilan berlebihan dianggap sebagai cara mengatasi anak GTM yang cukup efektif. Bisa saja si kecil tidak mau makan karena ia sudah merasa kenyang akibat camilan yang ia makan sebelumnya.Maka dari itu, cobalah untuk membatasi camilan yang masuk ke dalam perutnya supaya anak bersemangat untuk makan.Jika memang ada kondisi medis yang menyebabkan anak tidak mau makan, sebaiknya Anda membawa si kecil ke dokter untuk diperiksa dan mendapatkan penanganan yang tepat.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingparenting stressgaya parenting
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-to-do-when-your-child-is-not-eating-anything-1323965
Diakses pada 25 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/child-refuses-to-eat-anything#mealtime-tips
Diakses pada 25 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/celiac-disease/symptoms-causes/syc-20352220
Diakses pada 25 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anorexia-nervosa/symptoms-causes/syc-20353591
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait