15 Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus Ini Ada di Indonesia

(0)
08 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyakit yang disebabkan oleh virus bukan cuma Covid-19Penyakit yang disebabkan oleh virus ada banyak jenisnya
Virus adalah salah satu organisme terkecil penyebab penyakit yang paling sering menerpa manusia. Mulai dari infeksi ringan, sedang, hingga berat, penyakit yang disebabkan oleh virus perlu Anda waspadai dan cegah penularannya.Jika bersifat ringan, infeksi virus sebenarnya bisa sembuh sendiri selama daya tahan tubuh atau sistem imun kita kuat untuk melawan. Konsumsi obat-obatan dalam pengobatan infeksi virus ringan, biasanya bertujuan untuk meredakan gejala yang timbul.Namun pada kondisi infeksi yang parah, pemberian obat-obatan antivirus bisa membantu menghambat pertumbuhan virus di tubuh. Sementara untuk meredakan gejalanya, obat-obatan selain antivirus tetap perlu diberikan.

Gejala penyakit yang disebabkan oleh virus

Virus bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat. Masing-masingnya pun dapat memicu munculnya gejala yang berbeda. Namun, ada beberapa kondisi yang sering muncul sebagai gejala umum infeksi virus, seperti:
  • Demam
  • Peradangan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Batuk dan bersin
  • Badan lemas
  • Kram
Munculnya gejala-gejala tersebut sebenarnya adalah salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan virus dari dalam, agar patogen ini tidak lagi menimbulkan gangguan.

Jenis penyakit yang disebabkan oleh virus ini pernah dan masih ada di Indonesia

Di dunia ini, ada ratusan jenis penyakit yang disebabkan virus. Namun, tidak semuanya pernah menyerang maupun familiar di telinga masyarakat Indonesia. Virus Ebola yang sempat mewabah di benua Afrika, misalnya, hingga sekarang belum pernah ditemukan di negara ini.Berikut ini adalah beberapa contoh jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan pernah serta masih ada di Indonesia.
Penyakit yang disebabkan oleh virus yang masih banyak di indonesia adalah demam berdarah dengue (DBD)
DBD masih jadi penyakit yang disebabkan oleh virus yang umum di Indonesia

1. Demam berdarah dengue

Hingga saat ini Indonesia masih menjadi negara endemis demam berdarah dengue (DBD). Dari tahun ke tahun, angka kejadian DBD masih terus ada, meski berbagai usaha pencegahan mulai dari fogging hingga penggalakkan 3M plus, terus dilakukan.Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, angka infeksi DBD pada tahun 2019 lalu adalah sebanyak 138.127 kasus. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 65.602 kasus dari tahun 2018.Angka kematian akibat penyakit ini juga naik pada tahun 2019 menjadi 919 kematian dari 467 kematian di tahun 2018.

2. Pilek

Pilek sebenarnya juga salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Memang, kondisi seperti alergi juga bisa memicu pilek. Namun, infeksi yang seringnya disebabkan oleh rhinovirus ini juga mudah terjadi, terutama saat imun tubuh sedang turun.Penyakit ini secara umum tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari. Anda juga bisa mengonsumsi obat untuk meredakan gejala yang muncul seperti pusing, batuk, dan nyeri badan.

3. Flu

Banyak orang yang menyamakan pilek dengan flu. Padahal, keduanya adalah kondisi yang berbeda. Meski sama-sama penyakit yang disebabkan oleh virus, tapi flu terjadi akibat infeksi virus bernama influenza, bukan rhinovirus.Gejala yang muncul pada flu memang mirip dengan pilek. Namun, kalau Anda terinfeksi flu, gangguan yang muncul akan terasa lebih parah. Pada beberapa orang, flu juga bisa memicu komplikasi berbahaya dan bahkan menyebabkan kematian.Baca Juga: Ini Perbedaan Flu dan Pilek, Mana yang Lebih Berbahaya?
Penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya adalah hepatitis
Hepatitis adalah penyakti yang disebabkan oleh virus yang menyerang hati

4. Hepatitis

Penyakit yang disebabkan oleh virus selanjutnya adalah hepatitis. Penyakit yang menyerang organ hati ini, masih cukup banyak terjadi di Indonesia.Ada lima jenis virus hepatitis yang bisa menyerang manusia, yaitu virus hepatitis A,B,C,D,dan E. Pada hepatitis A dan E umumnya menular lewat buruknya kebersihan dan sarana sanitasi. Di Indonesia sendiri, penyakti hepatitis A masih cukup sering menyebar dan bahkan sempat menyebabkan wabah.

5. HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia, sehingga membuat penderitanya sangat mudah terinfeksi berbagai macam penyakit. Sementara itu, Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat infeksi HIV. Orang yang terinfeksi HIV, tidak langsung mengalami AIDS. AIDS terjadi saat tubuh mengalami kondisi parah atau berada di tahap akhir infeksi.

6. Campak

Campak adalah penyakit sangat menular akibat virus dengan nama yang sama. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan gejalanya hampir mirip dengan demam berdarah, seperti demam, pilek, mata merah, ruam kemerahan, dan bintik-bintik putih di bagain dalam mulut..Pada kondisi yang parah, campak bahkan bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti kebutaan, ensefalitis (radang otak), dan infeksi pernapasan berat seperit pneumonia.Maka dari itu, vaksin campak (vaksin MR) masuk sebagai salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak. Vaksin campak efektif mencegah penularan dan bisa mengurangi keparahan apabila terpapar.
Herpes simplex adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
Herpes simplex 1 biasanya menimbulkan gejala di rongga mulut

7. Herpes simplex

Herpes simplex adalah penyakit yang disebabkan oleh virus bernama sama. Virus herpes simplex (HSV) bisa dibagi menjadi dua, yaitu HSV-1 dan HSV-2.HSV-1 biasanya akan menimbulkan gejala di rongga mulut (oral), seperti luka semacam koreng di bibir atau area wajah lain yang disertai demam. Sementara itu, HSV-2 lebih sering menyerang area genital di area vulva atau penis. Maka dari itu, penyakit ini sering juga disebut sebagai herpes genital. Herpes jenis ini bisa menyebar saat seseorang berhubungan seks dengan pengidap penyakit tersebut.

8. Cacar air

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dengan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, dan muncul benjolan-benjolan merah berisi cairan.Cacar air sangat menular. Namun saat ini sudah ada vaksin yang bisa diberikan untuk membantu pencegahannya.

9. Gondongan

Gondongan berbeda dari penyakit gondok. Gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh paramyxovirus. Saat masuk ke dalam tubuh, virus ini akan bergerak dari saluran pernapasan dan masuk ke kelenjar parotis di dekat leher.Di sana, virus ini akan memperbanyak diri dan menyebabkan kelenjar tersebut bengkak. Virus penyebab gondongan juga dapat menjalan ke cairan serebrospinal di otak dan kemudian menyebar hingga ke pankreas, testis, atau indung telur (ovarium).
Pneumonia adalah penyakti yang disebabkan oleh virus, tapi bisa juga oleh bakteri
Pneumonia, penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang paru-paru

10. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur. Penyakit ini bisa membuat alveoli atau kantung udara di paru-paru penuh dengan cairan. Sehingga, udara yang ada di paru-paru berkurang dan penderitanya akan merasa sesak dan sulit bernapas.

11. Covid-19

Covid-19 sedang menjadi pandemi di seluruh dunia adalah penyakit baru yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan termasuk dalam kelompok coronavirus. Jenis coronavirus lain, yaitu SARS dan MERS, sebelumnya juga pernah menyebabkan wabah yang menyerang banyak orang.Baca Juga: Cara Tradisional untuk Mencegah Covid-19 Apakah Efektif? Ini Kata Dokter

12. Rabies

Penyakit yang disebabkan oleh virus selanjutnya adalah rabies. Virus ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui gigitan hewan seperti anjing, kelelawar, kera, dan musang. Di Indonesia sendiri, penyakit ini termasuk jarang terjadi. Rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya. Tanpa perawatan tepat, gigitan hewan yang terinfeksi bisa menimbulkan kematian.Jika setelah tergigit hewan-hewan yang terinfeksi rabies, orang tersebut tidak segera menerima perawatan, maka kematian hampir pasti akan terjadi.
Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
Rubella, penyakit yang disebabkan oleh virus yang mirip campak

13. Rubella

Virus rubella bisa menyebabkan anak yang terinfeksi mengalami demam dan bintik-bintik merah, mirip campak. Jika menginfeksi anak yang sehat, kondisi ini bisa sembuh dengan baik. Namun, apabila virus ini menyerang bayi ataupun ibu hamil, kondisinya bisa berbahaya. Janin yang terpapar virus rubella berisiko mengalami cacat lahir bahkan lahir dalam keadaan meninggal dunia.

14. Polio

Polio pernah menjadi momok di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi yang sering disebut lumpuh layu ini juga termasuk salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus.Virus polio akan menyerang sistem saraf penderitanya dan dapat menyebabkan kelumpuhan total hanya dalam hitungan jam. Virus ini bisa ditularkan lewat jalur fekal-oral. Artinya, virus ini keluar bersama kotoran manusia dan kemudian masuk ke tubuh melalui mulut. Maka dari itu, polio rentan dialami oleh orang yang tidak menjaga sanitasi dan kebersihan dengan baik.

15. Flu burung

Flu burung adalah penyakit zoonosis. Artinya, penyakit ini ditularkan oleh hewan (dalam hal ini burung atau unggas) ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus H5N1 dan bisa dibilang mematikan. Sejak pertama kali ditemukan tahun 1997, virus ini telah membunuh sekitar 60% penderitanya. Orang yang mengalami flu burung akan mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, diare, sakit tenggorokan, dan demam. Pada kondisi yang parah, komplikasi seperti pnemumonia, gagal organ, dan sepsis bisa terjadi.

Cara mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh virus

Tergantung jenisnya, virus bisa menular lewat percikan air liur, darah, cairan tubuh lain seperti sperma, langsung dari hewan, hingga yang paling mudah, melalui udara. Penularan infeksi virus tersebut, sebagian besarnya bisa dicegah, dengan cara:
  • Rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer
  • Mencuci semua bahan makanan dengan bersih
  • Tidak jajan sembarangan
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi virus
  • Menutup mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat bersin atau batuk
  • Menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah
  • Tidak perlu ke luar rumah saat sedang sakit
  • Mempraktikkan hubungan seks yang aman, dengan penggunaan alat kontrasepsi dan tes kesehatan rutin
  • Mencegah gigitan serangga dengan membersihkan lingkungan rumah
  • Melengkapi vaksin atau imunisasi yang diperlukan
  • Menjalani gaya hidup sehat agar sistem imun kuat menahan penularan
Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit yang disebabkan oleh virus maupun penyembuhannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
cacar airhepatitisherpesinfeksi virusfluflu burungcoronavirus
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/bacterial-and-viral-infections#1
Diakses pada 24 September 2020
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/infections/overview-of-viral-infections/overview-of-viral-infections
Diakses pada 24 September 2020
Kementerian Kesehatan RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-indonesia-2019.pdf
Diakses pada 24 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rabies/symptoms-causes/syc-20351821
Diakses pada 24 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/avian-influenza
Diakses pada 24 September 2020
CDC. https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
Diakses pada 24 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
Diakses pada 24 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/herpes-simplex
Diakses pada 24 September 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/chicken-pox.html
Diakses pada 24 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mumps/causes/
Diakses pada 24 September 2020
WHO. https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public
Diakses pada 24 September 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rubella
Diakses pada 24 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait