Osteoartritis: Penyebab Lutut Sakit yang Paling Sering Ditemui

Osteoartritis menjadi penyebab lutut sakit yang paling sering terjadi
Osteoartritis dan robeknya ligamen anterior menjadi penyebab lutut sakit yang paling sering terjadi.

Sakit lutut bisa terjadi pada siapa saja. Mulai dari atlet hingga ibu rumah tangga, remaja hingga orang tua. Penyebab lutut sakit pun bisa macam-macam, dari terkilir saat beraktivitas sampai infeksi dan dislokasi.

Ketika sakit lutut, Anda pun terkadang dapat mengalami gejala lainnya, seperti lutut yang tampak kemerahan dan bengkak. Penyembuhan sakit lutut pun beragam, tergantung dari penyebabnya.

[[artikel-terkait]]

Apa penyebab lutut sakit yang paling sering terjadi?

Banyaknya aktivitas dan usia Anda sangat memengaruhi kondisi lutut sakit yang Anda rasakan. Salah satu penyebab sakit pada lutut yang paling sering adalah osteoartritis.

Osteoartritis ditandai dengan persendian yang mengalami kekakuan hingga peradangan. Lutut merupakan bagian tubuh yang kerap mengalaminya.

Rasa sakit pada persendian (termasuk lutut) muncul akibat jumlah cairan pelumas pada sendi berkurang. Akibatnya, ujung-ujung tulang akan saling bergesekan dan memicu nyeri.

Osteoartritis sering diasosiasikan sebagai penyakit khas kalangan lanjut usia (lansia) Anggapan ini tidak sepenuhnya salah.

Pasalnya, minyak pelumas sendi memang akan berkurang seiring bertambahnya usia. Tapi orang berusia 40 tahun juga bisa terkena penyakit ini, khususnya jika memiliki faktor risiko yang meliputi berjenis kelamin pria dan menderita obesitas.

Penyebab lutut sakit yang juga sering dijumpai pada atlet atau orang yang banyak beraktivitas adalah cedera. Anda mungkin pernah mendengar istilah ‘cedera ACL’ yang pernah diderita oleh mantan pesepak bola tersohor, seperti David Beckham, Lionel Messi, maupun Cristiano Ronaldo.

Pada dasarnya, cedera ACL (anterior cruciate ligament) termasuk bentuk cedera lutut yang paling sering terjadi. ACL atau ligamen anterior merupakan jaringan ikat yang menghubungkan tulang paha dengan lutut.

Pada lutut manusia, terdapat 4 ligamen. Namun ACL adalah ligamen yang paling rentan mengalami robekan.

Robek di ligamen anterior bisa membatasi kecepatan maupun keseimbangan pergerakan Anda. Para atlet biasanya menjalani prosedur operasi untuk mengembalikan lutut mereka ke kondisi semula. Tapi bila Anda tidak merasa sakit dan tidak keberatan dengan gangguan keseimbangan minor, langkah penanganan ini tidak perlu diambil.

Adakah penyakit lain yang menjadi penyebab lutut sakit?

Meski osteoartritis dan ACL tergolong penyebab sakit lutut yang paling awam ditemui, Anda juga mungkin merasakan sakit di lutut ketika mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Runner’s knee (sindrom patellofemoral), yakni sakit pada lutut yang terjadi ketika Anda terlalu memaksakan diri saat berolahraga. Contohnya, membengkokkan lutut berulang-ulang saat latihan meningkatkan stamina.
  • Bentuk artritis lainnya, seperti artritis reumatoid.
  • Kondisi medis lain, misalnya lupus maupun asam urat.
  • Infeksi pada tulang lutut maupun persendian.
  • Bursitis, yaitu terjadi peradangan hingga pembengkakan pada bantalan sendi akibat pergerakan berlebihan. Misalnya, terlalu lama berlutut.
  • Dislokasi pada sendi lutut.
  • Tempurung lutut mengalami keretakan.
  • Kondisi ligamen robek lainnya, seperti cedera padalaterral collateral ligament(LCL), medial collateralligament (MCL), posteral cruciate ligament (PCL). Tanda umumnya meliputi lutut bengkak, berdarah, serta menyebabkan keseimbangan Anda terganggu.
  • Meniskus yang robek, yang ditandai dengan rasa sakit di dalam maupun luar sendi lutut.
  • Terkilir atau kram.

Rutin berolahraga adalah kebiasaan baik, tapi Anda juga harus mengenali batasan bagi tubuh Anda sendiri. Ketika Anda sudah merasa lelah, berhenti dan beristirahatlah terlebih dulu.

Kementerian Kesehatan RI. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/menepis-serangan-osteoartritis
Diakses pada 22 Mei 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003187.htm
Diakses pada 22 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/guide/knee-ligament-injuries#1
Diakses pada 22 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed