Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri Ini Kerap Dialami Orang Indonesia

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bisa menyebar dengan mudah dari penderita
Ada beragam bakteri yang bisa memicu penyakit

Suhu yang panas dan lembap di iklim tropis, sanitasi yang masih buruk, dan kurangnya kesadaran perilaku hidup bersih sehat, membuat macam-macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri menjadi mudah menular di Indonesia.

Sebagian besar penyakit tersebut sejatinya bisa dicegah dengan menjaga kebersihan dan dapat disembuhkan dengan penggunaan antibiotik sesuai resep dokter. Ketahui lengkapnya di bawah ini!

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini umum terjadi di Indonesia

Terdapat berbagai jenis penyakit akibat bakteri yang umum diderita oleh masyarakat Indonesia. Lima diantaranya meliputi:

  • Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB atau TBC) adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meski tidak semudah penularan flu, bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui udara.

Ketika penderita TB batuk, bersin, atau meludah, bakteri M.tuberculosis bisa tersebar di udara. Orang dapat tertular hanya dengan menghirup udara yang tercemar bakteri ini. 

Gejala umum dari TB meliputi batuk yang tidak sembuh-sembuh hingga lebih dari tiga minggu, batuk berdarah, sakit dada, lemas, berat badan turun, demam, dan berkeringat di malam hari.

Beberapa bulan di awal infeksi, gejala-gejala tersebut bisa sangat ringan sehingga luput diperhatikan. Akibatnya, penderita terlambat berobat dan bisa jadi sudah menularkan bakteri penyebabnya ke orang lain. 

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini bisa disembuhkan dengan penggunaan beberapa jenis antibiotik dari dokter. Namun penderita harus mengonsumsi secara rutin selama setidaknya enam bulan. 

  • Disentri

Disentri adalah penyakit infeksi di usus, terutama usus besar. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh bakteri Shigella, tapi bisa juga terjadi akibat ameba.

Gejala-gejala disentri yang muncul bisa ringan, seperti diare biasa, atau bisa berat sampai muncul lendir dan darah bersama kotoran. Gejala disentri lainnya meliputi kram perut atau nyeri perut saat buang air besar. 

Pada kasus yang ringan, mungkin tidak terdeteksi sebagai disentri karena penderita hanya mengalami gejala berupa sakit perut dan diare yang tidak parah dan membaik dalam waktu seminggu.

Meski begitu, diare yang berat bisa berakibat fatal bila terjadi dehidrasi. Lebih dari 60% kasus fatal terjadi pada balita di negara-negara berkembang, akibat mengalami dehidrasi karena disentri. 

Penyakit disentri bisa menular melalui air yang terkontaminasi. Penularan bakteri bisa juga terjadi dari tangan yang telah tercemar oleh bakteri.

Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan termasuk cara ampuh dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. 

  • Demam tifoid

Masyarakat sering mengistilahkan demam tifoid sebagai penyakit tipes. Disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, gejala demam tifoid antara lain demam yang awalnya ringan dan kemudian meninggi, sakit kepala, sakit otot, lemas dan kelelahan, tidak nafsu makan, sakit perut, diare atau konstipasi, ruam kulit, dan terkadang perut membengkak. 

Bakteri S.typhi menginfeksi penderita melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Di negara-negara berkembang, masalah sanitasi lingkungan yang masih buruk menjadi salah satu faktor utama yang memicu penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. 

  • Batuk rejan atau pertusis

Batuk rejan adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menginfeksi sistem pernafasan.

Sering menyerang bayi dan anak-anak, pertusis akan menyebabkan penderitanya terbatuk-batuk parah hingga sulit menarik napas di sela-sela batuk. Ciri khas batuk rejan adalah tarikan napas kencang (whoop) pada awal atau sela-sela batuk yang tiada henti.

Gejala pertusis awalnya mirip dengan batuk dan pilek biasa, yaitu hidung berair, bersin-bersin, batuk-batuk, dan demam ringan. Kemudian batuk kering akan bertambah parah.

Ketika serangan batuk rejan terjadi, batuk-batuk bisa tidak berhenti selama satu menit. Akibatnya, penderita sulit menarik napas dan kadang-kadang wajahnya bisa membiru karena kekurangan oksigen. 

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini sangat mudah menular melalui partikel-partikel air yang terhembuskan ke udara saat penderita batuk atau bersin.

Untungnya, penyakit batuk rejan bisa dicegah melalui vaksinasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus). Di Indonesia, vaksin DPT diberikan sebagai bagian dari imunisasi dasar pada bayi dan anak-anak. Vaksin ini bisa didapatkan dengan mudah di fasilitas kesehatan terdekat. 

  • Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococus pneumonia, yang menyerang paru-paru. Infeksi bakteri ini menyebabkan peradangan pada kantung-kantung udara (alveoli) di paru-paru.

Akibat peradangan tersebut, kantung udara menjadi terisi cairan dan nanah, sehingga penderita susah bernapas. 

Gejala-gejala pneumonia antara lain batuk berdahak, demam, menggigil, sakit kepala, sesak napas, lemas dan kelelahan, sakit dada yang makin terasa saat menarik napas atau batuk, tidak nafsu makan, serta mual dan muntah.

Seseorang bisa tertular pneumonia akibat menghirup partikel-partikel yang terhembus ke udara saat penderita batuk atau bersin. 

Program PHBS untuk cegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri 

Untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh bakteri di atas, hal utama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan dan menjaga kebersihan lingkungan maupun diri sendiri. Membiasakan diri untuk memakai masker saat berada di tempat umum juga bisa dipraktikkan guna mencegah penularan bakteri melalui udara.

Sementara penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan menular melalui kontaminasi air serta makanan bisa dicegah dengan selalu memasak air hingga mendidih dan makanan hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Jangan lupa juga untuk senantiasa mencuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan, serta sehabis ke toilet.

Pemerintah Indonesia juga tengah menggalakkan program perilaku hidup bersih dan sehat yang disingkat PHBS. Sesuai namanya, program ini bertujuan mendidik masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang mengutamakan kebersihan dan kesehatan.

Langkah tersebut bisa dimulai dari hal sederhana, seperti penggunaan air bersih, toilet yang bersih, dan mencuci tangan dengan sabun. Kemudian diikuti dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Misalnya, pemberian ASI eksklusif pada bayi, rutin berolahraga, konsumsi buah dan sayuran, hingga tidak merokok.

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
Diakses pada 16 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/171193.php
Diakses pada 16 september 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Diakses pada 16 september 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/whooping-cough.html
Diakses pada 16 september 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pneumonia
Diakses pada 16 september 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed