logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

5 Penyebab Meningitis pada Anak yang Perlu Diwaspadai

open-summary

Penyebab meningitis pada anak mulai dari infeksi virus, bakteri, jamur, hingga parasit. Untuk mengobatinya, dokter dapat memberikan obat antibiotik untuk meningitis yang disebabkan bakteri dan obat antijamur untuk meningitis yang disebabkan oleh jamur.


close-summary

3.6

(5)

25 Jan 2022

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Penyebab meningitis pada anak yang perlu diketahui

Penyakit meningitis perlu diwaspadai oleh orangtua

Table of Content

  • Penyebab meningitis pada anak
  • Gejala meningitis pada anak-anak
  • Komplikasi meningitis
  • Pengobatan meningitis pada anak
  • Cara mencegah meningitis pada anak

Penyakit meningitis adalah infeksi otak pada membran (meninges) yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang manusia. Penyakit ini bisa sangat mematikan, apalagi jika menyerang bayi dan anak-anak. Ada beberapa penyebab meningitis pada anak, mulai dari infeksi virus hingga parasit.

Advertisement

Ciri-ciri meningitis yang paling umum adalah leher kaku, demam tinggi, kepala terasa berat, sangat sensitif terhadap cahaya, sering sakit kepala, dan muntah-muntah. Penderitanya harus segera ditangani karena ada kemungkinan yang mengancam nyawa dalam 24-48 jam setelah muncul gejala meningitis.

Jika tidak cepat ditangani, kemungkinan nyawa penderita meningitis tidak terselamatkan dapat menjadi semakin besar.

Penyebab meningitis pada anak

meningitis
Penyebab meningitis pada anak

Lantas, apa penyebab penyakit meningitis pada anak? Seperti yang telah dijelaskan sedikit di atas, penyakit meningitis daoat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari infeksi virus, bakteri, jamur hingga parasit.

Menurut para ahli, bakteri, virus, atau jamur merupakan penyebab meningitis yang sering dialami bayi dan anak-anak. Penyakit meningitis virus adalah jenis meningitis yang paling sering terjadi dan biasanya tidak mengancam nyawa penderitanya.

Sementara itu, radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri dan jamur adalah kondisi yang langka. Jenis meningitis ini juga bisa mengakibatkan kondisi yang berbahaya, bahkan hingga kematian.

1. Meningitis virus

Penyebab penyakit meningitis yang pertama adalah virus. Beberapa jenis virus yang biasanya mengakibatkan radang selaput otak ringan adalah:

  • Nonpolio enterovirus: virus ini masuk ke tubuh manusia ketika bayi atau anak-anak melakukan kontak dengan kotoran atau air liur yang terinfeksi.
  • Influenza: virus ini menyebabkan anak mengalami gejala mirip flu, seperti meriang, sakit kepala, kepala terasa berat, dan lain-lain.
  • Virus campak dan gondong: masuk ke tubuh ketika bayi dan anak-anak melakukan kontak dengan sekresi yang berasal dari paru-paru atau mulut.

Selain itu, ada virus yang menyebabkan penyakit meningitis yang cukup parah, misalnya:

  • Varicella: menyebabkan bayi menderita cacar air.
  • Herpes simplex: virus yang biasanya didapatkan bayi dari ibu saat masih di dalam kandungan atau ketika persalinan.
  • Virus West Nile: ditularkan oleh nyamuk.

2. Meningitis bakteri

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah akan lebih mudah diserang oleh bakteri Listeria. Bakteri ini dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan meningitis atau infeksi otak.

Dalam 28 hari pertama kehidupannya, bayi akan sangat rentan terserang bakteri yang dapat menjadi penyebab meningitis. Berikut adalah beberapa bakteri penyebab meningitis:

  • Streptococcus grup B: biasanya menyebar dari ibu ke bayi saat persalinan.
  • E. coli dan Klebsiella pneumoniae: menyebar lewat kebiasaan yang tidak higienis, misalnya dengan tidak mencuci tangan setelah ke kamar mandi.
  • Listeria monocytogenes: bayi mendapatkannya dari ibu saat masih di dalam kandungan, sedangkan ibu mendapatkan bakteri ini dari makanan yang terkontaminasi.

Pada anak yang berusia 1-5 tahun, radang selaput otak disebabkan oleh infeksi bakteri:

  • Streptococcus pneumoniae: bakteri yang banyak ditemukan pada sinus, hidung, dan paru-paru, serta menyebar lewat batuk atau bersin. Penyebab radang selaput otak ini biasanya menyerang anak di bawah usia 2 tahun.
  • Neisseria meningitidis: bakteri yang masuk melalui kontak dengan sekresi paru-paru atau mulut penderita meningitis. Bayi berusia di bawah 1 tahun paling rentan terkena penyakit meningitis ini.
  • Haemophilus influenzae tipe b (Hib): bisa menyebar ke anak yang melakukan kontak sangat dekat dengan carrier bakteri Hib.

3. Meningitis jamur

Penyebab radang selaput otak atau meningitis selanjutnya adalah jamur. Meningitis jamur adalah kondisi yang sangat langka karena hanya terjadi pada orang dengan sistem imunitas lemah.

Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir yang terlalu rendah (BBLR) juga bisa menderita radang selaput otak karena jamur Candida.

Jamur penyebab infeksi ini sering kali ditemukan pada tanah, kayu yang membusuk, atau kotoran burung. Penyebarannya bisa karena menghirup debu atau tanah yang terkontaminasi.

Selain Candida, ada beberapa jamur yang dapat menjadi penyebab penyakit meningitis pada anak:

  • Cryptococcus 
  • Histoplasma
  • Blastomyces
  • Coccidioides.

Meningitis jamur dapat berkembang setelah infeksi jamur menyebar dari tempat lain di tubuh ke otak atau sumsum tulang belakang. Namun, meningitis jamur tidak menular dari orang ke orang.

4. Meningitis parasit

Meningitis parasit merupakan jenis meningitis yang lebih jarang terjadi daripada meningitis virus atau bakteri. Penyakit meningitis ini dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh parasit, seperti ikan, siput, dan unggas atau telurnya.

Risiko terinfeksi menjadi lebih tinggi apabila makanan dikonsumsi dalam kondisi mentah atau setengah matang. Beberapa parasit dapat menyebabkan meningitis langka yang disebut meningitis eosinofilik.

Adapun tiga parasit utama yang menjadi penyebab meningitis eosinofilik, yakni:

  • Angiostrongylus cantonensis
  • Baylisascaris procyonis
  • Gnathostoma spinigerum.

Meningitis parasit juga dapat disebabkan oleh infeksi cacing pita di otak atau malaria serebral. Namun, jenis meningitis ini tidak menyebar dari orang ke orang.

5. Faktor noninfeksi

Selain infeksi virus, bakteri, jamur, dan parasit, anak-anak juga bisa terkena penyakit meningitis akibat faktor noninfeksi. Faktor tersebut meliputi penyakit lupus, cedera kepala, operasi otak, kanker, dan beberapa jenis obat-obatan.

Apakah ada makanan penyebab meningitis?

Pada 2017 lalu, Pulau Bali dihebohkan dengan ditemukannya orang yang positif terinfeksi bakteri Meningitis Streptococcus suis (MSs). Bakteri ini biasanya hidup di tubuh babi dan memang bisa ditularkan kepada manusia.

Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Komang Budaarsa, M.S., ini biasanya terjadi ketika manusia memakan daging babi yang tidak diolah dengan benar.

Pasalnya, bakteri MSs akan mati ketika dimasak pada suhu minimal 56 derajat celcius, begitu juga jika disemprot dengan disinfektan. Selain babi, apakah ada makanan penyebab meningitis lainnya?

Sebenarnya, tidak ada makanan yang secara spesifik bisa menyebabkan meningitis. Namun, beberapa makanan yang sudah terkontaminasi bakteri, misalnya Listeria monocytogenes, dapat menyebabkan meningitis.

Tidak hanya itu, beberapa makanan, seperti ular, ikan, produk unggas, hingga siput yang terinfeksi parasite, juga bisa menyebabkan meningitis parasit. Risikonya akan lebih tinggi jika anak Anda mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang.

Gejala meningitis pada anak-anak

gejala meningitis pada anak
Gejala meningitis pada anak

Gejala awal meningitis pada anak yang disebabkan oleh bakteri maupun virus sering kali hampir serupa. Umumnya kondisi ini akan ditandai dengan demam dan sakit kepala. Bahkan, ada beberapa tanda atau gejala awal yang mirip dengan penyakit lain, seperti influenza. 

Sebaiknya segera bawa anak Anda ke instalasi gawat darurat, jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Demam dengan kaki dan tangan dingin
  • Menangis, merintih, atau mengerang yang tidak biasa
  • Muncul bintik atau ruam di kulit
  • Sensitif pada cahaya
  • Napas menjadi cepat
  • Kaku pada leher atau tubuh
  • Kejang, muntah, mengantuk, atau sulit bangun
  • Rewel atau mudah marah
  • Tidak mau makan, lesu, wajah memucat
  • Muncul benjolan lunak di kepala.

Baca Juga

  • Mengenal Sulfonamida, Antibiotik yang Umum Diresepkan Dokter
  • Cara Mencuci Baju supaya Bersih dan Tidak Merusak Bahannya
  • Sejumlah Politisi Lokal dan Mancanegara yang Terinfeksi Virus Corona, Siapa Saja?

Komplikasi meningitis

Meningitis adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Sebab, kondisi medis ini dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Gangguan pendengaran (bisa sebagian atau total)
  • Kejang berulang kali (epilepsi)
  • Masalah ingatan dan konsentrasi
  • Masalah koordinasi tubuh (gerakan dan keseimbangan)
  • Kesulitan belajar dan masalah perilaku
  • Hilangnya penglihatan (bisa sebagian atau seluruhnya)
  • Hilangnya anggota badan (amputasi kadang dibutuhkan untuk menghentikan penyebaran infeksi ke seluruh tubuh)
  • Masalah tulang dan persendian, seperti radang sendi
  • Masalah ginjal.

Pengobatan meningitis pada anak

Pengobatan meningitis pada anak
Pengobatan meningitis pada anak

Pengobatan meningitis dilakukan berdasarkan jenis meningitis yang dialami oleh anak. Jika penyebab meningitis adalah bakteri, pengobatan dengan antibiotik dibutuhkan sesegera mungkin. 

Dokter dapat memberikan antibiotik umum terlebih dahulu. Setelah mengetahui bakteri penyebab penyakit ini, antibiotik khusus kemudian bisa diberikan. Anak juga mungkin diberikan kortikosteroid untuk meredakan peradangan.

Sementara itu, meningitis virus biasanya membaik dengan sendirinya. Dokter biasanya meminta anak untuk beristirahat dan minum lebih banyak cairan. Anak juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, misalnya paracetamol, jika demam atau sakit.

Khusus untuk meningitis jamur, pengobatan akan dilakukan menggunakan obat antijamur hingga kondisi anak pulih. Mengenai pilihan pengobatan lainnya, konsultasikan pada dokter agar anak mendapat penanganan yang tepat.

Cara mencegah meningitis pada anak

Imunisasi rutin dapat membantu mencegah meningitis pada anak. Vaksin Hib, campak, gondongan, polio, dan pneumokokus dapat melindungi anak dari meningitis akibat kuman-kuman tersebut.

Selain itu, imunisasi meningitis dengan pemberian vaksin meningokokus konjugasi (MenACWY) dianjurkan untuk diberikan saat anak berusia 11-12 tahun, dengan suntikan booster pada usia 16 tahun.

Namun, jika anak termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, seperti memiliki gangguan kekebalan tubuh atau tinggal di wilayah yang sering terjadi infeksi, maka pemberian vaksin dianjurkan saat anak berusia 2 bulan hingga 11 tahun.

Selain itu, pastikan anak melakukan hal berikut agar terhindar dari kuman penyebab meningitis:

  • Rajin mencuci tangan
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit
  • Tidak berbagi perlengkapan makan 
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Berolahraga secara rutin
  • Tidur dengan cukup.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan antibiotik jika anak telah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi meningitis bakteri.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar apa itu meningitis dan meningitis pada anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit anakmeningitisinfeksi bakteriinfeksi virus

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved