Kenali Penyebab Air Ketuban Sedikit dan Cara Mengatasinya

Air ketuban sedikit berpotensi besar menyebabkan bahaya pada janin
Jumlah air ketuban perlu dipantau selama kehamilan

Air ketuban memiliki peran penting untuk kehamilan karena dapat menunjang perkembangan janin. Tubuh mulai memproduksi cairan ketuban sekitar 12 hari setelah pembuahan. Pada paruh pertama kehamilan, ketuban terbuat dari air dalam tubuh ibu.

Dalam paruh kedua, air ketuban diciptakan dari urine janin. Di samping ada ibu yang kelebihan air ketuban terdapat pula ibu hamil yang air ketubannya tak memadai. Masalah ini biasanya disebabkan oleh berbagai kondisi tertentu.

Jangan meremehkan jumlah air ketuban yang sedikit, pasalnya manfaat air ketuban sangat berpengaruh untuk kesehatan ibu dan janin. Air ketuban berfungsi sebagai pelindung janin, mengontrol suhu agar janin tetap hangat, mencegah infeksi, membantu perkembangan paru-paru, saluran cerna, tulang dan otot janin.

Air ketuban sedikit, yang juga dikenal dengan oligohidramnion, dikhawatirkan dapat mengganggu dan membahayakan perkembangan janin. Lantas, apa penyebabnya?

Penyebab air ketuban sedikit

Air ketuban memiliki fungsi penting untuk janin, yaitu melindungi dari cedera ketika perut ibu terasa sakit atau tertekan, membantu paru-paru dan sistem pencernaannya matang, melindungi dari infeksi, dan menjaga janin tetap pada suhu yang konstan.

Umumnya, kadar air ketuban lebih rendah pada trimester ketiga kehamilan. Namun, jika dalam 6 bulan pertama kehamilan air ketuban hanya sedikit, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Berbagai faktor penyebab air ketuban sedikit, di antaranya:

  • Mendekati waktu persalinan

Secara alami, air ketuban mulai berkurang setelah 36 minggu kehamilan (mendekati waktu persalinan). Ketika air ketuban sudah semakin sedikit, dokter bisa saja akan menyarankan Anda untuk melakukan persalinan.

  • Ketuban pecah dini

Kantong ketuban bisa pecah atau mengalami kebocoran sebelum waktu persalinan benar-benar tiba. Hal ini dapat menyebabkan air ketuban merembes keluar sehingga jumlahnya jadi sedikit atau bahkan habis.

  • Masalah pada ibu hamil

Berbagai masalah pada ibu hamil, seperti preeklampsia, diabetes, hipertensi, obesitas, ataupun dehidrasi dapat menyebabkan kadar air ketuban sedikit.

Kondisi ini terjadi karena tubuh ibu tak memiliki cukup cairan, atau bayi kesulitan mendapat nutrisi yang cukup sehingga hanya mengeluarkan sedikit urine.

  • Gangguan sistem kemih janin

Jika janin memiliki masalah pada sistem kemihnya, terutama ginjal, ia akan kesulitan menghasilkan urine yang cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan air ketuban menjadi sedikit.

  • Obat-obatan

Obat-obatan tertentu, terutama yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan air ketuban sedikit. Oleh sebab itu, sangat penting untuk berkonsultasi pada dokter mengenai obat yang Anda konsumsi selama kehamilan.

  • Gangguan fungsi plasenta

Plasenta berfungsi membawa nutrisi dan oksigen ke janin. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik atau mulai terlepas dari dinding rahim, maka janin kemungkinan tak mendapat nutrisi yang cukup untuk menghasilkan urine dengan baik sehingga air ketuban sedikit.

Jika pada trimester pertama dan awal trimester kedua kadar air ketuban hanya sedikit, maka kemungkinan besar Anda bisa mengalami keguguran.

Dalam kasus yang serius, air ketuban sedikit bisa menyebabkan bayi lahir mati setelah 24 minggu kehamilan. Cairan ketuban yang rendah juga bisa mengakibatkan bayi lahir prematur atau sungsang karena tak dapat mengubah posisinya.

Mengatasi air ketuban sedikit

Memiliki air ketuban yang sedikit memang mengkhawatirkan. Anda mungkin merasa cemas, dan khawatir akan kondisi janin yang tengah kandung. Namun, beberapa hal dapat dilakukan untuk mengatasi air ketuban yang sedikit, di antaranya:

  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat membantu Anda memantau perkembangan janin dan apa yang terjadi pada kehamilan Anda. Ini juga dapat membantu dokter mengukur tingkat cairan ketuban Anda, serta mengatasi masalah yang terjadi.

  • Tetap terhidrasi

Minum banyak air putih selama kehamilan sangatlah penting untuk dilakukan. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu meningkatkan cairan ketuban pada wanita yang usia kehamilannya 37-42 minggu. Tindakan ini juga bisa meningkatkan cairan tubuh sehingga Anda tak kehausan ataupun kelelahan.

  • Mengonsumsi makanan sehat

Mengonsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian, dan makanan yang mengandung protein tanpa lemak sangat penting untuk ibu hamil. Hal ini dianggap dapat membantu meningkatkan kadar cairan ketuban.

  • Beristirahat yang cukup

Beristirahat dapat membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta sehingga mendorong cairan ketuban bertambah. Dokter akan lebih banyak menyarankan ibu hamil untuk melakukan bedrest di trimester tiga kehamilan.

  • Infus amnio

Infus amnio adalah tindakan di mana dokter akan memberi larutan saline melalui leher rahim untuk dimasukkan ke dalam kantung ketuban. Setidaknya ini dapat meningkatkan kadar air ketuban untuk sementara waktu.

Selalu konsultasikan masalah apa pun yang Anda khawatirkan dalam kehamilan pada dokter kandungan Anda. Dokter akan memberi solusi terbaik untuk Anda agar kehamilan dapat berjalan dengan lancar.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-increase-amniotic-fluid#treatments
Diakses pada 05 November 2019

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a568740/low-amniotic-fluid-oligohydramnios
Diakses pada 05 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed