Glaukoma dan katarak merupakan beberapa penyakit mata yang umum diderita lansia
Penyakit mata yang biasanya dialami para lansia antara lain glaukoma dan katarak.

Penyakit mata merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia. Diperkirakan, satu dari tiga orang lansia yang berusia 65 tahun menderita suatu kondisi yang menyebabkan berkurangnya kemampuan melihat.

Penyakit mata yang paling umum menyerang lansia di antaranya adalah glaukoma, katarak,  Age-related Macular Degeneration (AMD), dan retinopati diabetes. Namun, bertambahnya usia sebenarnya tidak harus identik dengan penyakit mata.

Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah kerusakannya di usia lanjut. Berikut ini penjelasan mengenai 4 penyakit mata yang kerap terjadi pada lansia dan cara mencegahnya.

Penyakit Mata pada Lansia

Bertambahnya usia membuat tubuh tidak dapat berfungsi seperti sedia kala. Tidak hanya penyakit kronis dan sistemik seperti diabetes atau penyakit jantung, penyakit mata juga dapat menjadi ancaman kesehatan yang serius pada lansia.

Berikut ini beberapa penyakit mata yang umum terjadi pada lansia.

1. Glaukoma

Kondisi glaukoma umumnya berkaitan dengan meningkatnya tekanan pada mata. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan permanen. Usia merupakan salah satu faktor risiko utama dari glaukoma selain faktor keturunan, diabetes, dan konsumsi obat-obatan.

Kebanyakan penderita glaukoma tidak merasakan gejala atau nyeri akibat tekanan berlebih di mata pada awal terjadinya penyakit. Untuk mendeteksinya, dokter akan melakukan pemeriksaan pada saraf mata serta memeriksa tekanan dan pemeriksaan visual.

2. Katarak

Munculnya katarak ditandai dengan terbentuknya lapisan berwarna buram yang menutupi lensa mata. Lapisan tersebut dapat mengganggu proses masuknya cahaya ke mata, sehingga akan menyulitkan penderitanya untuk melihat.

Katarak terbentuk secara perlahan tanpa rasa sakit, kemerahan, maupun menyebabkan keluarnya air mata. Kondisi ini hanya dapat diatasi dengan operasi.

3. Age-related Macular Degeneration (AMD)

AMD merupakan penyebab paling umum dari gangguan penglihatan pada lansia berusia 65 tahun ke atas. AMD dicirikan sebagai penyakit yang terbentuk akibat degenerasi makula, suatu area pada retina mata yang berfungsi sebagai pusat penglihatan.

Usia merupakan salah satu faktor risiko utama dari penyakit ini. Selain itu, riwayat keluarga, penyakit jantung, dan kebiasaan merokok juga merupakan faktor risiko dari AMD.

4. Retinopati Diabetes

Kondisi ini merupakan suatu bentuk komplikasi dari diabetes. Retinopati diabetes terjadi karena pembuluh darah kecil berhenti menyuplai retina.

Pada fase awal penyakit, kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran cairan yang menyebabkan penglihatan menjadi buram, atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. Saat penyakit semakin berkembang, lama-kelamaan penglihatan akan lebih terganggu.

Tips Mencegah Penyakit Mata pada Lansia

Agar mata tetap sehat meski usia telah bertambah, terdapat beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

1. Jalani Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur

Penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, apabila tidak mendapat perawatan, akan menyebabkan kerusakan pada mata. Karena itu, penting bagi para lansia untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara teratur, agar dapat segera mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.

2. Waspadai Gejala Gangguan pada Mata

Apabila menyadari adanya perubahan pada penglihatan Anda, segera hubungi dokter. Beberapa gejala yang perlu dan kesulitan melihat saat gelap.

3. Lindungi Mata dari Sinar UV

Saat melakukan kegiatan di siang hari, Anda disarankan untuk menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari.

4. Jalani Gaya Hidup Sehat

Rutin berolahraga dipercaya dapat mengurangi risiko seseorang terkena AMD hingga 70 persen. Selain itu, antioksidan juga dipercaya dapat membantu mengurangi risiko katarak.

Antioksidan bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran hijau. Mengonsumsi ikan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3,  dapat mengurangi risiko Anda terkena degenerasi makula.

5. Rutin Jalani Pemeriksaan Mata

Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata teratur setidaknya setiap 2 tahun sekali. Hal ini dapat membantu deteksi dini beberapa penyakit mata yang tidak menimbulkan gejala maupun tanda pada fase awal penyakit.

Meski sudah memasuki masa lansia, memiliki mata sehat merupakan hal yang tetap dapat dicapai. Dengan lebih mewaspadai tanda dan gejala penyakit mata di atas serta melakukan pencegahannya, kesehatan mata akan senantiasa terjaga.

American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/1999/0701/p99.html
Diakses pada 9 April 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8567-common-aged-related-eye-problems
Diakses pada 9 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/vision-problems-aging-adults#1
Diakses pada 9 April 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/over60/ways-to-protect.htm
Diakses pada 9 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed