Kenali Penyebab Air Ketuban Sedikit dan Cara Mengatasinya


Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam kehamilan adalah air ketuban. Mendekati waktu persalinan, air ini bisa pecah sebelum waktunya sehingga menyebabkan air ketuban sedikit yang membahayakan janin. Apa saja penyebabnya?

(0)
05 Dec 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Air ketuban sedikit berpotensi besar menyebabkan bahaya pada janinJumlah air ketuban sedikit perlu dipantau selama kehamilan
Jangan meremehkan jumlah air ketuban sedikit, pasalnya manfaat cairan ketuban sangat berpengaruh untuk kesehatan ibu dan janin. Air ketuban berfungsi sebagai pelindung janin, mengontrol suhu agar janin tetap hangat, mencegah infeksi, membantu perkembangan paru-paru, saluran cerna, tulang dan otot janin.Air ketuban sedikit, yang juga dikenal dengan oligohidramnion, dikhawatirkan dapat mengganggu dan membahayakan perkembangan janin. Lantas, apa penyebabnya?

Kadar normal cairan ketuban saat hamil

Dikutip dari Baby Centre, selama berada di dalam rahim, janin teratur menelan cairan ketuban dan mengeluarkannya sebagai urin. Artinya, jumlah cairan ketuban di kantung ketuban akan naik turun setiap hari selama masa kehamilan.Jumlah cairan ketuban meningkat seiring dengan perkembangan janin. Kadar normal air ketuban yang seharusnya dimiliki selama kehamilan adalah 800 ml hingga 1000 ml pada usia kehamilan sekitar 36 minggu.Kemudian, memasuki usia kehamilan 38 minggu dan seterusnya, kadar cairan ketuban secara bertahap mulai berkurang, sampai tiba waktu persalinan.Memiliki air ketuban sedikit adalah masalah yang cukup umum. Kondisi ini dialami oleh satu dari 25 wanita hamil dan meningkat menjadi satu dari 8 wanita hamil yang memasuki masa kehamilan lebih dari 41 minggu.Baca juga: Perut Membesar Signifikan Saat Hamil, Bisa Jadi Tanda Kelebihan Air Ketuban

Penyebab air ketuban sedikit

Air ketuban memiliki peran penting untuk kehamilan karena dapat menunjang perkembangan janin. Tubuh mulai memproduksi cairan ketuban sekitar 12 hari setelah pembuahan. Pada paruh pertama kehamilan, ketuban terbuat dari air dalam tubuh ibu.Dalam paruh kedua, sekitar pada usia kehamilan 20 minggu, air ketuban akan lebih didominasi dari urine janin. Di samping ada ibu yang kelebihan air ketuban, terdapat pula ibu hamil yang air ketubannya tak memadai. Masalah ini biasanya disebabkan oleh berbagai kondisi tertentu.Berbagai faktor penyebab kurangnya air ketuban di antaranya:

1. Mendekati waktu persalinan

Secara alami, air ketuban mulai berkurang setelah 36 minggu kehamilan (mendekati waktu persalinan). Ketika air ketuban sudah semakin sedikit, dokter bisa saja akan menyarankan Anda untuk melakukan persalinan.

2. Ketuban pecah dini

Kantong ketuban bisa pecah atau mengalami kebocoran sebelum waktu persalinan benar-benar tiba. Hal ini dapat menyebabkan air ketuban merembes keluar sehingga jumlahnya jadi sedikit atau bahkan habis.

3. Masalah pada ibu hamil

Berbagai masalah pada ibu hamil, seperti preeklampsia, diabetes, hipertensi, obesitas, ataupun dehidrasi dapat menyebabkan kekurangan air ketuban saat hamil.Kondisi ini terjadi karena tubuh ibu tak memiliki cukup cairan, atau bayi kesulitan mendapat nutrisi yang cukup sehingga hanya mengeluarkan sedikit urine.

4. Gangguan sistem kemih janin

Jika janin memiliki masalah pada sistem kemihnya, terutama ginjal, ia akan kesulitan menghasilkan urine yang cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan air ketuban menjadi sedikit.

5. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu, terutama yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan air ketuban sedikit. Oleh sebab itu, sangat penting untuk berkonsultasi pada dokter mengenai obat yang Anda konsumsi selama kehamilan.Baca juga: Inilah Obat yang Aman untuk Ibu Hamil Tanpa Efek Samping

6. Gangguan fungsi plasenta

Plasenta berfungsi membawa nutrisi dan oksigen ke janin. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik atau mulai terlepas dari dinding rahim, maka janin kemungkinan tak mendapat nutrisi yang cukup untuk menghasilkan urine dengan baik sehingga air ketuban sedikit.Jika pada trimester pertama dan awal trimester kedua kadar air ketuban hanya sedikit, maka kemungkinan besar Anda bisa mengalami keguguran.Dalam kasus yang serius, cairan ketuban yang sedikit bisa menyebabkan bayi lahir mati setelah 24 minggu kehamilan. Cairan ketuban yang rendah juga bisa mengakibatkan bayi lahir prematur atau sungsang karena tak dapat mengubah posisinya.

Air ketuban memiliki fungsi penting bagi janin, yaitu untuk melindungi dari cedera ketika perut ibu terasa sakit atau tertekan, membantu paru-paru dan sistem pencernaannya matang, melindungi dari infeksi, dan menjaga janin tetap pada suhu yang konstan.Umumnya, kadar air ketuban lebih rendah pada trimester ketiga kehamilan. Namun, jika dalam 6 bulan pertama kehamilan volume air ketuban hanya sedikit, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang serius.

Cara mengatasi air ketuban sedikit

Memiliki air ketuban yang sedikit memang mengkhawatirkan. Anda mungkin merasa cemas, dan khawatir akan kondisi janin yang tengah kandung.Namun, beberapa hal dapat dilakukan sebagai cara penanganan air ketuban sedikit, di antaranya:

1. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat membantu Anda memantau perkembangan janin dan apa yang terjadi pada kehamilan Anda. Ini juga dapat membantu dokter mengukur tingkat cairan ketuban Anda, serta mengatasi masalah yang terjadi.

2. Tetap terhidrasi

Minum banyak air putih selama kehamilan sangatlah penting untuk dilakukan. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu untuk meningkatkan cairan ketuban pada wanita yang usia kehamilannya 37-42 minggu. Tindakan ini juga bisa meningkatkan cairan tubuh sehingga Anda tak kehausan ataupun kelelahan.

3. Mengonsumsi makanan sehat

Mengonsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian, dan makanan yang mengandung protein tanpa lemak sangat penting untuk ibu hamil. Hal ini dianggap dapat membantu meningkatkan kadar cairan ketuban.Baca juga: 5 Makanan Sehat Ibu Hamil yang Wajib Dikonsumsi

4. Beristirahat yang cukup

Beristirahat dapat membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta sehingga mendorong cairan ketuban bertambah. Dokter akan lebih banyak menyarankan ibu hamil untuk melakukan bedrest di trimester tiga kehamilan.

5. Infus amnio

Infus amnio adalah tindakan di mana dokter akan memberi larutan saline melalui leher rahim untuk dimasukkan ke dalam kantung ketuban. Setidaknya ini dapat meningkatkan kadar air ketuban untuk sementara waktu.Selalu konsultasikan masalah apa pun yang Anda khawatirkan dalam kehamilan pada dokter kandungan Anda. Dokter akan memberi solusi terbaik untuk Anda agar kehamilan dapat berjalan dengan lancar.Jika Anda ingin berkonsultasi secara langsung, Anda dapat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanpersalinanmasalah kehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-increase-amniotic-fluid#treatments
Diakses pada 05 November 2019
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a568740/low-amniotic-fluid-oligohydramnios
Diakses pada 05 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait