7 Contoh Penyakit Terminal dan Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya


Penyakit terminal adalah kondisi penyakit yang membuat hidup jadi terbatas. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini juga berkaitan erat dengan kematian seseorang.

0,0
27 Jul 2021|Azelia Trifiana
Penyakit terminal dapat membuat penderitanya merasa tertekanPenyakit terminal dapat membuat penderitanya merasa tertekan
Penyakit terminal adalah kondisi penyakit yang membuat hidup jadi terbatas. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini juga berkaitan erat dengan kematian seseorang. Saat pertama kali mendengar diagnosis penyakit terminal, seseorang bisa mati rasa. Namun setelah itu, emosi harus divalidasi.Sangat normal ketika seseorang merasa kaget, marah, takut, dan denial saat mendengar vonis penyakit terminal. Apapun yang dirasakan, sebaiknya tidak melaluinya seorang diri.

Contoh penyakit terminal

Sebenarnya, tidak ada contoh penyakit terminal secara spesifik. Individu yang divonis menderita penyakit terminal bisa saja menderita hanya satu penyakit atau lebih dari satu.Beberapa contoh penyakit yang bisa menjadi terminal adalah:

1. Kanker

Jenis kanker yang tidak bisa disembuhkan sekaligus tidak ada perbaikan apapun meski sudah menjalani perawatan. Kanker ini sangat besar kemungkinan menyebabkan seseorang meninggal. Jenis kanker apa saja bisa menjadi penyakit terminal.Ketika seseorang menderita terminal cancer, penekanan proses pemulihan akan fokus untuk meredakan gejala. Selain itu, juga memastikan pasien memiliki kualitas hidup yang baik yaitu perawatan paliatif.

2. Demensia

Kondisi demensia tidak selalu dianggap sebagai penyakit terminal atau penyebab kematian. Biasanya, ada penyebab lain seperti kondisi medis lain seperti penyakit jantung atau kanker. Ketika pasien semakin dekat dengan akhir hidupnya, pola dan gejala yang muncul mirip seperti pasien yang menderita kanker stadium akhir.

3. Alzheimer

Mengingat Alzheimer merupakan salah satu penyakit terminal, biasanya mereka yang berada di stage tujuh sudah dekat dengan kematian. Ciri-cirinya adalah pasien sudah kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi. Merespons hal yang terjadi di sekitarnya pun tidak berhasil dilakukan.Istilah lain untuk stage tujuh adalah Very Severe Cognitive Decline. Pasien sudah kehilangan kemampuan psikomotorik sehingga tidak lagi bisa berjalan. Tahap ini rata-rata berlangsung selama 2,5 tahun.

4. Penyakit motor neuron

Jenis penyakit motor neuron yang paling umum adalah ALS atau Lou Gehrig’s disease. Dampaknya adalah motor neuron yang ada di otak dan sumsum tulang belakang. Akibatnya, otot-otot yang ada di tangan, kaki, mulut, hingga sistem pernapasan juga terdampak.Ada kemungkinan pasien penyakit motor neuron meninggal dunia dalam rentang waktu setahun sejak diagnosis. Lebih banyak lagi yang meninggal dalam dua tahun. Lebih dari separuh pasien motor neurone disease mengalami penurunan fungsi kognitif.

5. Penyakit paru

Biasanya, fibrosis paru atau pulmonary fibrosis termasuk contoh penyakit terminal. Penyakit ini memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Tidak ada obat untuk kondisi ini dan kerap menyebabkan kematian. Jenis penyakit paru lain juga bisa termasuk terminal illness, utamanya ketika pasien sudah mengalami kesulitan untuk bernapas.

6. Penyakit saraf

Jenis penyakit saraf yang termasuk terminal illness adalah penyakit Parkinson, multiple sclerosis, penyakit Huntington, dan jenis lain yang membatasi hidup seseorang. Memang jenis penyakit saraf ini tidak serta merta membuat seseorang meninggal dunia. Hanya saja, kondisinya bisa memburuk hingga membatasi hidup seseorang.

7. Penyakit jantung serius

Rata-rata, orang dengan penyakit jantung serius memiliki harapan hidup kurang dar ilima menit. Bahkan ketika gagal jantung sudah sangat serius, sebanyak 90% pasien meninggal dalam waktu satu tahun sejak terjadi.Jenis penyakit jantung serius adalah gagal jantung kongestif, edema paru akibat masalah pada jantung, dan penyakit jantung lain yang sudah memasuki stage akhir. Ini berarti, penanganan yang telah diberikan sebelumnya tidak lagi efektif.Ketika mendapatkan vonis penyakit terminal, tidak ada yang bisa memprediksi berapa lama mereka bisa bertahan hidup. Bisa hitungan hari, minggu, bulan, atau bahkan tahunan. Cukup sulit bagi dokter untuk memprediksinya. Semua bergantung pada diagnosis dan perawatan yang diterimanya.Selain itu, perlu digarisbawahi bahwa tidak ada pengalaman penyakit terminal yang benar-benar serupa. Bahkan dua pasien yang menderita satu penyakit sama pun, kondisinya bisa berlainan.Ada seseorang yang kondisinya memburuk secara perlahan. Ada pula yang merasa sehat betul namun tiba-tiba memburuk di momen tertentu.

Penanganan apa yang efektif?

Pasien yang divonis menderita penyakit terminal akan menerima penanganan yang fokus untuk meredakan gejala. Tujuannya adalah membuat pasien merasa didukung dan bisa menjalani hidup dengan baik. Artinya, fokusnya bukan lagi untuk menyembuhkan penyakit.Meski mungkin sulit pada awalnya untuk menerima saat didiagnosis menderita terminal illness, ada hal yang bisa dilakukan. Mulai dari memaafkan diri sendiri, menyusun prioritas, terbuka berbicara tentang kematian, hingga mempersiapkan hal administratif terkait kematian.

Catatan dari SehatQ

Peran orang terdekat sangatlah krusial untuk menemani pasien penyakit terminal. Sebab, mereka sangat membutuhkan dukungan psikologis lebih dari apapun. Validasi emosi yang muncul ketika merasa kewalahan dan tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya.Ada baiknya memecah berbagai pikiran menjadi potongan-potongan kecil. Pikirkan secara perlahan, satu setiap harinya. Dengan cara ini, tujuan bisa diputuskan secara bertahap dan membangkitkan rasa percaya diri pasien.Tak kalah penting, lakukan hal yang pasien nikmati. Tak ada salahnya melakukan terapi komplementer seperti menikmati pijat sembari ditemani aromaterapi. Apa saja valid, selama bisa membuat pasien merasa nyaman.Carpe diem. Nikmati waktu yang ada saat ini semaksimal mungkin. Bahkan hal sederhana pun bisa jadi sumber kebahagiaan.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang bagaimana harus bertindak ketika orang terdekat divonis menderita penyakit terminal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitpenyakit dalamkesehatan lansia
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/end-of-life/in-depth/grief/art-20047491
Diakses pada 13 Juli 2021 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/end-of-life-care/coping-with-a-terminal-illness/
Diakses pada 13 Juli 2021 
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/dealing-with-terminal-illness-1132513
Diakses pada 13 Juli 2021 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/167431#1
Diakses pada 13 Juli 2021 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait