logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Bisakah Penyakit Malaria Kambuh Lagi? Deteksi Gejalanya!

open-summary

Malaria adalah penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk. Meski sudah sembuh, malaria bisa kambuh lagi. Apa tanda dan gejala malaria yang kambuh?


close-summary

3.38

(26)

8 Agt 2019

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

tanda dan gejala malaria kambuh lagi serta cara menghindari penyakitnya

Gigitan nyamuk Anopheles betina yang sudah terinfeksi Plasmodium menyebabkan malaria

Table of Content

  • Mengapa penyakit malaria bisa kambuh kembali? 
  • Mengenali tanda dan gejala malaria yang kambuh
  • Bagaimana cara mendeteksi penyakit malaria kambuh?
  • Bagaimana cara menghindari penyakit malaria? 

Kasus malaria masih banyak ditemukan di negara-negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Selain menyebabkan sakit kepala dan demam tinggi, infeksi malaria bisa menimbulkan komplikasi berbahaya jika kambuh. Maka itu, Anda perlu lebih waspada terhadap penyakit ini, apalagi jika sudah pernah terjangkit sebelumnya.

Advertisement

Pasalnya, infeksi malaria berpotensi bisa kambuh kembali di kemudian hari. Waspadai tanda dan gejala dari malaria yang kambuh.

Mengapa penyakit malaria bisa kambuh kembali? 

Gigitan nyamuk biasanya tidak begitu berbahaya selain hanya menimbulkan bentol-bentol yang gatal. Lain cerita jika gigitan tersebut berasal dari nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit Plasmodium penyebab malaria.

Namun begitu, tidak semua jenis parasit Plasmodium berisiko memicu kekambuhan gejala. Jenis parasit Plasmodium falciparum yang memicu malaria tropika tidak berpotensi menyebabkan kambuh.

Berbeda kasusnya jika Anda terinfeksi jenis Plasmodium vivax atau jenis Plasmodium ovale. Dua jenis parasit ini adalah yang paling sering menyebabkan malaria kambuh lagi.

Kedua jenis parasit penyebab malaria ini mampu hidup dorman atau tidak aktif dalam organ hati. Sewaktu-waktu, parasit dalam tubuh yang dorman tersebut bisa aktif kembali dan memunculkan gejala malaria.

Parasit Plasmodium yang tidak aktif tidak akan menimbulkan gejala malaria. Namun, beberapa bulan atau bahkan tahun setelah sudah sembuh dari infeksi, penyakit malaria tetap bisa kambuh kembali.

Parasit Plasmodium vivax merupakan jenis parasit penyebab malaria yang banyak ditemukan di luar Afrika, khususnya di daerah Amerika Latin dan Asia. Sementara parasit Plasmodium ovale lebih sering ditemukan di daerah Afrika.

Mengenali tanda dan gejala malaria yang kambuh

Kelelahan, mual, muntah, diare merupakan tanda dari malaria

Salah satu cara deteksi dini yang dapat dilakukan adalah dengan mengenali tanda dan malaria.

Selain sakit kepala dan naiknya suhu tubuh alias demam, gejala lain malaria yang bisa muncul saat kambuh adalah:

  • Nyeri otot
  • Diare
  • Menggigil
  • Kelelahan 
  • Berkeringat
  • Batuk
  • Mual dan muntah
  • Sakit di dada atau perut

Bila Anda atau kerabat sudah pernah terjangkit malaria, ini tanda bagi Anda atau kerabat untuk memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana cara mendeteksi penyakit malaria kambuh?

Tes darah adalah satu-satunya pemeriksaan yang bisa memastikan penyakit malaria pada manusia.

Pemeriksaan darah bisa dilakukan dengan mengecek antibodi malaria dan melalui apus darah yang diliat di bawah mikroskop.

Tes darah tidak hanya dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya parasit Plasmodium dalam darah, tetapi juga untuk mengecek parasit penyebab malaria tersebut secara spesifik. 

Tes darah mampu mengetahui jenis parasit Plasmodium apa yang menyebabkan penyakit malaria yang dialami dan  apakah parasit yang menjadi penyebab malaria yang dimiliki kebal terhadap obat antimalaria tertentu.

Hasil dari tes darah bisa muncul kurang dari 15 menit, tetapi ada juga yang memerlukan waktu hingga berhari-hari untuk mengetahui hasil pemeriksaannya. 

Selain tes darah, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat pasien di rekam medis. 

Oleh karenanya, apabila Anda atau kerabat mengalami gejala malaria, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Bagaimana cara menghindari penyakit malaria? 

Penyakit malaria awalnya ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria atau nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit penyebab gejala malaria.

Tentunya menghindari terinfeksi penyakit malaria bisa dengan menggunakan pestisida antinyamuk, dan sebagainya.

Namun, apakah ada cara untuk menghindari kambuhnya penyakit malaria akibat infeksi parasit Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale?

Penurunan risiko kambuhnya penyakit malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat dari dokter seusai penanganan penyakit malaria yang awal.

Umumnya, dokter akan memberikan obat jenis primaquine selama 14 hari dengan dosis sehari sekali untuk mencegah kambuhnya malaria. Dalam sehari, dosis primaquine yang bisa diberikan sebanyak 0,25 mg/kgBB atau 0,5 mg/kgBB.

Namun, sebuah riset mencoba untuk mempersingkat waktu konsumsi obat dengan memberikan dosis obat primaquine sebesar 0,5 mg/kgBB per harinya selama tujuh hari. 

Penelitian tersebut menemukan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kambuh antara meminum obat primaquine selama 14 hari ataupun selama tujuh hari. Meskipun demikian, penelitian ini masih memerlukan riset lebih lanjut.

Alternatif obat antimalaria lain yang sedang diteliti untuk dijadikan obat pencegah kambuhnya malaria adalah tafenoquine. Berbeda dengan primaquine, tafenoquine cukup dikonsumsi sekali saja.

Sebuah riset menunjukkan bahwa obat antimalaria tafenoquine dapat berfungsi dengan baik dalam menurunkan kemungkinan kambuhnya penyakit malaria. Serupa dengan penelitian sebelumnya, studi ini juga memerlukan penelitian lebih lanjut.

Advertisement

malariagigitan nyamukparasit

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved