Penyakit Whipple: Ini Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

(0)
13 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyakit Whipple adalah infeksi bakteri langka yang disebabkan oleh Tropheryma whipplei (T. whipplei)Hati-hati, penyakit Whipple dapat menyebabkan proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh terhambat!
Penyakit Whipple atau Whipple disease adalah infeksi bakteri langka yang berdampak buruk pada persendian dan sistem pencernaan.Penyakit ini mengganggu proses pemecahan lemak dan karbohidrat di dalam tubuh sehingga menghambat kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi.Selain itu, penyakit Whipple juga bisa mengganggu fungsi organ tubuh lainnya, seperti otak, jantung dan mata. Mari kenali penyebab, gejala dan juga pengobatan penyakit Whipple.

Penyebab penyakit Whipple

Penyakit Whipple merupakan penyakit yang sangat langka. Penyakit ini hanya dialami oleh sekitar 1 dari 1 juta orang. Penyakit Whipple disebabkan oleh bakteri bernama Tropheryma whipplei (T. whipplei).Pada awalnya, bakteri ini akan menyerang lapisan mukosa usus kecil. Kemudian, bakteri tersebut akan memunculkan lesi (jaringan yang tumbuh secara abnormal) di dalam dinding usus. Bakteri ini juga dapat menyerang jaringan vili yang melapisi usus halus.Para ahli belum mengetahui dari mana bakteri T. whipplei berasal dan bagaimana mereka dapat masuk ke dalam tubuh manusia.Selain itu, tidak semua orang yang memiliki T. whipplei di dalam tubuhnya akan mengidap penyakit Whipple. Para ahli percaya, mereka yang memiliki cacat genetik pada respons sistem imun tubuhlah yang lebih berisiko mengidap penyakit Whipple saat terpapar bakteri tersebut.

Gejala penyakit Whipple

Penyakit Whipple disebabkan oleh bakteri T. whipplei
Penyakit Whipple disebabkan oleh bakteri T. whipplei 
Penyakit Whipple akan menghambat proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Sehingga, banyak organ tubuh yang akan menjadi korbannya.Dalam fase yang sudah parah, infeksi yang disebabkan penyakit Whipple bisa menyebar dari usus ke organ lain, seperti jantung, paru-paru, otak, persendian, hingga mata.Berikut adalah gejala penyakit Whipple yang umumnya dirasakan penderitanya:
  • Nyeri sendi kronis
  • Diare kronis yang bisa menyebabkan buang air besar berdarah
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Nyeri perut
  • Perut kembung
  • Gangguan penglihatan
  • Rasa nyeri di mata
  • Demam
  • Lemah dan lesu
  • Anemia (rendahnya kadar sel darah merah).
Selain gejala umum di atas, penyakit Whipple dapat menyebabkan munculnya gejala yang lebih serius, seperti:
  • Perubahan warna kulit
  • Kelenjar getah bening yang meradang
  • Batuk kronis
  • Nyeri dada
  • Perikarditis (peradangan kantung yang melapisi jantung)
  • Gagal jantung
  • Demensia
  • Mati rasa
  • Insomnia
  • Otot melemah
  • Sulit berjalan
  • Sulit mengingat.
Berbagai gejala serius di atas dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Jika Anda mengalami salah satu di antaranya, segera periksakan diri Anda ke rumah sakit.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit Whipple?

Mendiagnosis penyakit Whipple dianggap sangat rumi karena gejala-gejalanya menyerupai penyakit lain, seperti penyakit celiac hingga gangguan saraf.Meksi begitu, terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk bisa mendiagnosis penyakit Whipple:
  • Endoskopi

Tanda pertama yang akan dilihat dokter untuk mendiagnosis penyakit Whipple adalah lesi di bagian usus halus. Untuk melihatnya, dokter akan melakukan endoskopi dengan memasukkan selang yang berisi kamera diujungnya lewat tenggorokan ke usus halus.
  • Biopsi

Prosedur biopsi dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan dari dinding usus untuk melihat apakah ada infeksi bakteri T. whipplei.
  • Tes darah

Dokter juga bisa melakukan tes darah lengkap untuk melihat jumlah sel darah merah yang ada di dalam tubuh. Jika kadarnya rendah, berarti Anda mengidap anemia. Kondisi ini merupakan salah satu gejala yang dapat dirasakan oleh penderita penyakit Whipplei.
  • Polymerase chain reaction (PCR)

PCR adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi DNA bakteri T. whipplei di dalam sampel jaringan tubuh.

Pengobatan penyakit Whipple

Tindakan pengobatan pertama yang diberikan dokter untuk mengatasi penyakit Whipple adalah antibiotik. Dokter bisa memberikan obat antibiotik lewat infus selama dua minggu. Selain itu, Anda juga akan diminta untuk meminum obat-obatan antibiotik setiap hari selama 1-2 tahun.Pengobatan penyakit Whipple lainnya meliputi:
  • Minum air lebih teratur
  • Mengonsumsi obat antimalaria selama 12-18 bulan
  • Mengonsumsi suplemen zat besi untuk mengatasi anemia
  • Mengonsumsi suplemen vitamin D, vitamin K, kalsium, dan magnesium
  • Menjalani pola makan tinggi kalori untuk membantu penyerapan nutrisi
  • Mengonsumsi obat-obatan kortikosteroid untuk meredakan peradangan
  • Mengonsumsi obat nonsteroid seperti ibuprofen.
Berbagai obat-obatan di atas sangat dibutuhkan untuk mengatasi penyakit Whipple. Jika tidak segera diobati, penyakit Whipple dapat berakibat fatal.

Catatan dari SehatQ:

Setelah masa pengobatannya dimulai, berbagai gejala penyakit Whipple akan hilang dalam hitungan bulan. Hal terbaik yang dapat dilakukan penderita penyakit Whipple adalah mengonsumsi obat antibiotik secara rutin selama yang dianjurkan oleh dokter.Untuk berkonsultasi mengenai penyakit Whipple, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitinfeksi bakteriinfeksisaluran pencernaan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/whipples-disease/symptoms-causes/syc-20378946
Diakses pada 27 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/whipples-disease#symptoms
Diakses pada 27 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait