Penderita diabetes dihantui dengan penyakit mata
Waspada! Diabetes dapat menyebabkan penyakit mata.

Kencing manis atau diabetes pada lansia biasanya menyebabkan komplikasi pada organ tubuh tertentu, terutama bagian pembuluh darah kecil. Ketika kadar gula dalam darah melonjak tinggi, penderita diabetes dihantui dengan penyakit mata.

Komplikasi diabetes pada mata telah menjadi hal yang sangat diperhatikan di dunia dan sebenarnya dapat dicegah dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat.

[[artikel-terkait]]

4 Penyakit mata akibat diabetes

Ada setidaknya lima penyakit mata yang sering terjadi akibat komplikasi diabetes, yaitu:

1. Retinopati diabetik

Retinopati diabetik merupakan suatu gangguan pembuluh darah kecil yang mengenai pembuluh darah pada retina.

Penyakit mata ini merupakan komplikasi diabetes yang paling sering terjadi dan diprediksi akan menjadi salah satu penyebab kebutaan pada penduduk dunia.

Di Amerika, retinopati diabetik menjadi penyebab kebutaan terbanyak pada dewasa usia 20-74 tahun. Pada penderita yang telah mengalami diabetes selama 20 tahun, ditemukan tingkat kejadian retinopati diabetik mencapai 60%.

Beberapa gejala retinopati diabetik adalah:

  • titik atau garis hitam pada penglihatan (disebut juga floaters)
  • penglihatan buram
  • penglihatan yang terkadang menurun
  • memburuknya penglihatan akan warna
  • gelap pada sebagian daerah lapang pandang
  • kebutaan

Biasanya retinopati diabetik terjadi pada kedua mata, kiri dan kanan.

2. Katarak

Katarak merupakan penyakit mata yang membuat lensa mata menjadi keruh. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan terbesar di dunia yang dapat disembuhkan.           

Pembentukan katarak karena diabetes berhubungan dengan proses penuaan lensa mata yang semakin cepat. Pasien diabetes memiliki risiko 2-5 kali lebih besar mengalami katarak.

Berikut beberapa gejala katarak yang mungkin terjadi:

  • penglihatan seperti berawan, buram, dan lebih gelap
  • kesulitan melihat terutama saat malam
  • sensitif terhadap cahaya
  • membutuhkan penerangan tambahan saat baca
  • melihat adanya lingkaran di sekitar sumber cahaya (misalnya ada lingkaran di sekitar bola lampu yang menyala)
  • sering berganti kacamata karena merasa ukuran tidak cocok
  • warna yang memudar atau menjadi lebih kuning
  • penglihatan ganda pada salah satu sisi mata

3. Glaukoma

Hubungan terjadinya glaukoma dengan diabetes terkadang masih diperdebatkan. Namun, pada pasien diabetes ditemukan terjadinya penebalan kornea yang dapat menyebabkan meningkatnya tekanan bola mata yang menjadi penyebab glaukoma.

Berikut beberapa gejala glaukoma:

  • adanya titik buta pada lapang pandang terutama di daerah sisi
  • nyeri kepala
  • nyeri pada mata
  • mual dan muntah
  • pandangan kabur
  • mata merah

4. Sindrom mata kering

Mata kering merupakan kondisi di mana terjadinya robekan pada permukaan kornea. Penderita diabetes lebih rentan mengalami mata kering ketimbang orang lain.

Beberapa gejala sindroma mata kering:

  • sensasi terbakar atau tergores pada mata
  • air mata yang kental di sekitar mata
  • sensitif pada cahaya
  • mata merah
  • merasa seperti ada yang mengganjal pada mata
  • kesulitan menggunakan lensa kontak
  • kesulitan dalam menyetir saat malam
  • mata berair
  • mata lelah atau pandangan buram

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya komplikasi terburuk dari penyakit-penyakit di atas yaitu kebutaan. Segera periksakan mata Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Sayin N, Kara N, Pekel G. Ocular complications of diabetes mellitus. World journal of diabetes. 2015 Feb 15;6(1):92

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-retinopathy/symptoms-causes/syc-20371611
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes/syc-20371863
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
Diakses 25 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed