Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria Tak Cuma Pengaruhi Kesuburan

(0)
26 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tidak semua penyakit pada sistem reproduksi pria memicu gejalaPenyakit pada sistem reproduksi pria bisa saja tidak bergejala
Sistem reproduksi pria adalah sistem yang berfungsi memproduksi, memelihara, dan menyalurkan sperma, serta mengatur hormon reproduksi pria. Testosteron dan androgen termasuk jenis hormon ini.Adanya gangguan atau penyakit pada sistem pada sistem reproduksi pria bisa mengganggu fungsi-fungsi tersebut. Beberapa contoh organ pada sistem ini meliputi penis, skrotum, testis, epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, kelenjar prostat, uretra, dan kelenjar Cowper.

Berbagai penyakit pada sistem reproduksi pria

Ada beberapa penyakit yang dapat menyerang sistem reproduksi pria. Berikut beberapa di antaranya:
  • Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah kondisi ketidakmampuan penis untuk mempertahan ereksi dalam melakukan hubungan seks. Kondisi ini bisa menyebabkan stres dan turunnya rasa percaya diri pada pria.Disfungsi ereksi bisa terjadi akibat berbagai macam hal, mulai dari gangguan fisik maupun mental. Beberapa contohnya adalah penyakit jantung, hipertensi, obesitas, gangguan tidur, rendahnya hormon testosteron, hingga depresi.Disfungsi ereksi bisa diatasi dengan konsumsi obat-obatan ataupun tindakan medis, seperti pemasangan pompa penis dan operasi. Penderita disfungsi ereksi juga disarankan untuk rajin berolahraga dan melakukan konseling sehingga kondisinya membaik.
  • Kriptorkismus

Tidak turunnya testis (undescended testicle) atau kriptorkismus adalah kondisi di mana testis tertunda atau tidak berpindah atau turun ke skrotum (kantong testis) saat bayi dilahirkan. Kondisi ini biasanya hanya terjadi pada salah satu testis dan umumnya dialami oleh bayi yang lahir prematur.Pada sebagian besar kasus, testis akan turun dengan sendirinya dalam beberapa bulan setelah bayi lahir. Namun pada beberapa kasus, penanganan medis dibutuhkan untuk mengatasi kondisi ini.Penanganan dapat dilakukan dengan cara operasi ataupun terapi hormon. Penanganan penting dilakukan karena kriptorkismus bisa saja menyebabkan komplikasi bila dibiarkan. Mulai dari gangguan kesuburan hingga kanker testis.
  • Varikokel

Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena pada skrotum (kantung testis). Kondisi ini mirip varises pada tungkai.Penyakit varikokel dapat menyebabkan kualitas dan produksi sperma menurun. Selain itu, kondisi ini juga mungkin memicu penyusutan ukuran testis, sehingga penting untuk ditangani.Operasi umumnya menjadi pilihan utama untuk menangani varikokel, baik melalui bedah terbuka ataupun dengan bantuan alat mikroskopis. Operasi varikokel bertujuan untuk menutup pembuluh darah vena yang membesar dan memindahkan jalur aliran darah dari area tersebut ke pembuluh darah vena yang sehat.
  • Balanitis

Balanitis adalah peradangan kelenjar atau kepala penis. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi jamur namun dapat juga terjadi akibat infeksi bakteri maupun virus. Pria yang tidak disunat lebih mungkin mengalaminya.Balanitis bisa menyebabkan sejumlah gangguan pada area penis, seperti iritasi, kemerahan, bengkak, juga gatal. Penyakit ini juga bisa menyebabkan proses buang air kecil terasa nyeri dan timbulnya bercak putih pada penis.Balanitis bisa diatasi dengan berbagai cara, mulai dai penggunaan krim anti jamur, konsumsi antibiotik, hingga penyunatan. Tidak hanya itu, pasien juga disarankan untuk lebih menjaga kebersihan area penis. Dan bila kondisi ini disebabkan oleh diabetes, maka pasien dianjurkan untuk lebih mengontrol kondisinya.
  • Pembesaran kelenjar prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH)

Benign prostatic hyperplasia (BPH) umum dialami seiring pertambahan usia pada pria dan diduga terjadi akibat ketidakseimbangan hormon seiring proses penuaan. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa tak nyaman saat buang air kecil, seperti terhambatnya aliran urine.Pembesaran kelenjar prostat jinak juga mungkin menyebabkan gangguan pada kandung kemih, saluran kemih, serta ginjal. BPH dapat diatasi dengan berbagai cara, dari konsumsi obat-obatan, terapi, hingga operasi.Penderita BPH disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat dan aktif setelah menjalani pengobatan. Dengan ini, kondisi ini takkan kembali terjadi di kemudian hari.
  • Kanker prostat

Kanker prostat adalah kanker yang muncil di prostat, yaitu kelenjar yang bertugas memproduksi dan mengalirkan cairan penutrisi sperma. Kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal.Namun seiring perkembangan penyakit, sejumlah gejala kanker prostat bisa saja terjadi. Contohnya, gangguan berkemih, darah pada semen, nyeri panggul, hingga disfungsi ereksi.Penanganan kanker prostat diperlukan bila kondisi menimbulkan gejala-gejala mengganggu. Penanganan kanker prostat dapat berupa terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, hingga pengangkatan kelenjar prostat.
  • Kanker testis

Kanker testis adalah kanker yang terjadi di testis atau buah zakar. Organ ini bertugas memproduksi hormon pria dan sperma.Kanker pada testis dapat ditandai dengan adanya benjolan pada area testis, penumpukan cairan di skrotum, nyeri pada testis atau skrotum, pembesaran payudara, serta sakit punggung. Kondisi yang tergolong jarang terjadi ini dapat diatasi dengan terapi radiasi, kemoterapi, ataupun operasi.

Catatan dari SehatQ

Secara umum, penyakit pada sistem reproduksi pria dapat ditandai dengan penurunan kualitas sperma, gangguan berkemih, atau nyeri pada organ reproduksi. Jadi bila mengalami salah satu gejala ini, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter supaya mendapatkan saran pengobatan yang tepat.
masalah reproduksiimpotensireproduksi pria
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21186-balanitis
Diakses pada 26 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776
Diakses pada 26 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/undescended-testicle/symptoms-causes/syc-20351995
Diakses pada 26 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicocele/symptoms-causes/syc-20378771
Diakses pada 26 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087
Diakses pada 26 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087
Diakses pada 26 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/testicular-cancer-care/symptoms-causes/syc-20352986
Diakses pada 26 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/guide/male-reproductive-system#1
Diakses pada 26 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait