logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Rakitis, Penyakit Tulang Akibat Kekurangan Vitamin D

open-summary

Rakitis adalah penyakit pada tulang karena kekurangan vitamin D. Penyakit ini menyebabkan penderitanya berpostur tubuh pendek dan gaya berjalan tidak normal.


close-summary

27 Mei 2019

| Giovanni Jessica

Rakitis menyebabkan penderitanya berpostur tubuh pendek

Rakitis menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak wajar pada anak.

Table of Content

  • Rakitis nutrisional, penyakit pada tulang karena kekurang vitamin D
  • Faktor genetik pada rakitis
  • Rakitis karena kondisi medis
  • Pencegahan terjadinya rakitis

Rakitis adalah suatu kondisi di mana tulang mengalami pelunakan. Hal ini terjadi pada masa pertumbuhan bayi atau anak-anak. Pada penyakit rakitis, tulang tidak mampu menyerap kalsium dan fosfor dalam jumlah cukup untuk membentuk tulang yang kuat.

Advertisement

Kejadian penyakit pada tulang ini mengalami peningkatan secara global dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, rakitis lebih banyak terjadi di negara negara berkembang. Penyebab utama rakitis adalah defisiensi vitamin D, atau disebut dengan rakitis nutrisional. Selain itu, faktor genetik dan gangguan metabolik juga bisa menyebabkan penyakit pada tulang ini.

Rakitis nutrisional, penyakit pada tulang karena kekurang vitamin D

Penyakit pada tulang ini umumnya terjadi pada dua tahun pertama kehidupan bayi. Rakitis menyebabkan penderitanya memiliki postur yang pendek, gaya berjalan yang tidak normal, dan hambatan dalam perkembangan. Pada anak berusia di bawah 6 bulan, dapat terjadi kejang atau tetani hipokalsemia. Di usia yang lebih besar, gejala yang tampak dari penyakit ini berupa gagal tumbuh dan deformitas tulang.

Rakitis nutrisional terjadi akibat kurangnya paparan terhadap sinar matahari atau asupan vitamin D yang tidak mencukupi. Perubahan gaya bermain anak yang cenderung bermain di dalam ruangan dan menggunakan tabir surya bisa memengaruhi peningkatan penyakit ini.

Seseorang berkulit gelap memiliki risiko mengalami rakitis lebih tinggi. Hal ini dikarenakan orang berkulit gelap membutuhkan paparan sinar matahari yang lebih tinggi untuk memproduksi jumlah vitamin D. Melanin yang memberikan warna kulit berperan sebagai filter dan menyerap radiasi sinar matahari.

Faktor risiko lain yang meningkatkan peluang terjadinya rakitis pada bayi dan anak, di antaranya:

  • Tidak memperoleh ASI eksklusif dan kalsium yang cukup
  • Mengonsumsi susu formula tanpa suplementasi vitamin D
  • Kurangnya nutrisi dan diet vegetarian
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan defisiensi vitamin D

Faktor genetik pada rakitis

Selain karena defisiensi vitamin D, faktor genetik juga berperan dalam terjadinya penyakit pada tulang ini. Faktor genetik dapat menyebabkan rakitis vitamin D dependen dan vitamin D resisten. Meski demikian, hanya sedikit kasus rakitis yang disebabkan karena hal ini.

Rakitis vitamin D dependen tipe 1 disebabkan kelainan gen yang memproduksi 25(OH)D3-1-a-hydroxylase, sedangkan pada tipe 2 diakibatkan oleh mutasi reseptor vitamin D. Pada tipe 2, penyakit pada tulang ini tidak bisa diatasi dengan pemberian vitamin D.

Pada rakitis vitamin D resisten atau rakitis hipofosfat familial, terjadi mutasi pada gen yang mengatur fosfor. Hal ini menyebabkan gangguan penyerapan ulang fosfor pada tubular proksimal renal. Kelainan lainnya yang diturunkan adalah rakitis hipofostat dengan hiperkalsiuria. Perbedaan keduanya terletak pada kadar kalsitriol dalam tubuh.

Baca Juga

  • Vitamin untuk Mata yang Berguna Menjaga Kesehatannya
  • Ankylosing Spondylitis: Penyebab Badan Lemas Selain Anemia
  • Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis yang Direkomendasikan

Rakitis karena kondisi medis

Rakitis bisa saja terjadi pada seseorang dengan gangguan kesehatan lainnya yang menyebabkan gangguan pada metabolisme kalsium dan fosfor, seperti gangguan pada ginjal dan hati. Risiko rakitis semakin meningkat dengan adanya kelahiran prematur.

Penyakit pada tulang ini juga berisiko tinggi terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan malabsorpsi, yaitu inflammatory bowel disease (IBS), penyakit celiac, dan cystic fibrosis. Tumor yang mensekresi faktor yang memengaruhi fosfat dan mengganggu produksi kalsitriol juga berperan dalam terjadinya rakitis.

Berbagai obat yang sering dikonsumsi memiliki efek samping pada metabolisme tulang. Obat-obatan yang mampu meningkatkan risiko terjadinya rakitis, antara lain antasida, antikonvulsan (antikejang), kortokosteroid, dan diuretik.

Pencegahan terjadinya rakitis

Pencegahan rakitis dapat dilakukan sejak usia dini. Bayi yang telah memperoleh ASI tetap direkomendasikan untuk memperoleh 400 IU vitamin D harian. Hal ini dapat tercukupi lewat pemberian vitamin tetes atau melalui sinar matahari pagi. Pada ibu menyusui, kebutuhan vitamin D minimal 600 IU perlu untuk dipenuhi setiap harinya.

Advertisement

rakitispenyakit tulangvitamin d

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved