Bukan Hanya Keriput, Kenali Berbagai Kondisi dan Penyakit Kulit pada Lansia


Seiring bertambahnya usia, permasalahan kulit pada lansia mulai muncul. Salah satu yang paling jelas adalah munculnya kerutan. Beberapa penyakit kulit pada lansia juga dapat terjadi seiring usia yang bertambah, yakni seperti kulit gatal dan kering. Bagaimana cara mengatasinya?

0,0
penyakit dan permasalahan kulit pada lansia berupa kulit kering dan gatalKulit keriput dan kering merupakan permasalahan kulit yang umum terjadi pada lansia
Seiring bertambahnya usia, kulit juga menjadi salah satu bagian tubuh yang tidak luput dari proses penuaan. Bukan hanya keriput, beberapa kondisi atau penyakit kulit pada lansia juga lebih rentan terjadi. Simak beberapa permasalahan kulit yang biasa dialami lansia beserta penjelasannya berikut ini. 

Berbagai kondisi dan penyakit kulit pada lansia

Penuaan berkontribusi pada perubahan kondisi kulit lansia, termasuk berkurangnya jaringan lemak antara kulit dan otot, serta berkurangnya jaringan elastin. Akibatnya, kulit lansia menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami masalah kulit. Dalam Journal of the American Geriatric Society, dikatakan bahwa masalah penyakit kulit umum terjadi pada lansia berumur di atas 70 tahun, dengan hampir 76% dari mereka mengalaminya. Tidak hanya proses penuaan, beberapa faktor yang memengaruhi kondisi kulit orang tua, antara lain paparan sinar matahari, gaya hidup tidak sehat, pola makan yang buruk, stres, dan kondisi kesehatan tertentu. Berikut ini beberapa permasalahan kulit yang umum dialami oleh lansia. 

1. Keriput

Keriput merupakan permasalahan kulit pada lansia yang pasti terjadi
Keriput merupakan permasalahan kulit pada lansia yang pasti terjadi
Bukan penyakit, permasalahan kulit lansia yang amat umum terjadi dan terlihat adalah munculnya garis halus, kerutan, dan keriput. Keriput ini akan semakin jelas seiring dengan bertambahnya usia.Hal ini bukanlah kondisi kulit pada orang tua yang perlu dikhawatirkan, mengingat ini adalah bagian dari proses penuaan yang sangat normal terjadi. Kerutan biasanya paling tampak pada bagian kulit yang kerap terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, dan lengan bawah.Polusi dan asap rokok juga berperan memicu munculnya kerutan lebih cepat.

2. Kulit kering dan bersisik

Kulit kering dan bersisik (xerosis) merupakan masalah kulit yang juga umum terjadi pada lansia. Kondisi ini disebabkan oleh proses penuaan yang mengakibatkan penurunan fungsi kelenjar minyak dan keringat.Normalnya, kelenjar minyak dan keringat membantu menjaga kulit agar tetap lembap. Namun, pertambahan usia menyebabkan kelenjar minyak dan keringat tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Kondisi yang kering dan bersisik, terkadang membuat kulit lansia gatal sehingga memicu goresan dan luka pada kulit lansia. Lansia yang mengalami kulit kering berisiko lebih tinggi untuk iritasi dan terkena infeksi kulit.Selain itu, kulit kering lansia juga memicu timbulnya pecah-pecah di kulit. Tak jarang, kulit yang pecah ini menimbulkan rasa sakit dan perih hingga mengganggu kenyamanan.Salah satu cara cepat untuk mengatasi kulit kering lansia adalah dengan mengoleskan pelembap secara berkala.

3. Kulit memar 

Kulit orang tua juga mudah memar akibat elastisitas pembuluh darah menurun
Kulit orang tua juga mudah memar akibat elastisitas pembuluh darah menurun
Salah satu permasalahan kulit pada lansia yang juga umum terjadi adalah memar. Ketika muda, mungkin butuh benturan keras sampai akhirnya menyebabkan memar pada tubuh.Namun, seiring berjalannya waktu, tubuh akan lebih rentan mengalami memar sekalipun terhadap benturan ringan.Kondisi kulit mudah memar pada orang tua juga disebabkan oleh proses bertambahnya usia. Seiring umur, kulit dan pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan tidak elastis.Hal tersebut menyebabkan pembuluh darah vena mudah pecah karena benturan ringan. Pada beberapa kondisi bahkan memar dapat terjadi tanpa cedera. 

4. Cherry angioma

Cherry angioma, disebut juga tahi lalat merah, merupakan bintil berbentuk bulat atau oval pada kulit yang berwarna merah karena mengandung kumpulan pembuluh darah kecil. Tahi lalat merah ini memang lebih umum ditemukan pada orang berusia 30 tahun ke atas. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ukuran dan jumlahnya bisa bertambah seiring usia.Studi dalam jurnal Case Reports in Dermatology juga melaporkan bahwa lebih dari 75% lansia yang berusia di atas 75 tahun memiliki cherry angioma.Belum diketahui pasti penyebab munculnya cherry angioma pada kulit lansia. Beberapa faktor yang diduga dapat menyebabkan munculnya tahi lalat merah, antara lain faktor genetik, paparan bahan kimia, iklim, dan kondisi kesehatan tertentu.

5. Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi pergantian kulit yang terjadi dalam hitungan hari sehingga menyebabkan bercak tebal dan membuat kulit bersisik. Kondisi ini biasanya terjadi pada lutut, siku, punggung bawah, kulit kepala, kuku, dan area persendian.Penyakit kulit ini dapat terjadi pada lansia yang memang sudah memiliki kondisi ini sebelumnya.Gejala psoriasis biasanya akan memburuk seiring berjalannya waktu. Itu sebabnya, kondisi ini semakin memengaruhi kulit pada masa lansia. Hingga kini belum ditemukan penyebab psoriasis. Namun, para ahli menyatakan bahwa kemungkinan genetik dan sistem kekebalan tubuh turut berperan dalam menyebabkan psoriasis. Munculnya psoriasis juga kerap dikaitkan dengan penyakit degeneratif, yang memburuk seiring pertambahan usia, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.Radang usus dan masalah kesehatan lain, seperti stres, cedera dan infeksi kulit, penggunaan obat, cuaca dingin dan kering, hingga asap rokok dan alkohol juga dipercaya menjadi pemicu timbulnya psoriasis. 

6. Luka tekan 

Luka tekan (pressure sore) atau ulkus dekubitus merupakan luka terbuka pada kulit yang terjadi akibat berbaring dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama. Bagian tubuh yang biasanya mengalami luka antara lain tulang ekor, tumit, pergelangan kaki, punggung, dan siku.Kondisi kulit ini rentan terjadi pada orang tua yang sudah tidak aktif beraktivitas atau sedang sakit, sehingga mengharuskannya berbaring atau duduk di tempat tidur terlalu lama.Untuk mencegah permasalahan kulit pada lansia, seperti luka tekan ini, Anda sebaiknya kerap mengganti posisi berbaring orang tua, agar tekanan tidak terus-menerus terjadi di satu titik. 

7. Keratosis aktinik

Actinic keratosis terjadi akibat paparan sinar matahari dalam waktu lama
Actinic keratosis terjadi akibat paparan sinar matahari dalam waktu lama
Keratosis aktinik, disebut juga keratosis matahari merupakan bercak atau bintik kasar pada kulit lansia akibat paparan sinar matahari selama bertahun-tahun. Kondisi ini sering terjadi pada area wajah, bibir, telinga, lengan bawah, kulit kepala, leher, dan punggung tangan.Biasanya bercak akibat keratosis aktinik berwarna merah muda, merah, atau cokelat. Bentuknya juga menyerupai benjolan tipis pada kulit.Area bercak biasanya memiliki tekstur yang kasar, kering, dan bersisik.

8. Herpes zoster

Herpes zoster (shingles), disebut juga cacar api (cacar ular), merupakan kondisi peradangan yang memengaruhi kulit dan sistem saraf. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintil berisi cairan hingga ruam yang melepuh. Kondisi ini disebabkan oleh virus yang juga menyebabkan cacar air, yakni Varicella zoster.Umumnya, orang yang pernah mengalami cacar air berisiko lebih tinggi mengalami cacar ular. Saat sembuh dari cacar air, virus penyebabnya mungkin tidak benar-benar hilang dari tubuh, tapi hanya “tertidur” (dorman). Saat sistem imun melemah, virus ini bisa kembali aktif dan menginfeksi kembali dan menyebabkan cacar api. Lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dibandingkan orang usia produktif.Itu sebabnya, lansia juga rentan mengalami permasalahan kulit yang satu ini. Terlebih, orang tua juga lebih berisiko mengalami komplikasi akibat herpes zoster. Vaksinasi cacar dapat membantu mencegah penyakit kulit herpes zoster pada lansia.

9. Kanker kulit 

Kanker kulit umumnya dipicu akibat paparan sinar ultraviolet matahari terhadap sel-sel permukaan kulit. Terdapat 3 jenis kanker kulit yang menyerang lansia, yakni melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa.Melansir dari jurnal Aging and Diseases, karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker kulit yang umum terjadi pada lansia. Kondisi ini rata-rata terdiagnosis pada usia 70 tahun.Perubahan yang terjadi pada kulit lansia dapat menjadi indikasi kanker kulit sehingga pemeriksaan lanjut oleh dokter perlu dilakukan. Berikut beberapa gejala kanker kulit yang perlu Anda waspadai:
  • Perubahan ukuran, bentuk, dan warna tahi lalat
  • Tahi lalat dengan batas atau tepi yang tidak beraturan
  • Terdapat lebih dari satu warna pada tahi lalat
  • Tahi lalat berbentuk yang asimetris 
  • Tahi lalat terasa gatal
  • Tahi lalat mengeluarkan cairan atau darah
  • Terdapat lubang di kulit (ulserasi)
  • Luka di kulit yang tidak kunjung sembuh

Catatan dari SehatQ

Permasalahan kulit adalah salah satu perubahan fisik pada lansia yang tampak nyata. Seiring bertambah usia, kondisi kulit orang tua pun menjadi rentan terhadap berbagai penyakit, meski beberapa di antaranya normal terjadi sebagai bagian dari proses penuaan.Penyakit kulit pada lansia juga mungkin saja disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti aterosklerosis, obesitas, diabetes, penyakit hati, dan jantung. Pengobatan penyakit penyerta dan perawatan kulit yang tepat dapat mengobati bahkan mencegah perburukan dari kondisi kulit lansia sehingga mereka dapat beraktivitas dengan nyaman. Jika masih ada pertanyaan terkait kondisi kulit dan penyakit kulit pada lansia, Anda bisa berkonsultasi menggunakan fitur chat dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang juga!
lansiakesehatan lansiapenyakit kulitkulit keriput
Aging Care. https://www.agingcare.com/articles/senior-skin-problems-146550.htm
Diakses pada 2 Juni 2021
Geriatri.id. https://www.geriatri.id/artikel/245/kenali-9-masalah-kulit-pada-lansia
Diakses pada 2 Juni 2021
Health in Aging. https://www.healthinaging.org/blog/skin-diseases-are-common-in-older-adults/
Diakses pada 2 Juni 2021
Journal of the American Geriatrics Society. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32754902/
Diakses pada 2 Juni 2021
Health in Aging. https://www.healthinaging.org/blog/skin-diseases-are-common-in-older-adults/
Diakses pada 2 Juni 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969
Diakses pada 2 Juni 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wrinkles/symptoms-causes/syc-20354927
Diakses pada 2 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cherry-angioma
Diakses pada 2 Juni 2021
Grand Oaks. https://www.grandoaksdc.org/what-every-senior-should-know-about-psoriasis/
Diakses pada 2 Juni 2021
Aging and Diseases. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5614327/
Diakses pada 2 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait