Waspada 3 Penyakit Prostat yang Rentan Menyerang Pria


Penyakit prostat umumnya dialami oleh pria berusia 50 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan gangguan organ reproduksi pria ini juga terjadi di usia produktif.

(0)
11 Mar 2021|Rhandy Verizarie
penyakit prostat pada priaPenyakit prostat umumnya dialami oleh pria yang telah berusia 50 tahun ke atas
Penyakit prostat adalah salah satu gangguan medis yang kerap dialami oleh pria, terutama yang berusia 50 tahun ke atas. Itu sebabnya, memahami macam-macam gangguan prostat dapat berguna untuk mendeteksinya sejak dini.Prostat adalah kelenjar yang terletak di antara kandung kemih dan penis, serta berada di ujung usus besar (rektum). Fungsi kelenjar prostat adalah untuk menghasilkan cairan semen (air mani) berisi sperma yang dikeluarkan pria saat ejakulasi. Selain itu, prostat juga berperan sebagai sumber nutrisi bagi sel sperma agar kualitasnya baik. Seiring bertambahnya usia, ukuran kelenjar prostat akan bertambah. Sayangnya, pembesaran prostat ini acap kali berujung pada masalah kesehatan.

Macam-macam penyakit prostat

Berikut ini adalah macam-macam gangguan prostat yang umum terjadi:

1. Pembesaran prostat jinak 

Gangguan prostat yang paling umum terjadi adalah pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH). Kondisi ini ditandai dengan prostat yang membesar, hingga akhirnya mempersempit saluran kemih.Gejala BPH lainnya meliputi:
  • Aliran dan pancaran urine lemah
  • Harus mengejan saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil di malam hari (nokturia)
  • Tidak bisa menahan buang air kecil (inkontinensia urine)
  • Nyeri saat buang air kecil
Sayangnya, hingga kini penyebab pembesaran prostat jinak belum dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada dugaan hal ini terkait dengan perubahan keseimbangan hormon pria seiring usia yang semakin bertambah.Guna mengatasi penyakit prostat yang satu ini, dokter umumnya akan memberikan sejumlah obat-obatan seperti:
  • Penghambat reseptor alfa-1 (doxazosin, prazosin, alfuzosin)
  • Obat penurun kadar hormon
  • Antibiotik
Apabila terapi obat-obatan tidak juga berhasil, penderita BPH mungkin memerlukan tindakan operasi.

2. Prostatitis

Penyakit prostat selanjutnya adalah radang prostat alias prostatitis. Gangguan prostat yang satu ini biasanya dialami oleh pria berusia 50 tahun ke bawah.Ada empat jenis prostatitis, yaitu:
  • Prostatitis kronis 
  • Prostatitis bakteri akut
  • Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS)
  • Prostatitis asimptomatik
Sebagian besar kasus radang prostat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini umumnya berasal dari saluran kemih atau bisa juga akibat penyakit menular seksual. Bakteri tersebut lantas berpindah ke prostat lalu menginfeksinya. Infeksi inilah yang membuat kelenjar tersebut meradang. Gejala prostatitis meliputi:
  • Nyeri saat buang air kecil maupun buang air besar
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Testis terasa berat
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Tidak bisa menahan buang air kecil
  • Punggung bawah terasa sakit
  • Prostat bengkak
  • Disfungsi ereksi (impotensi)
Selain infeksi bakteri, penyebab prostatitis lainnya juga karena kerusakan saraf pada saluran kemih dan trauma pada area alat kelamin pria. Akan tetapi, terkadang penyakit prostat yang satu ini tidak diketahui penyebabnya.Untuk mengobati radang prostat, dokter akan memberikan sejumlah obat-obatan seperti antibiotik dan penghambat alfa-1.

3. Kanker prostat

Kanker prostat terjadi karena pertumbuhan sel-sel abnormal pada kelenjar tersebut. Ini adalah jenis penyakit prostat yang paling berbahaya karena dampaknya bisa sangat fatal, termasuk meningkatkan risiko kematian.Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, kanker prostat menjadi jenis kanker yang paling banyak diderita oleh para pria di Negeri Paman Sam tersebut.Sementara itu, dilansir dari pusat data dan informasi Kemenkes RI, kanker prostat masuk ke dalam jenis kanker yang paling banyak ditemukan di dunia selain kanker paru-paru dan kanker payudara.Sayangnya, belum diketahui penyebab pasti dari kanker prostat. Para ahli hanya baru bisa menyimpulkan bahwa penyakit pada prostat ini berkaitan dengan sejumlah faktor risiko, yaitu:
    • Usia. 
    • Riwayat penyakit dalam keluarga. 
    • Ras. 
 
  • Kelebihan berat badan. 
 Gejala kanker prostat umumnya tidak tampak pada awalnya. Seiring dengan sel kanker yang terus berkembang, barulah gejala-gejala tersebut bisa terlihat, seperti:
  • Nyeri pinggul
  • Sering buang air kecil
  • Pancuran urine lemah
  • Urine disertai darah
  • Sakit saat ejakulasi
  • Sakit punggung bagian bawah
  • Nyeri tulang
  • Berat badan turun
  • Nafsu makan hilang
  • Disfungsi ereksi
Sama seperti penyakit kanker lainnya, pengobatan kanker prostat umumnya terdiri dari kemoterapi dan radioterapi.Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhannya. Itu sebabnya, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada gangguan prostat ini.

Cara mencegah penyakit prostat

Cara mencegah penyakit kanker prostat dan gangguan prostat lainnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Dengan demikian, kesehatan organ reproduksi pria ini senantiasa terjaga. Meski rentan terjadi pada pria di atas 50 tahun, laki-laki usia produktif juga perlu mewaspadainya. Lakukanlah pola hidup sehat untuk menghindari gangguan prostat, seperti:
  • Makan makanan bergizi seperti buah dan sayur-sayuran
  • Rajin olahraga
  • Menjaga berat badan
  • Menerapkan seks aman (tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom)
  • Rutin melakukan pemeriksaan medis (medical check-up)
Apabila Anda mengkhawatirkan gejala tertentu terkait penyakit prostat atau gangguan reproduksi lainnya, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play.
prostatkanker prostatmasalah reproduksiprostatitiskesehatan priareproduksi pria
CDC. https://www.cdc.gov/cancer/prostate/basic_info/what-is-prostate-cancer.htm Diakses pada 25 Februari 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/enlarged-prostate#takeaway Diakses pada 25 Februari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/diagnosis-treatment/drc-20370093 Diakses pada 25 Februari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087 Diakses pada 25 Februari 2021NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/prostate-problems/prostatitis-inflammation-prostate Diakses pada 25 Februari 2021Reviews of Urology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1550782/ Diakses pada 25 Februari 2021Universitas Airlangga Repository. http://repository.unair.ac.id/100496/4/4%20BAB%20I%20%20PENDAHULUAN.pdf Diakses pada 25 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait