Penyakit pada Ibu Hamil yang Sering Terjadi dan Cara Mencegahnya

(0)
23 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu penyakit pada ibu hamil adalah darah tinggiDarah tinggi sering terjadi pada ibu hamil sehingga perlu dipantau secara berkala
Ibu hamil rentan terhadap sejumlah penyakit yang sering terjadi di masa kehamilan. Penyakit pada ibu hamil ini dapat memengaruhi kondisi ibu, janin, atau keduanya sekaligus. Bentuknya pun bermacam-macam, baik merupakan gangguan yang terjadi sebelum kehamilan maupun baru muncul pada saat kehamilan.Penyakit ibu hamil yang tidak ditangani dengan baik atau tidak mendapatkan penanganan, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya berbagai masalah dalam kehamilan, seperti keguguran atau kematian ibu hamil.

Penyakit pada ibu hamil dan pencegahannya

Baik itu gangguan kesehatan umum atau langka, penyakit kehamilan umumnya dapat diatasi dengan penanganan tepat yang dilakukan segera. Anda juga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan supaya berbagai penyakit pada ibu hamil ini bisa dihindari.Berikut adalah beberapa penyakit saat hamil yang perlu Anda waspadai:

1. Anemia

Anemia adalah kondisi yang terjadi saat jumlah sel darah merah kurang dari yang seharusnya. Kondisi ini menyebabkan terhambatnya penyaluran oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga, ibu hamil menjadi mudah lelah dan lesu. Anemia merupakan penyakit ibu hamil yang sering terjadi.Untuk mencegah dan menanganinya, Anda dapat mengonsumsi suplemen penambah darah, seperti zat besi atau asam folat. Asupan makanan juga perlu diperhatikan supaya kebutuhan nutrisi Anda dan janin terpenuhi. Sumber zat besi yang dapat dikonsumsi, antara lain sayuran berdaun hijau dan biji-bijian.

2. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi tingginya kadar gula darah di masa kehamilan. Diabetes merupakan masalah pada ibu hamil yang tidak boleh diremehkan karena dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin.Untuk mencegah diabetes gestasional, sebaiknya kontrol secara rutin kadar gula darah sejak sebelum masa kehamilan. Khususnya, jika Anda memiliki faktor risiko diabetes yang lebih tinggi.Memerhatikan asupan makanan dan gaya hidup sehat juga merupakan kunci mencegah diabetes. Namun, beberapa orang mungkin memerlukan insulin untuk dapat menjaga kadar gula dalam darahnya.

3. Tekanan darah tinggi

Penyakit pada ibu hamil selanjutnya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi di masa kehamilan. Penyakit ini biasanya muncul ketika usia kandungan di atas 20 minggu dan dapat sembuh sendiri setelah melahirkan.Meski banyak dialami oleh orang-orang, bukan berarti Anda bisa menganggapnya enteng, Darah tinggi di masa kehamilan juga merupakan penyakit ibu hamil yang perlu ditangani dan diawasi. Pasalnya, kondisi ini bisa berbahaya apabila berkembang menjadi preeklampsia.Untuk menurunkan risiko terjadinya darah tinggi di masa kehamilan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu membatasi asupan garam, mencukupi kebutuhan cairan, selalu lakukan pengecekan tekanan darah, berolahraga teratur, konsumsi lebih banyak sayuran dan buah, serta hindari merokok dan minum alkohol.

4. Hiperemesis gravidarum (HG)

Hiperemesis gravidarum (HG) adalah penyakit pada ibu hamil yang sekilas akan terlihat seperti morning sickness pada umumnya. Hanya saja, kondisi hiperemesis gravidarum akan lebih berat dan lebih parah jika dibandingkan dengan morning sickness biasa. Beberapa gejalanya meliputi mual yang tidak kunjung henti, muntah berkali-kali setiap hari, kehilangan berat badan, pingsan atau merasa hendak pingsan, hingga dehidrasi.Kondisi ini tidak bisa dicegah karena berkaitan dengan hormon HCG yang dihasilkan plasenta di masa kehamilan. Namun, hiperemesis gravidarum biasanya dapat membaik dengan sendirinya setelah usia kandungan di atas 20 minggu.Jika ketika mengalami hiperemesis gravidarum gejala yang muncul sangat parah, Anda mungkin harus mendapatkan perawatan yang intensif. Khususnya, jika terjadi dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

5. Infeksi

Infeksi virus, bakteri, atau patogen lain dapat terjadi pada saat ibu hamil. Penyakit ibu hamil karena infeksi yang sering terjadi adalah infeksi saluran kemih. Beberapa kondisi infeksi dapat menimbulkan gejala, seperti nyeri atau demam.Namun, tidak jarang gejala infeksi yang terjadi sangat ringan atau bahkan tidak terasa. Oleh karena itu, apabila merasakan perubahan kondisi tubuh yang tidak biasa selama kehamilan, segera periksakan ke dokter.Menjaga kebersihan merupakan kunci untuk mencegah infeksi penyakit pada ibu hamil. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan menjaga kebersihan tubuh juga sangat penting. Selain itu, hindari makanan dan minuman yang tidak higienis.Mengingat masa kehamilan merupakan periode yang cukup rentan, cobalah untuk selalu mengontrol kondisi Anda dan janin secara teratur. Hal ini sangat penting untuk memastikan tidak adanya gangguan penyakit pada ibu hamil dan dapat mendeteksi dini jika ada masalah yang harus segera ditangani dengan.Jika Anda punya pertanyaan seputar penyakit pada ibu hamil, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
anemiahiperemesis gravidarumdiabetes gestasional
CDC. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/maternalinfanthealth/pregnancy-complications.html
Diakses 9 Februari 2021
Womens Health/ https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/pregnancy-complications
Diakses 9 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323969
Diakses 9 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait