Pahami Penyebab Alergi Dingin dan Cara Mengatasinya

(0)
19 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab alergi dingin antara lain paparan AC di ruangan.Salah satu penyebab alergi dingin adalah paparan AC ruangan.
Cuaca dingin tidak selalu menyenangkan bagi semua orang, terutama bagi penderita alergi dingin. Apa sebenarnya penyebab alergi dingin dan bagaimana cara mengatasinya?Alergi dingin adalah reaksi tubuh berupa semacam biang keringat atau biduran yang kemerahan dan terasa gatal. Reaksi ini mungkin muncul dalam hitungan menit hingga jam setelah Anda terpapar udara dingin.

Penyebab alergi dingin yang harus diwaspadai

Alergi dingin berbeda dari flu atau masuk angin. Salah satu perbedaan mendasarnya adalah adalah flu diikuti oleh demam (meriang), sedangkan alergi dingin tidak. Perbedaan lain yang dirasakan penderita alergi dingin gejala berupa rasa gatal di tenggorokan, sedangkan flu akan membuat tenggorokan Anda terasa sakit.Mata Anda juga akan merah dan berair ketika alergi dingin menyerang. Bersin-bersin dan batuk juga bisa menjadi gejala alergi dingin yang sangat mengganggu, karena intensitasnya mungkin melebihi orang yang tengah flu.
Ruangan ber-AC jadi salah satu penyebab alergi dingin.
Alergi biasanya bersifat genetik alias keturunan sehingga Anda kemungkinan besar akan memiliki alergi dingin, jika orangtua atau ada anggota keluarga lain dengan kondisi serupa. Penyebab alergi dingin dari segi pemicunya bisa berbagai hal, seperti:
  • Terpapar suhu dingin, misalnya saat hujan deras di malam hari saat Anda berada di pegunungan
  • Berenang atau mandi dengan air dingin
  • Masuk ke ruangan ber-AC atau yang sangat dingin (misalnya ruang pendingin restoran)
Penyebab alergi dingin seperti berenang di air yang sangat dingin bisa sampai mengakibatkan munculnya reaksi alergi berat (anafilaksis).Anda pun sebaiknya memberi tahu dokter jika mengidap alergi dingin dan harus menjalani operasi di ruangan ber-AC dalam jangka waktu lama, agar reaksi alergi berat tidak muncul saat tidak sadarkan diri.Alergi dingin terjadi karena aktifnya zat kimia di dalam tubuh yang dinamakan histamin. Zat kimia inilah yang akan menimbulkan berbagai gejala alergi, mulai dari bersin, batuk, biduran, hingga reaksi yang membahayakan nyawa seperti anafilaksis.Kelompok individu dengan kondisi berikut ini, lebih rentan mengalami alergi dingin.
  • Autoimun
  • Infeksi virus yang mengakibatkan terjadinya mononukleosis
  • Cacar air
  • Hepatitis virus
  • Penyakit yang mengakibatkan kelainan darah
Penyebab alergi dingin biasanya tidak diketahui secara pasti, kecuali adanya paparan udara dingin itu sendiri. Namun tidak jarang juga, alergi dingin terjadi akibat penyakit lain yang merupakan masalah kesehatan utama Anda, terutama jika Anda menderita kelainan darah.

Bagaimana cara meredakan gejala alergi dingin?

Ada obat-obatan yang ampuh redakan alergi dingin.
Cara paling aman untuk mengatasi alergi dingin adalah dengan menjauhi penyebab alergi dingin itu sendiri. Gunakan baju hangat ketika bepergian ke daerah dingin, atau minum air hangat untuk mencegah gatal pada tenggorokan.Namun jika reaksi alergi sudah terlanjur terjadi, Anda bisa mengonsumsi obat tertentu atau kombinasi obat pereda gejala alergi itu sendiri, seperti:

1. Antihistamine

Obat ini bekerja dengan menurunkan kadar histamin di dalam tubuh sehingga Anda tidak rentan merasakan gejala alergi dingin. Obat antihistamine biasanya menyebabkan kantuk. Namun, tidak demikian dengan obat antihistamine generasi terbaru seperti loratadine, cetirizine, dan desloratadine, yang bisa diminum saat Anda akan beraktivitas.

2. Omalizumab

Obat ini biasanya diresepkan untuk pasien penyakit asma. Namun, obat ini tidak jarang juga diberikan pada penderita alergi dingin yang sudah mencoba pengobatan lainnya tapi tidak berhasil.

3. Autoinjector epinephrine

Dokter akan merekomendasikan obat ini bila Anda pernah mengalami reaksi alergi berat.Jika alergi dingin terjadi akibat masalah kesehatan tertentu, Anda juga wajib membawa obat penyakit tersebut ke mana-mana untuk jaga-jaga. Gunakan obat sesuai dengan anjuran dokter.Beberapa obat bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, pastikan untuk mengikuti instruksi pemakaian yang tertera pada kemasannya, termasuk membaca kontraindikasi, terutama bila Anda sedang mengonsumsi obat lain.Lakukan konsultasi dengan dokter secepatnya jika mengalami alergi dingin disertai demam, sakit kepala, hingga beruntusan dengan rasa gatal yang tidak tertahankan.Jika gejala alergi dingin yang Anda alami tidak kunjung membaik dalam 1 minggu, kembali periksakan diri ke dokter atau minta second opinion dari dokter lain.
alergialergi dinginalergi lingkunganrhinitis alergialergi obat
Kementerian Kesehatan RI. https://farmalkes.kemkes.go.id/?wpdmact=process&did=MTEwLmhvdGxpbms=
Diakses pada 7 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/symptoms-causes/syc-20371046
Diakses pada 7 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-allergy
Diakses pada 7 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-969/cold-allergy-relief-oral/details
Diakses pada 7 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait