Meningitis, Penyakit Mematikan yang Mengintai Bayi dan Anak-anak

Penyakit meningitis sering menyerang bayi dan anak-anak
Penyakit meningitis perlu diwaspadai oleh orangtua

Penyakit meningitis memang tidak begitu populer di Indonesia, apalagi jika dibandingkan dengan wabah penyakit tropis, semisal demam berdarah dengue atau flu burung. Padahal, penyakit yang juga dikenal sebagai radang selaput otak ini sangat mematikan, apalagi pada anak-anak dan bayi.

Meningitis adalah infeksi otak, terutama terjadi pada membran (meninges) yang melindungi otak dan tulang belakang manusia. Kondisi ini bisa menyerang bayi, anak-anak, hingga orang dewasa dengan ciri-ciri meningitis yang paling awam, yaitu leher kaku, demam tinggi, kepala terasa berat, sangat sensitif terhadap cahaya, sering sakit kepala, dan muntah-muntah.

Penderita meningitis harus ditangani segera, namun tetap saja ada kemungkinan yang mengancam nyawa dalam 24-48 jam setelah muncul gejala meningitis. Jika tidak cepat ditangani, kemungkinan nyawa penderita meningitis tidak terselamatkan akan semakin besar.

Apa saja penyebab meningitis pada anak-anak?

Bakteri, virus, atau jamur merupakan penyebab meningitis yang sering menghinggapi bayi dan anak-anak. Penyakit meningitis virus adalah jenis meningitis yang paling sering terjadi dan biasanya tidak mengancam nyawa penderitanya.

Sementara radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri dan jamur adalah kondisi yang langka. Meski demikian, jenis meningitis ini justru bisa mengakibatkan kondisi yang fatal, bahkan hingga kematian.

1. Meningitis virus

Beberapa jenis virus yang biasanya mengakibatkan radang selaput otak ringan adalah:

  • Nonpolio enterovirus: virus ini masuk ke tubuh manusia ketika bayi atau anak-anak melakukan kontak dengan kotoran atau air liur yang terinfeksi.

  • Influenza: virus ini menyebabkan anak mengalami gejala mirip flu, seperti meriang, sakit kepala, kepala terasa berat, dan lain-lain.

  • Virus campak dan gondong: masuk ke tubuh ketika bayi dan anak-anak melakukan kontak dengan sekresi yang berasal dari paru-paru atau mulut.

Selain itu, ada pula virus yang menyebabkan penyakit meningitis yang cukup parah, misalnya:

  • Varicella: menyebabkan bayi menderita cacar air.

  • Herpes simplex: virus yang biasanya didapatkan bayi dari ibu saat masih di dalam kandungan atau ketika persalinan.

  • Virus West Nile: ditularkan oleh nyamuk.

2. Meningitis bakteri

Dalam 28 hari pertama kehidupannya, bayi akan sangat rentan terserang bakteri yang dapat menjadi penyebab meningitis, misalnya:

  • Streptococcus grup B: biasanya menyebar dari ibu ke bayi saat persalinan.

  • coli dan Klebsiella pneumoniae: menyebar lewat kebiasaan yang tidak higienis, misalnya dengan tidak mencuci tangan setelah ke kamar mandi.

  • Listeria monocytogenes: bayi mendapatkannya dari ibu saat masih di dalam kandungan, sedangkan ibu mendapatkan bakteri ini dari makanan yang terkontaminasi.

Pada anak yang berusia 1-5 tahun, bakteri penyebab radang selaput otak yang biasanya menyerang adalah:

  • Streptococcus pneumoniae: bakteri yang banyak ditemukan pada sinus, hidung, dan paru-paru serta menyebar lewat batuk atau bersin. Radang selaput otak ini biasanya menyerang anak di bawah usia 2 tahun.

  • Neisseria meningitidis: bakteri yang masuk melalui kontak dengan sekresi paru-paru atau mulut penderita meningitis. Bayi berusia di bawah 1 tahun paling rentan terkena penyakit meningitis ini.

  • Haemophilus influenzae tipe b (Hib): bisa menyebar ke anak yang melakukan kontak sangat dekat dengan carrier bakteri Hib.

3. Meningitis jamur

Meningitis jamur adalah kondisi yang sangat langka karena hanya terjadi pada orang dengan sistem imunitas lemah. Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir yang terlalu rendah juga bisa menderita radang selaput otak karena jamur Candida.

Selain infeksi virus, bakteri, dan jamur, bayi dan anak-anak juga bisa terkena penyakit meningitis dari faktor noninfeksi. Faktor tersebut, misalnya lupus, cedera kepala, operasi otak, kanker, dan beberapa jenis pengobatan.

Makan daging babi menyebabkan penyakit meningitis?

Pada 2017 lalu, Pulau Bali dihebohkan dengan ditemukannya orang yang positif terinfeksi bakteri Meningitis Streptococcus suis (MSs). Bakteri ini biasanya hidup di tubuh babi dan memang bisa ditularkan kepada manusia.

Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Komang Budaarsa, M.S., ini biasanya terjadi ketika manusia memakan daging babi yang tidak diolah dengan benar. Pasalnya, bakteri MSs akan mati ketika dimasak pada suhu minimal 56 derajat celcius, begitu juga jika disemprot dengan disinfektan.

World Health Organization. https://www.who.int/gho/epidemic_diseases/meningitis/suspected_cases_deaths_text/en/
Diakses pada 13 Agustus 2019

Universitas Udayana. https://www.unud.ac.id/in/berita1722-Heboh-Bakteri-Meningitis-Pada-Babi-Bagaimana-Kita-Bersikap-.html
Diakses pada 13 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/meningitis-baby#causes
Diakses pada 13 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/meningitis#causes
Diakses pada 13 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed