Penyebab Alergi Deterjen dan 5 Cara Mengatasinya dengan Tepat

(0)
Alergi deterjen bisa karena kandungan surfaktan, parfum, paraben, dan pengawet di dalamnyaAlergi deterjen cuci pakaian bisa menyebabkan kulit merah dan melepuh
Pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, mencuci pakaian dengan deterjen dapat menyebabkan masalah serius pada kulit, seperti alergi. Rasanya tentu sangat tidak nyaman saat merasakan kulit terkena gejala alergi deterjen. Terlebih, kadang gejala alergi deterjen yang timbul tak terbendung sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa penyebab alergi deterjen cuci pakaian?

Tanpa disadari, deterjen yang Anda gunakan untuk mencuci pakaian bisa menyebabkan masalah serius pada kulit.Hal ini dapat disebabkan oleh zat pewangi dan bahan kimia lain yang bisa memicu alergi, baik anak-anak hingga orang dewasa, yang memiliki kulit sensitif atau dengan kondisi kulit tertentu.Beberapa penyebab alergi deterjen cuci pakaian yang mungkin terjadi, antara lain:

1. Kandungan zat dalam deterjen

Salah satu penyebab alergi deterjen cuci pakaian adalah kandungan zat di dalamnya.Alergi deterjen untuk mencuci pakaian mengandung berbagai bahan yang berpotensi dapat menyebabkan iritasi. Umumnya, deterjen mengandung beberapa jenis surfaktan atau zat penggerak permukaan.Surfaktan bekerja dengan melonggarkan partikel kotoran dan minyak yang menempel agar dapat hilang dari permukaan pakaian. Kandungan surfaktan yang keras sering kali menyebabkan iritasi, terutama pada orang dengan kulit sensitif.Selain surfaktan, zat deterjen yang dapat memicu ruam dan iritasi pada kulit adalah parfum atau zat wewangian. Adapun berbagai zat alergen penyebab alergi lainnya yang terkandung dalam deterjen, di antaranya:
  • Pengawet
  • Enzim
  • Paraben
  • Pewarna
  • Pelembap
  • Pelembut kain
  • Pengental dan pelarut
  • Pengemulsi

2. Dermatitis kontak

Penyebab alergi deterjen cuci pakaian berikutnya adalah dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah kondisi kulit iritasi yang menyebabkan ruam dan peradangan pada kulit.Penyakit ini biasanya terjadi saat tangan menyentuh benda yang menyebabkan iritasi, seperti sabun deterjen, tanaman, atau logam.Ada dua jenis dermatitis kontak, yakni dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Apa perbedaannya?Dermatitis kontak iritan adalah kondisi kulit iritasi disertai ruam yang dapat terjadi walaupun Anda tidak sedang terpapar zat alergen yang menyebabkan alergi, termasuk alergen pada deterjen cuci pakaian.Dermatitis kontak iritan merupakan kondisi kulit paling umum dari ruam kulit nonalergi. Hal ini bisa terjadi ketika zat yang terkandung pada deterjen mengiritasi atau merusak lapisan kulit paling atas sehingga menimbulkan ruam gatal.Anda mungkin dapat mengalami reaksi alergi deterjen tersebut sesaat setelah terkena paparan zat deterjen pertama kali atau setelah terpapar berulang kali.Sementara, dermatitis kontak alergi bisa timbul ketika Anda mengalami reaksi alergi terhadap suatu zat alergen. Saat Anda mengalami reaksi alergi, tubuh Anda akan menghasilkan respons imun.

Tanda-tanda dan gejala alergi deterjen cuci pakaian

gejala alergi deterjen adalah jari tangan gatal
Salah satu gejala alergi deterjen adalah kulit area tangan terasa gatal
Anda yang memiliki kulit sensitif atau rentan mengalami alergi deterjen cuci pakaian biasanya akan muncul tanda-tanda dan gejala alergi deterjen secara langsung atau beberapa jam kemudian setelah menyentuh pakaian yang dicuci.Berbagai tanda dan gejala alergi deterjen, yaitu:
  • Ruam merah
  • Bercak kulit bersisik
  • Kulit kering atau pecah-pecah
  • Rasa gatal ringan hingga berat
  • Kulit terasa lembut
  • Sensasi kulit terasa terbakar
  • Kulit membengkak
  • Muncul lepuhan kulit yang merembes atau mengeras
Tanda-tanda dan gejala alergi deterjen biasanya akan muncul pada area tubuh tertentu yang bersentuhan langsung dengan zat iritan kuat, seperti jari-jari tangan atau leher.Akan tetapi, gejala alergi deterjen dapat muncul di mana saja karena seluruh tubuh Anda dapat bersentuhan dengan pakaian atau seprai yang sudah dicuci.Beberapa orang mungkin akan mengalami gejala alergi deterjen lebih parah pada area kulit yang mudah berkeringat, seperti ketiak dan selangkangan.Selain itu, sarung bantal yang baru dicuci juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif di wajah Anda.Meski demikian, kondisi kulit lain bisa saja menimbulkan tanda-tanda dan gejala alergi deterjen di atas.Jadi, alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit apabila mengalami gejala tersebut guna mengetahui penyebabnya dengan pasti.

Cara mengatasi alergi deterjen cuci pakaian

cara mengatasi alergi deterjen adalah dengan pakai krim oles
Pakai obat oles antigatal untuk mengatasi alergi deterjen
Sebagian besar kasus alergi deterjen dapat diatasi dengan melakukan pengobatan sederhana di rumah.Jika Anda mengalami alergi deterjen atau sensitif terhadap bahan kimia yang terkandung pada merek deterjen tertentu, hal paling penting untuk dilakukan adalah mengidentifikasinya.Setelah menemukan penyebabnya, hindari menggunakan produk deterjen tersebut. Kemudian, lakukan cara mengatasi alergi deterjen untuk meringankan gejalanya di bawah ini:

1. Gunakan kompres air dingin

Salah satu cara mengatasi alergi deterjen adalah menggunakan kompres air dingin. Langkah ini bertujuan untuk menenangkan kulit yang mengalami peradangan.Caranya, basahi handuk atau kain bersih dengan air dingin, peras airnya, lalu tempelkan pada area kulit yang meradang.

2. Mandi oatmeal

Anda dapat memanfaatkan bahan alami yang ada di rumah sebagai cara mengatasi alergi deterjen. Oatmeal, misalnya.Mandi oatmeal bertujuan untuk mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit yang meradang. Caranya, gunakan bubuk oatmeal yang sudah dihaluskan dengan blender.Lalu, taburkan ke dalam bak mandi berisi air. Anda dapat menggunakannya untuk berendam dalam bak tersebut selama 15 menit.

3. Minum obat antihistamin

Cara mengatasi alergi deterjen yang ampuh berikutnya adalah minum obat antihistamin. Anda bisa mendapatkan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek untuk menghentikan reaksi alergi deterjen yang muncul.Efek samping obat antihistamin yang dapat menyebabkan rasa kantuk, dapat membuat Anda tidur pulas walaupun kulit sedang gatal.

4. Gunakan krim antigatal

Anda juga bisa melakukan cara mengatasi alergi deterjen dengan krim antigatal, seperti lotion calamine.Krim antigatal berfungsi menenangkan kulit yang gatal sehingga mencegah Anda untuk menggaruk kulit lebih lanjut yang berpotensi menimbulkan rasa gatal semakin parah.

5. Pakai krim steroid

Selain minum obat antihistamin, mengoleskan krim steroid dengan kandungan hidrokortison minimal 1 persen juga menjadi cara mengatasi alergi deterjen.Krim steroid dapat membantu meringankan rasa gatal dan peradangan yang muncul sebagai alergi deterjen.Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan krim steroid sebagai cara mengatasi alergi deterjen. Pasalnya, krim steroid tidak boleh dibeli secara bebas di apotek. 

Cara mencegah alergi deterjen cuci pakaian yang tepat

cara mencegah alergi deterjen adalah dengan pilih deterjen bebas pewarna dan pewangi
Memilih deterjen bebas pewangi dan pewarna bisa jadi cara mencegah alergi
Bagaimana pun juga langkah pencegahan lebih baik dilakukan daripada mengobati.Jadi, jika Anda rentan mengalami alergi deterjen atau sensitif terhadap penggunaan kandungan deterjen cuci pakaian, ada baiknya untuk melakukan berbagai cara mencegah alergi deterjen cuci pakaian berikut ini.

1. Gunakan deterjen bebas pewangi dan pewarna

Beberapa orang mungkin rentan mengalami alergi deterjen atau sensitif terhadap penggunaan deterjen cuci pakaian tertentu.Ini sebabnya, Anda perlu memilih menggunakan deterjen bebas pewangi dan pewarna kimia sebagai salah satu cara mencegah alergi deterjen yang tepat dan ampuh.

2. Bilas pakaian dua kali

Membilas pakaian dua kali juga bisa menjadi cara mencegah alergi deterjen kambuh. Membilas pakaian dua kali bertujuan untuk mencegah penumpukan residu deterjen yang menempel di pakaian.Anda dapat menggunakan air panas saat membilas pakaian untuk menghilangkan zat alergen penyebab alergi deterjen.

3. Bersihkan mesin cuci

Jika Anda atau anggota keluarga Anda rentan mengalami alergi deterjen atau sensitif terhadap kandungan deterjen, pastikan untuk membersihkan mesin cuci setelah mencuci pakaian dengan deterjen.Anda dapat menggunakan air panas dengan baking soda dan cuka untuk membantu membersihkan buih sabun dan penumpukan bahan kimia deterjen yang menempel di mesin cuci.

4. Gunakan larutan baking soda dan cuka

Anda bisa menggunakan larutan baking soda dan cuka sebagai zat pembersih alami.Gunakan larutan campuran tersebut saat membilas pakaian untuk yang kedua kalinya. Baking soda dan cuka dapat membantu mencerahkan dan melembutkan pakaian secara alami.

Kapan alergi deterjen harus dikonsultasikan ke dokter?

Umumnya, alergi deterjen cuci pakaian dapat berangsur hilang dengan melakukan berbagai cara mengatasi alergi deterjen dengan mudah seperti yang sudah dijelaskan di atas.Namun, Anda perlu memeriksakan kondisi alergi deterjen ke dokter apabila cara menghilangkan alergi deterjen di atas tidak kunjung meredakan rasa gatal dan gejala alergi lainnya selama beberapa hari, membuat tidur Anda tidak nyenyak, mengganggu aktivitas, atau menyebar ke area tubuh lainnya.
alergidermatitisdermatitis kontak
Healthline. https://www.healthline.com/health/rashes-from-detergent#prevention
Diakses pada 11 Agustus 2020
Web Md. https://www.webmd.com/allergies/chemical-allergies
Diakses pada 11 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait