Kuku, Hubungannya dengan Kesehatan dan Penyakit yang Sering Terjadi

Kuku pucat dapat menjadi pertanda penyakit serius, seperti anemia dan gagal jantung kongestif
Keadaan kuku Anda dapat mengindikasikan masalah kesehatan tertentu.

Tahukah Anda apabila kuku ternyata bisa memberikan petunjuk bagi kesehatan Anda secara keseluruhan? Bercak putih, warna semburat kemerahan, atau beberapa benjolan kecil bisa menjadi tanda penyakit. Masalah hati, paru-paru, dan jantung bisa muncul pada kuku Anda. Berikut adalah beberapa keadaan kuku dan artinya bagi kesehatan Anda!

1. Kuku Pucat

Kuku yang sangat pucat terkadang bisa menjadi pertanda penyakit serius, seperti:

  • Anemia
  • Gagal jantung kongestif
  • Penyakit hati
  • Malnutrisi

2. Kuku Putih

Jika kuku sebagian besar berwarna putih dengan tepi yang lebih gelap, ini dapat mengindikasikan masalah hati seperti hepatitis. Terkadang, beberapa orang juga melihat jari-jarinya agak kuning sebagai tanda lain dari masalah hati.

3. Kuku Kuning

Salah satu penyebab kuku kuning yang paling umum adalah infeksi jamur. Ketika infeksi memburuk, lapisan kuku dapat menebal dan hancur. Dalam kasus yang jarang terjadi, kuku kuning menunjukkan kondisi yang lebih serius seperti penyakit tiroid parah, penyakit paru-paru, diabetes, atau psoriasis.

4. Kuku Kebiruan

Kuku dengan warna kebiruan dapat memberikan arti bahwa tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Ini bisa mengindikasikan masalah paru-paru seperti emfisema. Beberapa masalah jantung dapat dikaitkan dengan kuku kebiru-biruan.

5. Kuku yang Berlubang-lubang

Jika permukaan kuku beriak atau berlubang, ini mungkin merupakan tanda awal psoriasis atau radang sendi. Perubahan warna kuku sering terjadi, contohnya kulit di bawah kuku tampak coklat kemerahan.

6. Kuku Retak atau Lepas

Kuku kering, rapuh, sering retak atau pecah, dan lepas sering dikaitkan dengan penyakit tiroid. Retak atau pecah yang dikombinasikan dengan rona kekuningan umumnya disebabkan oleh infeksi jamur.

7. Lipatan Kuku Bengkak

Jika kulit di sekitar kuku tampak merah dan bengkak, ini dikenal sebagai peradangan lipatan kuku. Bisa jadi diakibatkan penyakit lupus atau kelainan jaringan ikat lainnya. Infeksi juga dapat menyebabkan kemerahan dan radang lipatan kuku.

8. Garis Gelap di Bawah Kuku

Garis-garis gelap di bawah kuku harus diselidiki secepat mungkin. Kondisi ini kadang disebabkan oleh melanoma, yaitu jenis kanker kulit yang paling berbahaya.

9. Kuku yang Digigiti

Menggigit kuku Anda mungkin hanya dianggap sebagai kebiasaan sejak kecil jika Anda sedang gugup, tetapi dalam beberapa kasus itu adalah tanda kegelisahan yang berkelanjutan dan bisa ditangani dengan perawatan. Menggigit kuku atau memetik kuku juga dikaitkan dengan gangguan obsesif-kompulsif. Jika Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan menggigit kuku, ada baiknya berdiskusi dengan dokter.

Perubahan warna, bentuk, atau apa pun yang terjadi pada kuku, bisa mengindikasikan banyak kondisi yang berbeda. Perubahan jarang menjadi gejala awal penyakit, dan kebanyakan kelainan pada kuku tidak berbahaya. Misalnya, tidak semua orang dengan kuku putih menderita hepatitis.

Penyakit pada Kuku yang Sering Terjadi

Beberapa penyakit pada kuku yang sering terjadi, di antaranya adalah cantengan (paronikia), infeksi jamur pada kuku (onomikosis), dan hematoma subungal.

1. Cantengan

Cantengan adalah sebuah penyakit pada kuku di mana kuku tumbuh ke dalam jari. Cantengan seringkali menyebabkan rasa sakit, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri. Cantengan dapat sembuh dengan sendirinya.

Jika nyeri akibat cantengan terasa parah atau menyebar, dokter akan mengambil langkah untuk membantu meringankan ketidaknyamanan, serta membantu menghindari komplikasi dari pertumbuhan kuku ke dalam.

2. Onomikosis

Onomikosis adalah penyakit pada kuku berupa infeksi jamur yang terjadi pada keseluruhan bagian kuku. Penyakit ini dapat menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, dan perubahan bentuk serta warna kuku.

Dalam banyak kasus, jamur menyebar dari kulit plantar dan memenuhi kulit di bawah kuku melalui hyponychium. Perawatan onomikosis biasanya berupa obat antijamur topikal atau oral, tergantung pada lokasi dan keparahan infeksi kukunya.

3. Hematoma Subungal

Hematoma subungal adalah penyakit pada kuku yang disebabkan oleh benturan keras atau akibat benda tajam pada kuku sehingga terjadi luka pada dalam kuku. Hematoma subungal tidak memiliki gejala, namun jika bentuknya besar dapat menyebabkan rasa sakit bagi penderitanya.

Untuk mengobatinya, tindakan trepinasi dapat dilakukan, di mana lubang dibuat melalui badan kuku untuk melepaskan tekanan, atau pencabutan kuku.

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-nails-and-health
Diakses pada Februari 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/features/slideshow/nail-diseases
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed