Penyebab Alergi Sabun Cuci dan Bagaimana Mengatasinya?

(0)
03 Aug 2020|Azelia Trifiana
Alergi sabun menyebabkan kulit gatal saat bersentuhan dengan zat kimiaBeberapa orang mengalami alergi sabun ketika mencuci piring
Tak terhitung berapa banyak orang yang mengalami alergi sabun ketika kontak langsung dengan deterjen pencuci baju. Seberapa pun wanginya, alergi sabun bisa terjadi karena substansi kimia dalam deterjen. Kandungan pengawet, pewangi, dan zat kimia lain dalam deterjen dapat menyebabkan dermatitis atopik.Ciri-ciri utama mengalami alergi sabun adalah kulit menjadi kemerahan, ruam, gatal, dan bisa menyebar ke area tertentu. Bahkan, area seperti ketiak dan paha dalam juga bisa mengalami ruam reaksi alergi ketika mengenakan pakaian yang dicuci dengan deterjen pemicu alergi.

Penyebab alergi sabun

Ada dua penyebab terjadinya alergi sabun yang paling umum terjadi:

1. Alergen

Seseorang bisa mengalami reaksi alergi sabun ketika pertama kali kontak atau setelah beberapa kali penggunaan. Deterjen memang merupakan salah satu alergen yang paling rentan menyebabkan alergi. Salah satu pemicunya adalah kandungan surfaktan yang ampuh menghilangkan kotoran dan partikel minyak dari pakaian.Substansi kimia dalam deterjen dapat menyebabkan iritasi dan ruam kulit. Terlebih, dalam sebuah deterjen ada banyak sekali zat kimia sehingga sulit menentukan secara spesifik apa yang menyebabkan alergi. Beberapa contohnya seperti enzim, paraben, pewarna, pelembut, hingga emulsifier.

2. Dermatitis atopik

Berbeda dengan kondisi ketika deterjen menjadi alergen, orang yang menderita dermatitis atopik lebih rentan bereaksi ketika kontak dengan deterjen. Jenis yang paling umum adalah dermatisis kontak iritan. Ini terjadi ketika substansi tertentu merusak lapisan teratas kulit sehingga terasa gatal.Selain itu, ada juga dermatitis atopik yang terjadi karena reaksi alergi terhadap substansi tertentu. Ketika ini terjadi, tubuh akan mengeluarkan respons imun seperti kulit gatal, memerah, iritasi, atau pecah-pecah.

Gejala alergi sabun

Cukup mudah mengenali ketika seseorang mengalami alergi sabun, karena reaksinya akan muncul tidak lama setelah kontak terjadi. Beberapa gejalanya yang umum terjadi adalah:
  • Ruam kemerahan
  • Gatal
  • Luka
  • Benjolan
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Sensasi terbakar di kulit
  • Bengkak
Gejala-gejala di atas tak hanya bisa muncul ketika sedang mencuci dan menyentuh langsung deterjen. Ada kalanya, reaksi alergi muncul ketika mengenakan pakaian yang dicuci dengan deterjen itu. Jika ini yang dialami, maka reaksi alergi sabun bisa muncul di area tubuh manapun.Beberapa orang yang mengalami reaksi alergi ini akan merasa gejala makin buruk ketika berkeringat. Itulah sebabnya area di ketiak dan paha dalam kerap mengalami reaksi alergi.Selain itu, terkadang seseorang juga bisa mengalami reaksi alergi sabun di wajah ketika sarung bantal atau sprei dicuci dengan deterjen tertentu. Jadi, ada baiknya mengganti deterjen alami tanpa kandungan kimia jika ini terjadi.

Cara menangani alergi sabun

Sebagian besar reaksi alergi sabun bisa ditangani sendiri di rumah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani alergi sabun di antaranya:
  • Oleskan krim steroid

Ada banyak krim steroid yang dijual di pasaran dan bisa digunakan untuk mengatasi alergi sabun. Di dalamnya, terdapat 1% hydrocortisone yang dapat meredakan rasa gatal dan inflamasi kulit.
  • Lotion antigatal

Selain itu, bisa juga mengoleskan lotion antigatal untuk menenangkan kulit sekaligus mencegah keinginan menggaruk yang bisa menimbulkan luka
  • Anthistamin

Jenis obat antihistamin juga bisa meredakan reaksi alergi jika diperlukan
  • Mandi dengan oatmeal

Mandi air dingin dengan oatmeal bisa meredakan rasa gatal sekaligus menenangkan kulit yang sedang mengalami iritasi
  • Kompres dingin

Menangani alergi sabun juga bisa dengan memberikan kompres handuk yang direndam dalam air dingin. Cara ini dapat menenangkan kulit yang mengalami peradangan.

Bagaimana mencegah alergi sabun?

Penting untuk mengidentifikasi substansi apa yang memicu seseorang mengalami reaksi alergi. Biasanya, perlu beberapa kali uji coba untuk tahu apa pemicunya. Langkah preventif lain yang bisa dilakukan seperti:
  • Bilas dua kali

Membilas cucian dalam dua kali putaran bisa membantu menghilangkan residu deterjen di pakaian. Jika memungkinkan, gunakan air panas untuk membunuh alergen.
  • Cuka dan soda kue

Cuka dan soda kue adalah perpaduan pembersih alami yang ampuh. Ini bisa menjadi alternatif pengganti deterjen atau digunakan saat siklus pembilasan kedua. Bahkan, cuka dan soda kue dapat membantu mencerahkan sekaligus melembutkan pakaian secara alami.
  • Buat deterjen sendiri

Alternatif lain untuk mencegah reaksi alergi sabun adalah dengan membuat sendiri deterjen dengan lerak atau substansi lainnya. Tak hanya bebas dari zat kimia seperti pewangi, deterjen yang dibuat sendiri juga lebih hemat.
  • Membersihkan mesin cuci

Apabila hanya ada satu anggota keluarga yang mengalami reaksi alergi sabun, pastikan selalu membersihkan mesin cuci setelah menggunakannya dengan deterjen biasa. Caranya cukup dengan menyalakan satu siklus pencucian dengan menambahkan soda kue atau cuka. Langkah ini dapat membantu menghilangkan residu zat kimia dan sabun dari mesin.

Catatan dari SehatQ

Selain beberapa cara di atas, menggunakan bahan alami seperti soda kue untuk membersihkan noda di pakaian juga bisa jadi langkah preventif. Dengan demikian, tak perlu menggunakan produk penghilang noda kimia yang bisa memicu reaksi alergi sabun.
alergikulit dan kecantikanmasalah kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/rashes-from-detergent#symptoms
Diakses pada 18 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/contact-dermatitis
Diakses pada 18 Juli 2020
Allure. https://www.allure.com/story/laundry-detergent-allergy-skin-reaction
Diakses pada 18 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait