Ketahui 4 Penyakit Saat Puasa dan Cara Pencegahannya

Sakit kepala merupakan salah satu penyakit saat puasa yang wajar terjadi
Sakit kepala merupakan salah satu penyakit saat puasa yang wajar terjadi

Puasa memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan. Ketika menahan lapar dan haus, tubuh memiliki kesempatan untuk memperbaiki metabolisme sekaligus mengeluarkan racun dari tubuh. Namun hati-hati, ada bahaya penyakit saat puasa yang mengintai.

Sebenarnya penyakit saat puasa merupakan bentuk reaksi alami tubuh karena perubahan pola makan dan kebiasaan. Anda hanya perlu mengantisipasinya agar penyakit saat puasa tidak berkembang menjadi sesuatu yang serius. 

Penyakit saat puasa yang bisa muncul

Penerapan puasa yang tidak sesuai atau tidak benar tidak hanya membuat Anda kesulitan menjalani puasa yang dilakukan, tetapi juga dapat mendatangkan penyakit-penyakit tertentu. Penyakit saat puasa yang kerap kali muncul dapat berupa:

1. Dehidrasi

Penyakit saat puasa yang sering terjadi adalah dehidrasi atau berkurangnya cairan tubuh yang mengakibatkan terhambatnya fungsi tubuh. Risiko dehidrasi akan makin meningkat saat puasa bertepatan dengan cuaca yang panas serta memicu rasa mual dan pusing.  

Dehidrasi yang serius dapat menyebabkan masalah ginjal dan saluran buang air kecil. Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan kejang-kejang, menurunnya tekanan darah, dan sengatan panas (heatstroke).  

Anda dapat mencegah dehidrasi saat puasa dengan meminum air hangat sebelum mulai berpuasa sebanyak delapan sampai 12 cangkir, mengurangi konsumsi garam, bumbu-bumbu, dan manisan, serta menghindari kafein dan nikotin selama bulan Ramadan.  

sembelit

2. Sembelit

Sembelit merupakan salah satu “penyakit” saat puasa yang umum terjadi.  Konstipasi terjadi karena pergerakan makanan yang lebih lambat dari biasanya yang pada akhirnya menyebabkan feses mengeras.  

Sembelit dapat dipicu karena kurangnya asupan cairan dan pergantian pola makan. Namun jangan khawatir karena sembelit dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan sebagainya.

Minum air yang cukup saat berbuka dan sahur serta melakukan aktivitas fisik yang ringan dapat membantu untuk mencegah sembelit. Aktivitas fisik yang dilakukan dapat berupa berjalan kaki setelah berbuka puasa.  

3. Sakit Kepala

Selain sembelit, penyakit saat puasa lainnya adalah sakit kepala. Sakit kepala yang dirasakan terasa menusuk dan biasanya muncul di awal ketika mulai berpuasa. 

Penyebabnya bermacam-macam, misalnya rasa lapar, hipoglikemia, dehidrasi, perubahan pola rutinitas, kurang tidur, dan efek dari tidak mengonsumsi kafein atau nikotin selama berpuasa. Anda dapat mengatasinya dengan meminum air sebelum berpuasa serta istirahat yang cukup.

Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana, seperti gula. Jika sakit kepala disebabkan oleh efek tidak mengonsumsi kafein, Anda dapat mengonsumsi segelas kopi sebelum memulai puasa. Anda juga dapat meminum obat sakit kepala sebelum memulai puasa.  

sakit perut

4. Gangguan Pencernaan

Saat puasa, Anda bisa saja mengalami gangguan pencernaan, seperti kembung, naiknya asam lambung, dan timbulnya rasa panas atau terbakar di dada (heartburn).

Rasa panas di dada disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung saat Anda mencium bau makanan atau memikirkan tentang makanan.

Anda dapat mengatasi gangguan pencernaan dengan menghindari konsumsi makanan yang terlalu banyak, mengurangi makanan yang digoreng dan pedas, berjalan-jalan setelah makan, serta mengonsumsi makanan secara perlahan.

Penyakit saat puasa pada penderita diabetes

Bagi penderita diabetes, puasa dapat memicu hipoglikemia atau menurunnya kadar gula darah dari normal dan hiperglikemia atau naiknya kadar gula darah dari normal. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik.  

Ketoasidosis diabetik merupakan kondisi yang berbahaya dan terjadi saat tubuh menghasilkan keton yang dapat mengasamkan darah. Keton diproduksi saat tubuh kekurangan glukosa dan akhirnya membakar lemak sebagai sumber energi.

Dehidrasi saat puasa bagi penderita diabetes dapat memicu kekentalan pada darah dan trombosis atau gumpalan darah.  

konsultasi dengan dokter

Apa ada kondisi medis lain yang memerlukan konsultasi dengan dokter?

Selain diabetes, terdapat kondisi medis lain yang juga perlu diperhatikan saat menjalani ibadah puasa dan sebaiknya didiskusikan dengan dokter. Kondisi medis tersebut adalah penyakit jantung. Beberapa keadaan penyakit jantung yang dialami dapat membuat Anda tidak diperbolehkan untuk menjalani puasa. 

Oleh karenanya, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter sebelum mengikuti puasa, apabila Anda memiliki penyakit jantung.

Setelah memahami apa saja penyakit saat puasa dan kondisi medis apa saja yang perlu dikonsultasikan ke dokter sebelum menjalani ibadah puasa, semoga Anda lebih dapat mempersiapkan diri dan mengantisipasinya. Selamat menjalankan ibadah puasa!

British Nutrition Foundation. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
Diakses pada 29 April 2019

German Neuroscience Center. https://www.gncdubai.com/fasting-headache-ramadan/
Diakses pada 29 April 2019

Hamad Medical Corporation. https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Diabetes/Pages/Diabetes-and-Fasting-During-Ramadan.aspx
https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Dehydration.aspx
Diakses pada 29 April 2019

Hamad Medical Corporation. https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Heart-Patients.aspx
Diakses pada 02 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/fasting-benefits#section1
Diakses pada 29 April 2019

King’s College Hospital London. https://kingscollegehospitaldubai.com/health-complications-associated-wrong-practices-fasting/
Diakses pada 29 April 2019

Malaysian Association Dietitians. https://www.dietitians.org.my/health-info/minimise-stomach-upsets-during-ramadan
Diakses pada 29 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
Diakses pada 29 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/295914.php
Diakses pada 29 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed