Penyakit Tipes dan Penyakit Tifus: Namanya Serupa, Tapi Tidak Sama

Jangan salah mengenali penyakit tipes dan tifus karena keduanya berbeda
Tifus berbeda dengan penyakit tipes meski pengobatannya serupa

Saat seseorang mengatakan penyakit tipes, yang sebetulnya dimaksud adalah penyakit demam tifoid dan bukan penyakit tifus. Baik demam tifoid maupun penyakit tifus adalah penyakit infeksi akibat bakteri.

Gejala kedua penyakit tersebut bisa cukup mirip. Mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muncul ruam di badan. Namun pada demam tifoid, gejala cenderung disertai dengan diare atau konstipasi.

Zaman dalu, penyakit tipes dan tifus dianggap sama karena gejala awalnya yang sangat mirip. Baru pada abad ke-19, para ilmuwan menetapkan bahwa keduanya merupakan dua yang infeksi berbeda. Apa sajakah perbedaan tersebut?

Penyakit tipes alias demam tifoid

Demam tifoid, atau bahasa awamnya tipes, disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri S.typhi menyebar melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Penularan juga bisa terjadi lewat kontak langsung dengan seseorang yang sudah terinfeksi bakteri.

Penyakit tipes masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Akar masalahnya adalah ketiadaan sumber air bersih dan fasilitas sanitasi yang masih buruk. 

Cara penularan bakteri penyebab demam tifoid sering disebut dengan istilah fecal-oral transmission. Artinya, penyakit tipes disebarkan lewat tinja penderita, yang kemudian mengkontaminasi sumber air, air minum, atau makanan yang dikonsumsi oleh orang lain.

Buruknya sanitasi dan tidak adanya fasilitas mandi-cuci-kakus menyebabkan masyarakat masih punya kebiasaan buang air besar sembarangan. Jika ada penderita penyakit tipes, fesesnya yang mengandung bakteri Salmonella typhi bisa mencemari tanah, sayuran yang tumbuh di tanah tersebut, sumur, sungai, atau sumber air lainnya.  

Sayur yang tercemar tersebut lalu dikonsumsi, sementara air dari sumber yang sudah terkontaminasi digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari termasuk minum dan mencuci alat makan. Inilah cara penularan utama dari penyakit tipes.

Penularan bakteri juga bisa terjadi akibat rendahnya kebiasaan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Jika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan kemudian menyiapkan makanan, makanan tersebut akan terkontaminasi oleh bakteri. 

Berdasarkan penyebabnya, pencegahan penyakit tipes bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Begini caranya:

  • Fasilitas sanitasi dan mandi-cuci-kakus harus tersedia dengan layak.
  • Masyarakat mesti menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan.
  • Membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, misalnya tiap kali selesai menggunakan toilet, sebelum makan atau menyiapkan makanan, maupun sehabis bepergian. 

Penyakit tifus atau riketsia

Penyakit tifus disebabkan oleh infeksi bakteri riketsia, yang ditularkan melalui gigitan serangga. Misalnya, tungau, kutu, dan kutu pinjal.

Mirip dengan penyakit tipes, risiko tinggi penularan penyakit tifus terjadi di tempat-tempat yang kebersihannya kurang terjaga. 

Penyakit tifus terdiri dari tiga jenis berikut ini:

  • Murine typhus

Jenis tifus ini ditularkan pada manusia melalui gigitan kutu pinjal setelah pinjal tersebut menggigit hewan yang sudah terinfeksi oleh bakteri, misalnya tikus

  • Epidemic typhus

Epidemic typhus bisa menular lewat kutu pada pada tubuh manusia dan hewan. Penyakit tifus seperti ini rawan terjadi dan menyebar di lingkungan atau kondisi tempat tinggal yang padat. 

  • Scrub typhus

Penyakit tifus ini menyebar melalui gigitan tungau yang terinfeksi oleh bakteri. Jenis tungaunya banyak ditemukan di pedesaan di Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, India, serta Australia bagian Utara.

Serangga macam kutu dan pinjal menyebarkan penyakit tifus dengan cara menggigit manusia serta meninggalkan feses yang berisi bakteri pada permukaan kulit manusia. Bekas gigitan biasanya akan terasa gatal.

Ketika manusia menggaruk, feses serangga di permukaan kulit tadi akan masuk ke luka gigitan hingga ke aliran darah manusia. Namun khusus scrub typhus, gigitan tungau akan langsung menularkan bakteri walaupun bekas gigitan tidak digaruk. 

Semua jenis tifus akan memunculkan gejalanya pada 10 sampai 14 hari setelah bakteri masuk ke tubuh Anda. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi.

Gejala tifus bisa berupa demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot di seluruh tubuh. Penderita juga dapat mengalami sakit perut dan muntah. Gejala lain yang kemudian muncul adalah ruam-ruam di badan

Mengingat gejala penyakit tipes dan penyakit tifus yang mirip, perlu bantuan dokter untuk memberikan diagnosis yang akurat. Oleh sebab itu, periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan.

Karena tipes dan tifus sama-sama disebabkan oleh bakteri, pengobatan untuk kedua penyakit ini pun serupa, yaitu pemberian antibiotik yang tepat oleh dokter. Tapi ingat, jenis antibiotiknya akan berbeda karena bakteri penyebabnya juga tak sama.

Cedars-sinai. https://www.cedars-sinai.org/newsroom/typhus-vs-typhoid-fever-whats-the-difference/
Diakses pada 17 september 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Diakses pada 17 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-typhus#1
Diakses pada 17 Setember 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed