Waspadai Sakit Saat Buang Air Kecil, Sebagai Tanda Radang Vagina

Gejala radang vagina atau vaginitis terutama dirasakan pada malam hari
Jaga kebersihan vagina, untuk menghindari radang vagina.

Vaginitis selalu mungkin terjadi pada setiap wanita. Tak hanya membuat tidak nyaman, namun rasanya yang menyakitkan juga pasti membuat Anda merasa tersiksa.

Vaginitis merupakan peradangan vagina yang biasanya berasal dari infeksi.  Radang vagina dapat terjadi karena virus, bakteri, ragi, dan bahan kimia. Selain itu, pakaian dalam yang bersentuhan dengan vagina secara langsung dapat mengiritasi vagina.

Kebanyakan wanita pernah mengalami vaginitis

Sebagian besar wanita pernah mengalami vaginitis. Kebersihan vagina yang buruk dapat meningkatkan risiko terkena vaginitis. Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan vaginitis antara lain kehamilan, douching, mengenakan celana dalam yang lembap, dan kadar estrogen yang rendah selama menopause.

Jenis-jenis vaginitis

Berikut ini beberapa jenis vaginitis yang bisa dialami wanita.

1. Vaginosis bakteri:

vaginitis akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri normal yang terdapat berlebih padadi vagina

2. Vaginitis atrofi:

vaginitis akibat lapisan vagina menjadi lebih tipis, karena kadar hormon estrogen menurun selama menopause, yang memicu vagina lebih rentan mengalami iritasi dan peradangan

3. Chlamydia:

vaginitis akibat penyakit menular seksual chlamydia

4. Gonore:

vaginitis akibat penyakit menular seksual gonore.

5. Infeksi candida atau ragi:

vaginitis akibat ragi yang menyebabkan infeksi jamur di vagina.

6. Trikomoniasis:

vaginitis akibat parasit protozoa bersel tunggal yang ditularkan secara seksual, dan menginfeksi vagina.

7. Vaginitis non-infeksi:

vaginitis akibat reaksi alergi atau iritasi karena suatu zat yang terkandung dalam produk tertentu.

Semua jenis vaginitis tersebut dapat memiliki gejala yang berbeda. Namun dalam satu waktu, Anda dapat mengalami lebih dari satu jenis vaginitis tersebut.

Gejala vaginitis terjadi sepanjang hari

Gejala vaginitis atau radang vagina dapat berlangsung sepanjang hari, terutama pada malam hari. Berikut ini gejala-gejala yang dapat dirasakan wanita, apabila mengalami vaginitis.

  • Iritasi pada area kewanitaan
  • Keputihan yang berwarna atau sangat bau
  • Vagina beraroma menyengat
  • Vagina terasa hangat atau terbakar
  • Rasa pegal di sekitar atau bagian luar vagina
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Bengkak dan kemerahan

Melakukan hubungan seksual dapat memperburuk gejala tersebut. Selain itu, biasanya rasa gatal dan terbakar di vagina, merupakan reaksi alergi atau iritasi terhadap suatu produk, seperti sabun, pewangi, deterjen, pelembut pakaian, dan cairan pembasuh.

Pengobatan untuk vaginitis

Periksakan diri Anda ke dokter untuk mengatasi vaginitis, dan mendapat perawatan yang tepat. Dalam mendiagnosis, dokter akan menentukan terlebih dahulu penyebab vaginitis.

Hal tersebut dilakukan dengan cara memeriksa tingkat pH vagina, cairan vagina, deteksi mikroskopis sel-sel tertentu, dan adanya amina (gas berbau tidak sedap).

Obat yang biasanya diberikan untuk vaginitis antara lain steroid topikal, antibiotik topikal atau oral, antijamur, krim antibakteri, dan krim estrogen topikal.

Selain itu, krim kortison dapat digunakan untuk mengobati iritasi parah. Dokter bisa memberikan antihistamin untuk peradangan karena reaksi alergi. Apabila sedang mengandung, sampaikan kondisi ini kepada dokter.

Sebab, vaginitis dapat memengaruhi janin. Sehingga, beberapa perawatan mungkin tidak cocok bagi Anda.

Pencegahan radang vagina

Anda dapat mencegah radang vagina  dengan cara menjaga kebersihan vagina maupun seluruh tubuh. Hindari penggunaan pakaian dalam yang lembap, untuk mencegah iritasi. Selain itu, selalu gunakan kondom dalam aktivitas seksual, untuk mencegah infeksi.

Selain itu, hindarilah produk-produk yang dapat membuat iritasi. Gunakan sabun yang ringan atau tanpa pewangi, kenakan celana dalam yang berbahan katun, dan selalu seka vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil, agar terhindar dari penyebaran bakteri anus ke vagina.

Bila melakukan semua hal tersebut, maka Anda dapat mencegah terjadinya radang vagina yang sangat menyakitkan.

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/sexual-health-vaginal-infections
Diakses pada 25 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/175101.php
Diakses pada 25 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed