4 Penyakit Menular Seksual Ini Dapat Disebabkan Oleh Infeksi Bakteri

Chancroid atau ulkus mole merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan infeksi bakteri
Infeksi bakteri terjadi saat melakukan hubungan seks yang berisiko.

Penyakit menular seksual adalah penyakit yang secara khusus menyerang alat kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual. Tidak hanya kelamin saja, penyakit ini juga bisa menjalar ke bagian tubuh lainnya. Hingga saat ini, ditemukan lebih dari 30 bakteri, virus, dan parasit yang diketahui bisa menyebabkan penyakit menular seksual. Simak beberapa penyakit menular seksual yang dapat terjadi akibat infeksi bakteri.

Penyakit Menular Seksual Akibat Infeksi Bakteri

Berikut adalah penyakit-penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh infeksi bakteri dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual:

1. Chancroid

Chancroid atau ulkus mole disebabkan oleh bakteri Haemophillus ducreyi. Gejala utama dari chancroid adalah luka terbuka (ulkus) pada alat kelamin yang terasa nyeri. Infeksi bakteri seringkali menyebar ke kelenjar getah bening di area kelamin. Dalam kasus yang berat, kelenjar yang terinfeksi pecah dan mengeluarkan cairan terus-menerus, yang disebut bubo. Chancroid sangat tidak sulit menular, tetapi juga mudah disembuhkan dengan pengobatan antibiotik.

Bakteri penyebab chancroid menginfeksi tubuh melalui luka kecil pada alat kelamin. Tanpa disadari, gesekan pada hubungan seksual seringkali menyebabkan luka kecil atau mikrotrauma yang memudahkan kuman untuk masuk dan menginfeksi tubuh. Gejala awal berupa bintil kecil, yang kemudian pecah membentuk tukak yang sangat nyeri. Penularan terjadi melalui kontak dengan penderita yang memiliki tukak.

Seperti penyakit menular seksual lainnya, chancroid juga disertai dengan infeksi lain. Chancroid dapat memudahkan transmisi HIV. Melalui luka terbuka yang timbul pada chancroid, HIV dapat masuk ke dalam tubuh dan ikut menginfeksi darah serta sel imun.

2. Chlamydia

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri Chlamydia terdiri dari 18 serotipe yang dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh. Chlamydia serotipe D-K adalah bakteri yang menyebabkan infeksi berhubungan dengan alat kelamin. Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan, dan merupakan penyebab infertilitas pada perempuan.

Gejala yang paling sering timbul pada perempuan adalah radang pada leher rahim yang menyebabkan keluarnya cairan dari vagina. Infeksi bakteri dapat menjalar ke pinggul, yang menyebabkan radang pinggul (pelvic inflammatory disease). Sedangkan pada laki-laki, infeksi menyebabkan radang pada saluran kencing. Jika menyebar, infeksi dapat mencapai epididimis, yang merupakan saluran tempat lewatnya sperma keluar dari testis. Infeksi chlamydia sering disertai dengan infeksi gonorrhea.

3. Gonorrhea

Gonorrhea disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kuman ini ditularkan melalui hubungan seksual, dan juga dapat ditularkan dari ibu ke bayi melalui proses persalinan.

Pada laki-laki, gejala gonorrhea meliputi:

  • Radang saluran kencing. Dirasakan sebagai sensasi panas atau terbakar ketika buang air kecil. Dapat disertai dengan keluarnya cairan bening dari penis. Beberapa hari setelahnya, cairan yang keluar dari penis bertambah banyak, berwarna kekuningan menyerupai nanah, dan kadang disertai semburat darah.
  • Radang epididimis, yang ditandai dengan nyeri dan pembengkakan testis.
  • Infeksi anus yang ditandai dengan rasa nyeri, gatal, keluarnya cairan, atau sakit (spasme) saat buang air.

Sementara pada perempuan, gejala gonorrhea berupa:

  • Keluarnya cairan vagina yang cair, kekuningan, dan berbau
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Perdarahan di luar waktu menstruasi
  • Nyeri ketika bersenggama
  • Nyeri perut bagian bawah

4. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit menular seksual dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi, dari ibu ke bayi dalam kehamilan, melalui darah, dan kontak kulit (jarang).

Perjalanan penyakit sifilis terdiri dari empat tahap dan manifestasi klinisnya dapat menyerupai berbagai penyakit lain sehingga disebut juga sebagai “the great imitator”. Gejala awal berupa bintil (papul) kecil, tunggal, dan kemerahan. Papul kemudian pecah dan membentuk tukak sebelum akhirnya hilang.

Tahap kedua ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit. Dapat pula disertai dengan gejala sistemik, seperti rasa lemas, sakit kepala, tidak nafsu makan, nyeri tulang, dan demam. Pada tahap ketiga atau fase laten, tidak ditemukan gejala apa pun. Jika berlanjut ke tahap keempat, infeksi sudah menyebabkan kerusakan pada saraf dan organ lain.

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
Diakses pada April 2019

Medscape.https://emedicine.medscape.com/article/214737-overview
Diakses pada April 2019

Medscape.https://emedicine.medscape.com/article/214823-overview#a3
Diakses pada April 2019

Medscape.https://emedicine.medscape.com/article/218059-overview#a1
Diakses pada April 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/229461-clinical#b1
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed