Kenali Ciri-ciri Bayi Kuning yang Berbahaya (Kernikterus) Sebelum Terlambat


Penyakit kuning pada bayi disebut ikterus neonatorum. Jika penyakit ini memberat hingga bilirubin menumpuk pada otak maka bisa disebut dengan kernikterus. Gejala penyakit kuning dan kernikterus juga berbeda.

(0)
ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya harus segera ditangani agar tidak menjadi kernikterusciri-ciri bayi kuning yang berbahaya bisa jadi gejala kernikterus
Pernahkah Anda melihat bayi kuning? Seluruh tubuh dan matanya terlihat lebih kuning dibanding biasanya maka bayi disebut menderita penyakit kuning atau ikterus neonatorum. Ini adalah kondisi umum yang terjadi pada bayi baru lahir. Namun, bagaimana jika si Kecil menunjukkan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya?Jika si Kecil menunjukkan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya seperti penglihatan mengarah ke atas terus menerus, maka Anda perlu waspada karena mungkin itu adalah gejala kernikterus.

Mengenal bayi kuning dan penyebab kernikterus pada bayi

Kernikterus adalah penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia) yang menumpuk pada otak. Kondisi ini merupakan komplikasi serius yang disebabkan oleh penyakit kuning pada bayi.Bayi dengan hiperbilirubin atau tingkat bilirubin yang tinggi membuat tubuh menjadi kuning atau biasa disebut dengan penyakit kuning. Kondisi ini bisa terjadi oleh hampir 60% bayi dan biasanya akan sembuh dalam beberapa hari bila mendapatkan penanganan yang tepat.Namun, bila dibiarkan, penyakit bayi kuning bisa menyebabkan bilirubin semakin tinggi dan memicu kernikterus. Jika bayi sudah mengalami kernikterus, si Kecil harus segera mendapatkan penanganan medis. Ini karena, kernikterus yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan kelebihan bilirubin menyebar hingga ke otak yang dapat membuat kerusakan otak permanen.Berikut sejumlah penyebab penyakit kuning pada bayi yang juga bisa menyebabkan kernikterus di antaranya adalah:
  • Perdarahan organ dalam
  • Infeksi dalam darah pada bayi atau sepsis
  • Infeksi virus atau bakteri
  • Ketidakcocokan antara darah ibu dengan darah bayi
  • Gagal fungsi hati
  • Kelainan pada sel darah merah bayi
Kernikterus umumnya hanya terjadi pada bayi dan sangat jarang terjadi pada orang dewasa. Namun, kadar bilirubin yang tinggi bisa juga dialami oleh orang dewasa dan kondisi ini bisa memicu komplikasi serius lainnya seperti sindrom Crigler-Najjar hingga sindrom Rotor.Baca juga: Inilah Faktor Penyebab Bayi Kuning yang Harus Anda Waspadai

Ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya (kernikterus)

Penyakit kuning pada bayi disebut sebagai ikterus neonatorum. Bila penyakit ini memberat hingga bilirubin menumpuk pada otak dan mengganggu aliran darah, kondisi ini disebut dengan kernikterus.Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), gejala bayi kuning atau ikterus neonatorum adalah:Pada penyakit kuning yang lebih serius atau sudah menjadi kernikterus, gejala di atas akan disertai dengan gejala kernikterus seperti berikut
  • Bayi mengalami gerakan tidak terkontrol dan tidak disengaja
  • Penglihatan ke atas yang terus menerus
  • Tubuh melengkung seperti busur (kepala dan tumit ke arah belakang, badan bayi ke arah depan)
  • Bekurangnya kemampuan pendengaran
  • Perkembangan enamel gigi yang buruk
  • Badan bayi kaku atau lemas
Jika Anda menemukan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya tersebut, maka segeralah berkonsultasi pada dokter. Penanganan yang cepat dan tepat, bisa mencegah kernikterus pada bayi.Baca juga: Ini Ciri-Ciri Bayi Kuning Sudah Sembuh Sepenuhnya

Apa yang harus dilakukan bila terjadi kernikterus pada bayi?

Bilirubin pada bayi meningkat ketika menginjak usia 3-5 hari. Bayi yang dicurigai menderita penyakit kuning akan diamati oleh dokter 24 jam setiap 8-12 jam selama 2 hari pertama kelahiran. Jika dalam 5 hari terakhir tingkat bilirubin masih cenderung tinggi, maka dokter kemudian akan mengambil sampel darah.Normalnya, kadar bilirubin bayi yang baru lahir adalah di bawah 5 mg/dl. Jika bayi mengalami kernikterus, kadar bilirubinnya akan mencapai lebih dari 20-25 mg/dl.Jika Anda melihat bayi Anda seperti lebih kuning dibanding biasanya, segera periksakan bayi di hari kelainan tersebut terlihat.Segera bawa bayi ke dokter bila terjadi kondisi berikut ini:
  • Kejang
  • Tubuh melengkung seperti busur
  • Menangis dengan nada tinggi
  • Badan bayi kaku atau lemas
  • Pergerakan mata yang aneh
Jika setelah dilakukan tes terbukti ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya tersebut merupakan gejala kernikterus, maka bayi harus segera melakukan perawatan.Baca juga: Mengenali Hiperbilirubinemia, Si Pemicu Bayi Kuning

Perawatan kernikterus pada bayi

Jika Anda mendapati ciri-ciri bayi kuning berbahaya yang menjadi gejala kernikterus, beberapa perawatan ini bisa membantu. Pengobatan kernikterus bertujuan untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah dan mencegah terjadinya kerusakan otak bayi.Perawatan kernikterus yang umumnya dilakukan adalah:

1. Memberikan ASI secara rutin

Ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya bisa hilang salah satunya dengan cara memberikan ASI yang cukup pada bayi. Pastikan Anda menyusui bayi setidaknya 8-12 kali dalam sehari. Kecukupan ASI akan membantu mengeluarkan bilirubin melalui urin dan tinja.

2. Fototerapi

Salah satu pengobatan kernikterus pada bayi yang disarankan adalah fototerapi. Pengobatan ini dilakukan dalam dua metode, yaitu metode konvensional dan metode fiberoptik. Setelah fototerapi, dokter kemudian mengukur kadar bilirubin setiap 4-6 jam. Bila kadarnya menurun, kondisi bayi akan diperiksa setiap 12 jam. Umumnya, proses ini perlu dilakukan selama 2-3 hari hingga kadar bilirubin bayi turun.

3. Transfusi darah

Ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya juga bisa hilang dengan cara transfusi tukar. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti darah bayi dengan darah pendonor untuk mengurangi jumlah bilirubinnya dan untuk mencegah terjadinya kerniterus.Baca juga: Benarkah Menjemur Bayi Bisa Menurunkan Bilirubin?

Faktor yang memengaruhi risiko penyakit kuning pada bayi

Selain melihat ciri-ciri penyakit kuning pada bayi yang berbahaya, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kernikterus pada bayi yang baru lahir yang juga perlu diperhatikan, yaitu:

1. Kelahiran prematur

Bayi yang lahir sebelum usia 38 minggu kemungkinan tidak dapat memproses bilirubin sebaik mereka yang lahir cukup bulan. Ini karena organ hati bayi yang kurang dari 37 minggu dalam kandungan, belum berkembang sempurna dan lebih lambat dalam membuang biliruin. Bayi prematur juga cenderung makan sedikit dan memiliki gerakan usus yang lebih jarang.

2. Adanya memar saat lahir

Memar saat lahir biasanya muncul ketika proses kelahiran. Kondisi ini membuat tubuh bayi akan lebih banyak memproses bilirubin dari sel darah merah

3. Golongan darah

Golongan darah ibu dan bayi yang berbeda dapat membuat ketidakcocokan darah sehingga dapat terjadi penghancuran sel darah merah pada bayi. Kondisi ini sering terjadi bila golongan darah ibu O.

4. ASI

Menurut CDC, ASI dapat memicu terjadinya kuning pada bayi. Namun, pada bayi yang kekurangan ASI juga dapat timbul penyakit kuning. Masih diperdebatkan apakah ASI tetap dipertahankan pada kasus penyakit kuning pada bayi atau sebaiknya diganti dengan susu formula. Akan tetapi, beberapa ahli tetap merekomendasikan pemberian ASI karena kelebihan yang dimilikinya.Jika Anda ingin berkonsultasi seputar ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya, Anda bisa langsung chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuipenyakit kuningkernikterus
CDC. https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/maternal-or-infant-illnesses/jaundice.html
Diakses 3 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865
Diakses 3 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/kernicterus#symptoms
Diakses 3 Mei 2019
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/jaundice/facts.html
Diakses 3 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait