Mengenal Berbagai Penyakit pada Lansia dan Tips Menjaga Kesehatan di Usia Senja


Penyakit lansia yang umum terjadi di antaranya radang sendi, sakit jantung, kanker, Alzheimer, osteoporosis, hingga depresi. Mencegah dan mengatasi penyakit-penyakit tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bernutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.

0,0
Penyakit pada lansiaPenyakit pada lansia terjadi akibat dari menurunnya fungsi tubuh seiring penuaan
Saat memasuki usia senja, sistem kekebalan dan kinerja organ masing-masing orang akan mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit pada lansia. Penyakit lansia atau penyakit tua beragam jenisnya dan bisa menyerang secara fisik maupun psikologis. Jika tidak mendapat penanganan dan diimbangi pola hidup sehat, penyakit tersebut bisa mengancam keselamatan nyawa.

Apa saja penyakit pada lansia?

Sejumlah penyakit yang menyerang lansia seringkali melemahkan fisik. Tak hanya menyerang fisik, beberapa penyakit lansia diketahui juga turut mengganggu psikologis dan menyebabkan masalah kesehatan mental.Berikut ini sejumlah penyakit umum pada lansia yang perlu diketahui:

1. Arthritis

penyakit pada lansia
Arthritis atau radang sendi adalah salah satu penyakit pada lansia
Arthritis atau radang sendi adalah penyakit yang kerap kali diderita oleh lansia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penyakit yang menyebabkan Anda menjadi enggan beraktivitas ini dialami sekitar 49,7 persen orang tua di atas 65 tahun.

2. Sakit jantung

Sakit jantung umumnya muncul sebagai buntut dari tingginya kolesterol dan tekanan darah pada lansia. Selain memicu sakit jantung, kondisi tersebut juga berpotensi mengakibatkan stroke. Supaya terhindar dari penyakit orang tua ini, Anda sebaiknya mulai menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga.

3. Kanker

Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian tertinggi kedua pada orang tua dengan usia di atas 65 tahun. Agar bisa ditangani sedini mungkin, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan seperti mammogram dan kolonoskopi. Meskipun tidak dapat sepenuhnya dicegah, Anda bisa mengurangi risiko terkena penyakit pada lansia ini dengan menerapkan pola hidup sehat.

4. Penyakit pernapasan

Penyakit tua lainnya adalah gangguan pernapasan. Beberapa penyakit pernapasan yang kerap diderita oleh orang dengan usia di atas 65 tahun di antaranya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, emfisema (bronkitis kronis), dan pneumonia (radang paru-paru). Mengatasi penyakit pada lansia ini bisa dilakukan dengan meminum obat yang telah diresepkan dokter.

5. Penyakit Alzheimer

penyakit pada lansia
Alzheimer adalah penyakit pada lansia yang menyerang otak
Menurut asosiasi Alzheimer, 1 dari 9 orang yang berusia di atas 65 tahun menderita penyakit ini. Sulit untuk didiagnosis, penyakit Alzheimer menyerang fungsi otak sehingga penderitanya akan mengalami penurunan daya ingat dan fungsi kognitif lainnya.

6. Osteoporosis

Osteoporosis adalah salah satu penyakit pada lansia yang cukup berbahaya. Saat menderita penyakit ini, Anda akan rentan mengalami patah tulang ketika jatuh. Penyebab Osteoporosis bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat, serta mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan vitamin D.

7. Diabetes

Menurut CDC, 25 persen lansia hidup berdampingan dengan diabetes. Penyakit yang muncul akibat tingginya kadar gula darah ini berisiko menimbulkan gangguan kesehatan lain apabila tidak segera mendapatkan penanganan. Untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes, lakukan tes untuk mengetahui kadar gula dalam darah.

8. Obesitas

Ketika memasuki usia lanjut, kebanyakan orang mulai acuh dengan pola makan mereka. Hal ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami obesitas. Obesitas sendiri memicu penyakit-penyakit kronis lain seperti diabetes, sakit jantung, dan kanker.

9. Gangguan tidur

Gangguan tidur dapat memengaruhi cara Anda dalam menjalani kehidupan. Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu kemunculan penyakit-penyakit lain. Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami gangguan tidur. Nantinya, dokter akan mencari tahu apa penyebabnya dan memberikan solusi untuk mengatasi masalah Anda.

10. Depresi

penyakit pada lansia
Lansia juga kerap dilanda rasa depresi
Depresi pada lansia seringkali terjadi karena mereka tidak mempunyai teman untuk berbagi cerita. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terserang penyakit. Untuk mengatasi depresi, lakukan aktivitas-aktivitas yang membuat pikiran menjadi rileks seperti berolahraga dan berinteraksi secara sosial.

Gejala penyakit pada lansia

Mengenali gejala penyakit yang muncul sejak awal dapat menjadi langkah yang perlu diperhatikan agar kesehatan lansia tetap terjaga. Berikut ini beberapa gejala penyakit yang kerap terjadi pada lansia dan perlu diwaspadai.

1. Nyeri Dada

Nyeri dada hanyalah salah satu dari sekian banyak gejala serangan jantung. Jika lansia kerap merasakan gejala, seperti sulit bernapas atau sering tersengal-sengal setelah berjalan kaki, hal ini kerap menjadi gejala penyumbatan arteri ke jantung atau iskemia koroner. Konsultasikan kondisi ini ke dokter agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Perdarahan setelah Menopause

penyakit pada lansia
Perdarahan setelah menopause kerap dialami lansia wanita
Perdarahan yang muncul dari vagina setelah menopause umumnya tidak berbahaya. Namun, hal ini juga dapat mengancam kesehatan lansia karena dapat menjadi penanda penyakit serius, seperti kanker endometrium yang menyerang dinding rahim. Jika mengalami perdarahan setelah menopause, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, apabila perdarahan tersebut benar terjadi karena disebabkan oleh kanker, perawatan dapat dilakukan sejak dini sehingga tingkat kesembuhannya juga dapat meningkat.

3. Impotensi

 

Disfungsi ereksi atau impotensi umumnya melanda pria di usia lebih dari 60 tahun. Selain mengurangi kualitas hubungan seksual, impotensi juga perlu diwaspadai sebagai gejala penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung dan lainnya.

4. Konstipasi

Sembelit atau konstipasi adalah gejala penyakit pada lansia yang tidak boleh diabaikan. Jika melanda lansia berusia lebih dari 50 tahun, konstipasi merupakan gejala penyakit yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari para lansia. Selain itu, konstipasi dapat menjadi gejala awal beberapa penyakit seperti tumor, polip, dan masalah usus.

5. Feses Berdarah/Hitam

Warna feses atau kotoran dapat menjadi tanda adanya penyakit tua. Bila warna feses hitam atau berdarah, kondisi ini kemungkinan diakibatkan oleh pengaruh obat tertentu. Di samping itu, feses berdarah/hitam dapat mengindikasikan masalah pada saluran pencernaan.

6. Perubahan pada Payudara

penyakit pada lansia
Perubahan ukuran dan bentuk payudara di usia senja bisa menjadi pertanda penyakit serius seperti kanker payudara
Memasuki usia 40 tahun, ukuran serta bentuk payudara biasanya akan mulai berubah. Jaringan yang terdapat di payudara akan mengalami perubahan sehingga payudara akan terlihat tidak sekencang sebelumnya. Seiring bertambahnya usia, risiko munculnya benjolan di payudara juga semakin meningkat. Hal ini umumnya tidak berbahaya, namun bisa juga menjadi tanda dari penyakit serius, seperti kanker payudara.

7. Gangguan Tidur atau Depresi

Seiring bertambahnya usia, pola tidur seseorang umumnya akan berubah. Tidak jarang, lansia sering terbangun saat tidur dan waktu bangun tidur menjadi jauh lebih pagi.Banyak faktor yang memengaruhi kondisi gangguan tidur pada lansia. Salah satunya adalah karena efek konsumsi obat-obatan.Lansia juga kerap menghadapi depresi dan stres karena kehilangan pasangan, anak-anak yang sudah menikah dan mandiri, atau kesepian. Lansia dapat memperoleh bantuan dari ahli kesehatan mental untuk menangani masalah gangguan tidur atau depresi. Berbagai gejala penyakit umum pada lansia dapat diatasi. Namun, perlu pencegahan sejak awal dan mengenali gejala gangguan kesehatan agar dapat ditangani lebih cepat oleh ahli medis.

Tips menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit pada lansia

penyakit pada lansia
Rutin berolahraga menjadi salah satu cara agar terhindar dari penyakit pada lansia
Beberapa tindakan dapat Anda lakukan untuk menjaga supaya tubuh Anda tetap sehat di usia senja dan terhindar dari penyakit pada lansia. Selain menerapkan pola hidup sehat, melakukan berbagai macam aktivitas yang membuat Anda merasa senang juga membantu menjaga kesehatan Anda.Berikut ini sejumlah tips menjaga kesehatan untuk lansia yang bisa diterapkan sehari-hari:
  • Hindari makan gorengan
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari
  • Pilih makanan yang dimasak dengan cara dipanggang atau direbus
  • Melakukan hobi, baik sendiri, bersama teman, atau dalam kelompok
  • Minum susu rendah atau tanpa lemak yang diperkaya dengan vitamin D
  • Melakukan aktivitas fisik yang meningkatkan stamina namun tetap aman dilakukan
  • Menjaga komunikasi dengan keluarga, teman, dan komunitas tempat Anda bergabung
  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi seperti gandum, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan

Catatan dari SehatQ

Lansia rentan terserang penyakit seiring penurunan sistem kekebalan dan kinerja organ tubuh. Penyakit lansia yang umum terjadi, di antaranya radang sendi, sakit jantung, kanker, Alzheimer, osteoporosis, hingga depresi.Sebagai langkah pencegahan sekaligus penanganan, penting bagi Anda yang telah berusia lanjut untuk menerapkan pola hidup sehat, serta mengonsumsi makanan bernutrisi. Selain itu, rutin berkonsultasi dengan dokter sangat penting untuk memeriksa kondisi kesehatan Anda.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai penyakit pada lansia dan penyebabnya serta cara mengatasi maupun mencegahnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan lansialansiakesehatan lansia
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/news/most-common-health-concerns-seniors/
Diakses pada 25 November 2020
HealthinAging.org. https://www.healthinaging.org/tools-and-tips/tip-sheet-guide-geriatric-syndromes-common-and-often-related-medical-conditions
Diakses pada 25 November 2020
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/healthy-eating-physical-activity-for-life/health-tips-for-older-adults
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait