Penyakit Menular Seksual Ini Sering Tertular Melalui Seks Oral

Meski risikonya lebih rendah, seks oral tetap berpotensi menularkan penyakit menular seksual
Seks oral tetap berisiko menularkan penyakit menular seksual

Seks oral adalah suatu kegiatan berhubungan intim yang melibatkan mulut dengan area genital. Umumnya, hubungan seks ini dilakukan dengan menjilat atau mengulum alat kelamin pasangan. 

Meski dapat meningkatkan gairah, seks oral nyatanya memiliki risiko penyakit menular seksual. Risiko penyakit kelamin yang menyebar melalui seks oral memang tergolong kecil apabila dibandingkan dengan seks anal. Namun Anda tetap tidak boleh meremehkannya!

Macam-macam penyakit yang mudah tertular melalui seks oral

Penyakit menular seksual atau penyakit kelamin dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur yang berkembang di tempat lembab dan hangat, termasuk area genital dan mulut. 

Penyakit menular seksual dapat menyebar dari alat kelamin ke mulut atau sebaliknya. Penyebarannya juga bisa melalui cairan tubuh dan kontak langsung dengan kulit atau luka yang terbuka.

Pada seks oral, risiko penyakit-penyakit menular seksual berikut bisa saja meningkat:

   1. Gonore

Di Indonesia, gonore lebih dikenal dengan sebutan kencing nanah. Penyakit menular seksual ini umum terjadi akibat seks oral, anal, maupun vaginal. 

Wanita yang memberikan seks oral pria yang mengidap gonore akan memiliki risiko penularan yang lebih tinggi. Demikian pula dengan pria yang menerima seks oral dari wanita pengidap penyakit kencing nanah. 

Pria yang terinfeksi gonore umumnya akan mengalami gejala tertentu, sedangkan penderita wanita lebih jarang menunjukkan gejala.

Ketika mengalami gejala pun, penderita wanita sering menyalahartikannya sebagai indikasi dari penyakit lain. Misalnya, infeksi kandung kemih (ISK) atau infeksi vagina lainnya. 

   2. Sifilis

Infeksi menular seksual lainnya yang dapat tertular melalui seks oral adalah sifilis. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah raja singa ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh Anda melalui:

  • Luka kecil dalam mulut saat Anda melakukan seks oral pada penderita, yang memiliki luka sifilis pada alat kelaminnya.
  • Seks oral dari pasangan dengan luka sifilis di bibir atau mulutnya.

   3. Klamidia

Klamidia adalah jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini biasanya menyebar melalui hubungan seksual oral, vaginal, maupun anal. 

Menerima maupun memberikan seks oral memang sama-sama memicu risiko klamidia. Namun kemungkinan penularan akan lebih tinggi pada:

  • Wanita yang melakukan seks oral pada pria yang mengidap klamidia.
  • Pria yang menerima seks oral dari wanita yang mengidap klamidia. 

   4. Herpes genital

Penyakit yang dikenal juga dengan nama herpes kelamin ini disebabkan oleh virus herpes simplex 2 (HSV2). HSV2 dapat menyebar melalui kontak seksual (oral, vaginal, maupun anal) dan kontak langsung antarkulit saat berhubungan intim. 

Virus HSV2 sangat mudah menular. Virus ini dapat masuk ke tubuh melalui selaput lendir (mukosa). Misalnya, lapisan tipis pada bagian dalam hidung, mulut, atau area genital.  

Namun virus biasanya akan cepat mati bila berada di luar tubuh. Karena itu, penularan HPV melalui kontak dengan toilet bekas penderita, handuk, atau barang-barang pribadi milik penderita herpes genital sangatlah kecil. 

   5. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

HIV adalah jenis penyakit yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh secara drastis. Akibatnya, penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menjadi lebih mudah menyerang tubuh Anda. 

Risiko Anda untuk tertular HIV ketika melakukan seks oral pada penderita HIV memang lebih rendah bila dibandingkan dengan hubungan seks melalui vagina atau anus, namun kemungkinan penularan tetap ada.

Ketika Anda menerima seks oral dari orang yang mengidap HIV, risiko penularan virus ini juga dianggap lebih rendah lagi. Tapi butuh riset yang lebih luas untuk membuktikan hal ini.

   6. HPV (Human Papillomavirus)

Anda berisiko terkena HPV apabila seks oral dilakukan dengan orang yang terinfeksi virus ini. Umumnya, orang yang memberikan seks oral lebih berisiko terkena HPV. Pasalnya, ia akan melakukan kontak langsung dengan air mani atau cairan vagina. 

Tak hanya kontak dengan cairan tubuh, Anda juga masih bisa tertular HPV melalui kontak antara kulit dengan kulit. Tak hanya karena berhubungan seks, penularan ini dapat pula terjadi ketika Anda bersalaman dengan penderita. 

Beberapa jenis virus HPV dapat menyebabkan berbagai penyakit kanker. Mulai dari kanker serviks, kanker vagina, kanker anus, kanker penis, hingga kanker pada kepala dan leher.

   7. Penyakit kelamin lainnya

Selain penyakit menular seksual di atas, seks oral juga dapat menularkan penyakit hepatitis A, B, dan C. Pada kasus-kasus tertentu, Anda juga mungkin dapat terkena kutil kelamin maupun kutu kelamin

Cara melakukan seks oral yang aman

Untuk menurunkan risiko penyebaran penyakit menular seksual, Anda sebaiknya mempraktikkan seks oral yang terbilang aman. Beberapa langkah berikut mungkin bisa menjadi pertimbangan:

  • Menggunakan alat pelindung

Meski tidak sepenuhnya mencegah penularan penyakit kelamin, penggunaan alat pelindung tetap penting untuk menurunkan risikonya. Misalnya, kondom saat melakukan seks oral pada pria dan dental dam ketika melakukan seks oral pada wanita.

Anda juga tak perlu khawatir apabila menggunakan kondom dan dental dam dapat mengurangi kenikmatan seks oral. Saat ini, bahan alat pelindung ini sudah dirancang setipis mungkin, sehingga seks oral dengan alat pelindung takkan terlalu mengurangi sensasinya. 

  • Memeriksakan diri secara rutin ke dokter

Guna menghindari penularan infeksi menular seksual, Anda dan pasangan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan medis dan konsultasi dengan dokter secara rutin. Dengan ini, Anda dan pasangan akan memperoleh kehidupan seksual yang sehat. 

  • Menjaga kebersihan alat kelamin

Ini termasuk langkah penting yang harus dilakukan, baik untuk kenyamanan diri sendiri maupun sebelum Anda dan pasangan melakukan seks oral. Tujuannya adalah untuk memastikan agar alat kelamin tetap bersih, sehingga Anda berdua tetap nyaman saat melakukan seks oral. 

Penularan penyakit menular seksual melalui seks oral mungkin tidak setinggi seks melalui vagina atau anus. Meski begitu, risikonya tetaplah ada.

Lakukan seks oral dengan aman agar kemungkinan Anda untuk terkena penyakit kelamin berkurang. Mulai dari menggunakan pengaman, rutin memeriksakan kesehatan, serta mengaja kebersihan organ genital.

Apabila Anda merasakan adanya tanda-tanda yang mencurigakan, periksakanlah kondisi Anda ke dokter. Jangan meremehkan apalagi membiarkan gejala yang janggal terus mendera tubuh Anda.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/healthcomm/stdfact-stdriskandoralsex.htm
Diakses pada 3 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/what-infections-can-i-catch-through-oral-sex/
Diakses pada 3 Oktober 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/Oral-sex
Diakses pada 2 Oktober 2019

American Sexual Health Association. http://www.ashasexualhealth.org/stdsstis/gonorrhea/
Diakses pada 2 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed